
Cukup lama Reno menunggu pintu itu terbuka, dan akhirnya seorang perawat keluar dari ruangan ICU itu dengan wajah panik.
'' Sus, bagaimana keadaan dia,'' tanya Reno.
'' Sebentar Tuan, Tuan bisa tanyakan langsung nanti dengan dokter yang menanganinya,'' jawab perawat itu yang berlalu begitu saja dengan sedikit berlari.
Reno semakin panik karena jawaban Perawat itu, '' apa yang terjadi,'' gumam Reno dengan perasaan cemasnya.
'' Permisi Tuan, Tuan harus mengisi data istri Tuan,'' ucap seorang perawat yang menghampiri nya.
'' Istri?'' Reno terdiam dengan berpikir apa yang harus dia lakukan.
'' Baiklah,'' Reno mengikuti langkah perawat itu dan berhenti di sebuah tempat administrasi.
Setelah mengisi data Chloe yang hanya dia tau, Reno kembali ke depan ruangan ICU tapi langkah nya terhenti setelah melihat seorang pria yang keluar dari ruangan dokter.
'' Pria itu,'' gumam Reno, rahangnya mengeras dia ingin melangkah menghampiri nya namun ia melihat seorang Dokter keluar dari ruangan ICU tempat dimana Chloe di periksa.
Ia berlari menghampiri dokter itu karena ingin tahu apa yang terjadi pada Chloe.
'' Bagaimana Dok? bagaimana keadaan dia,'' tanya Reno dengan tidak sabarnya.
'' Bisa ikut ke ruangan saya,'' Reno mengangguk dan membuntut di belakang dokter itu.
__ADS_1
Setelah dipersilahkan duduk, dokter itu menjelaskan bahwa ada masalah di kandungan Chloe yang bisa saja membuat gugurnya janin. '' Bagaimana bisa?'' tanya Reno dengan frustasi.
'' Itu biasa di sebabkan si ibu stres atau kelelahan, sementara ini kami sudah memberi obat penguat dan memberhentikan pendarahan nya, tapi kita belum tau selanjutnya reaksi janin seperti apa.'' Jelas Dokter panjang lebar.
'' Tuan bisa memberi dukungan pada istri Tuan agar dia merasa tenang agar bisa mempengaruhi janin yang di kandungnya,'' lagi-lagi orang beranggapan bahwa Reno adalah suami dari Chloe tapi Reno benar-benar tidak keberatan dengan penilaian orang.
Dia hanya mencemaskan keadaan Chloe saja, tidak lebih. '' Baiklah, Terima kasih, Dok,'' ucap Reno.
Setelah mendengar apa yang dokter bicarakan, Reno permisi keluar dan segera menemui Chloe di ruangan ICU, wajah pucatnya sangat kentara di wajah bersihnya.
Hatinya benar-benar terenyuh melihat Chloe seperti itu, entah kenapa dia bisa peduli dengan sangat seperti itu, Reno pun tak tahu.
'' Chloe bertahanlah, apa yang kau pikirkan, hah? aku ada di sini, jika kau bersedih anak mu juga akan bersedih,'' ucap Reno yang sudah duduk di sebelah brangkar Chloe.
Wajah Chloe yang menjerit kesakitan selalu terngiang-ngiang di ingatannya, sungguh kasihan. '' Apa ini hukuman untuk nya, Tuhan. Jika memang ini sebuah bentuk hukuman mu, berilah keringanan,'' gumam Reno.
Reno membicarakan apa yang terjadi pada Chloe dengan Devita, tentu Devita terkejut karena yang dia tahu, sepupunya tadi baik-baik saja.
Di sebuah gedung yang menjulang tinggi dan di sebuah ruangan, Devita tengah panik mendengar kabar Chloe dari Reno.
'' Ayolah Daniel kita temui Chloe,'' bujuk Devita, ya Daniel benar-benar menolak menemui Chloe karena rasa dendam nya namun dengan bujukan Devita akhirnya hati luluh.
Daniel dan Devita pergi ke Rumah sakit sesuai yang Reno katakan, Devita sangat gelisah duduknya pun tidak bisa tenang.
__ADS_1
'' Tenanglah, iblis betina itu tidak akan kenapa-kenapa,'' ucap Daniel menenangkan Devita, namun ucapan Daniel dengan menyebut Chloe seperti itu membuat Devita melirik nya dengan tajam.
'' Baiklah, baiklah. Maksud ku sepupu mu,'' ralat Daniel karena tidak mau istrinya itu merajuk padanya.
Tibalah mereka di Rumah sakit dan Devita langsung berlari ke dalam mencari ruangan Chloe, Daniel menggeleng tidak percaya dengan sikap istrinya itu.
'' Istri ku ini hatinya terbuat dari apa, bisa-bisanya dia begitu peduli dengan orang yang pernah menyiksa nya bertahun-tahun,'' gumam Daniel yang membuntut di belakang Devita.
'' Bagaimana keadaan Chloe, kak?'' tanya Devita pada Reno yang sedang berdiri di depan ruangan.
'' Chloe sudah membaik tapi Dokter juga tidak bisa menjamin kedepannya,'' jawab Reno. '' Kamu berdoa saja ya,'' ucap Reno lagi dengan tangan mengusap lengan Devita namun tangan Reno langsung di tepis Daniel dengan kasar.
'' Jangan menyentuh istri ku,'' ucap Daniel dengan tatapan tajamnya.
'' Dia sudah seperti adik ku,'' jawab Reno tak kalah sinisnya.
'' Seperti, bukan adik kandung kan,'' jawab Daniel tak mau kalah.
'' Stop, kalian kenapa berdebat.'' Omel Devita dengan kesal.
'' Kemari,'' Daniel menarik Devita dengan posesif nya agar tidak berdiri di dekat Reno dan harus berdiri di sisi nya.
Reno hanya menggelengkan kepalanya, ia tidak mengira kalau Daniel bisa bersikap seperti itu.
__ADS_1
'' Emmm Nona Devita. Maaf ya jika kita tidak bisa ikut serta di dalam acara piknik kalian,'' ucap Reno.
'' Devita kak, bukan Nona,'' tegur Devita meralat ucapan Reno, '' hemm, ya sudah tidak apa kak, yang terpenting keadaan Chloe,'' jawabnya.