Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
EXTRA PART (DI JODOHKAN)


__ADS_3

'' Momy!!'' teriak seorang anak berusia delapan tahun yang berlarian ke arah Dinar yang baru saja keluar dari ruangan kepala asrama.


'' Devan, jangan lari nak','' sahut Dinar dengan lembut.


Anak laki-laki bernama Devan itu tidak sanggup lagi menahan rindunya pada sang ibu sampai ia memeluk nya dengan erat seakan tidak ingin lagi terpisahkan.


'' Momy, kenapa baru datang, padahal hari kelulusan ku dari dua hari yang lalu,''


'' Maafkan Momy nak, pekerjaan Momy sangat banyak, tapi yang terpenting Momy sudah ada disini kan,''


'' Iya Mom.''


'' Momy sudah mengurus kepulangan mu, dan sekarang biar Momy bantu membereskan pakaian mu dan kita pulang ketempat opah Frans, kau setuju,'' dengan bahagia mendengar ucapan sang Momy anak usia delapan tahun itu mengangguk dengan cepat.


Merekapun berlalu menuju gedung dimana para anak tinggal dan tidur di sana.


Setelah selesai membereskan pakaian, merekapun pergi setelah berpamitan pada semua pengurus asrama juga teman-teman Devan lainnya.


Saat ini mereka sudah ada di perjalanan menuju hotel tempat Dinar menginap, sesampainya Devan langsung bercerita tentang kegiatan nya selama di sana.


'' Mom, sebenarnya tidak apa-apa kalau Momy menjemput ku nanti-nanti karena banyak juga anak-anak yang belum di jemput orang tuanya, lagipula di sana sangat menyenangkan,'' cerita Devan dengan riang.


Dinar mendengarkan dengan senang hati ocehan anak kesayangan nya, tapi seketika ingatannya beralih pada pria yang kemarin baru saja menyatakan perasaan padanya.


'' Astaga kenapa juga tiba-tiba aku teringat dia,'' gumam Dinar di dalam hatinya.


'' Tapi kurang lengkap, andai saja Dady masih ada,'' ucap Devan dengan murung.


'' Sayang anak Momy, Dady sudah tenang di sana, kau sebagai anaknya hanya cukup mendoakan nya saja, kau mengerti, hem?''


'' Iya Mom, maafkan Devan.''


'' Mom, bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu, Devan sudah lama tidak keluar asrama, dan kalaupun keluar itu hanya berkunjung ke museum-museum dan pameran lukisan dengan para pelajar juga pengajar.''


'' Setuju! tapi sebelum itu kita makan dulu di bawah ya,''


'' Iya Mom,''


Anak dan ibu itu sedang bersiap-siap untuk pergi makan siang ke restoran yang ada di hotel sana.


Setelah makan, sesuai rencana mereka pergi berjalan-jalan sepanjang hari menghabiskan waktu berduaan karena sudah lama juga mereka tidak bersama.


Di waktu yang sama namun di beda negara, di perusahaan bernama Huang Industri, seorang pria sedang murung dengan kepala yang tertunduk dan sesekali ia berdecak mengacak rambutnya.


'' Aku tidak mau kehilangan cinta ku, aku harus lebih berusaha lagi, tidak peduli usia kita terpaut jauh dan terhalang oleh setatus, aku sama sekali tidak peduli.'' Gumamnya.


Pintu di ketuk dari luar dan terbuka setelah pria itu menjawab nya untuk mempersilahkan masuk.

__ADS_1


'' Reno,'' ucap seorang paruh baya memanggil nama nya.


'' Ayah, duduk yah,'' ucap Reno yang beranjak dari tempat duduknya dan berpindah ke sofa.


'' Reno, Ayah ingin berbicara padamu,'' ucap Mahendra dengan lembut.


'' Apa itu yah,''


'' Usia mu sudah pantasnya menikah, dan kebetulan ada seseorang yang meminta pada ayah untuk menjodohkan anaknya dengan kamu,'' ucap Mahendra tanpa basa-basi.


Reno terdiam, ia bingung untuk menjawab nya.


'' Tapi yah,''


'' Ayah pinta jalani saja dulu, dan urusan kedepannya itu terserah padamu, akan melanjutkan nya atau tidak, ayah tidak lagi memaksa, ayah hanya ingin kau berumahtangga karena mengingat adikmu juga sudah memiliki seorang anak.'' Ujar Mahendra panjang lebar dengan segudang harapan agar anak sulungnya yang bukan darah dagingnya itu berumah tangga dan bahagia dengan kehidupannya.


Sejenak Reno menghela nafasnya.


'' Ya sudah yah, Reno setuju,'' pasrahnya.


'' Baiklah, kalau begitu nanti malam kau harus datang ke restoran biasa, karena kita akan makan malam bersama dengan mereka.''


'' Baik Yah,''


'' Beliau seorang pejabat dan dia juga teman ayah waktu kuliah dulu, perbincangan kita berawal mengarah pada anak perempuan nya dan disitulah beliau meminta ayah menjodohkan kamu dengan anaknya.''


Reno hanya diam mendengarkan ucapan Mahendra tanpa ingin berniat untuk menyela juga menjawab nya karena di dalam lubuk hatinya ia sangat tidak menyetujui rencana perjodohan itu.


'' Iya Yah, biar Reno antar,''


'' Tidak perlu, ayah kesini juga bersama Supir,'' ucapnya dan Mahendra pun berlalu pergi dari ruangan Reno.


Perginya Mahendra Reno kembali murung, urusan cintanya saja tidak berjalan mulus dan muncul lagi masalah lainnya.


'' Sudahlah, aku tau ayah hanya mengkhawatirkan ku,'' gumam Reno.


Reno kembali duduk di kursi kerjanya dan membuka sebuah laci yang ada di bawah mejanya, sebuah potret berfigura di raihnya dan di pandang nya dengan lekat.


'' Ibu, terimakasih kau telah menitipkan aku pada ayah yang sayang pada ku dengan tulus tanpa memandang buluh walaupun aku ini bukan anak kandungnya.'' Ucap Reno pada potret wanita yang tidak muda lagi namun masih terlihat cantik.


'' Dan kau tau Bu, anak bungsu mu sudah menjadi seorang Ibu dari anak yang sangat tampan,'' lanjutnya.


Reno menaruh kembali potret itu ke dalam laci karena mendengar suara pintu di ketuk dari luar .


'' Ya masuk!'' jawab Reno.


'' Permisi Tuan, maaf mengganggu, ada seorang wanita yang ingin menemui Tuan,''

__ADS_1


'' Siapa dia?'' tanya Reno dengan alis yang terangkat sebelah.


'' Dia bilang, dia teman tuan,''


'' Ya sudah biarkan dia masuk,''


Wanita berpakaian formal itu berlalu setelah mendengar jawaban Reno.


Tidak lama pintu di ketuk lagi dan masuklah seorang gadis cantik.


'' Selamat siang,'' ucap seorang gadis dengan sebuah paper bag di tangan nya.


'' Chloe, sedang apa kau disini?'' tanya Reno yang ternyata dia adalah Chloe keponakan Mahendra ayah tirinya.


'' Maaf, apa aku mengganggu,'' ucap Chloe dengan tidak enak hati.


Reno beranjak dari duduknya dan kembali duduk di sofa yang ada di ruangannya.


'' Tidak, duduk Chloe,''


'' Terimakasih, oh ya aku membawakan makanan untuk mu, kebetulan tadi aku lewat di sekitar sini setelah menghadiri undangan makan teman ku,''


'' Oh ya terimakasih, wah kebetulan aku juga belum makan,''


Chloe yang mendengar Reno berbicara dengan ramah merasa senang. Chloe pun mempersiapkan makanan untuk Reno makan.


'' Makanlah,'' ucap Chloe


'' Kau tidak makan?''


'' Tidak, kau saja, aku sudah makan tadi,''


Reno yang memang belum makan, tidak menolak karena perut nya yang memang sudah lapar, ia lupa makan karena kepikiran dengan seorang wanita yang berhasil mencuri hatinya siapa lagi kalau bukan Dinar.


'' Terimakasih ya Chloe sekali lagi,'' ucap Reno setelah selesai memakan makanannya.


'' Iya tuan, tidak perlu sungkan,''


'' Kau juga tidak perlu sungkan begitu pada ku, panggil aku jangan memakai sebutan tuan lagi ya,''


'' Emmm la-lalu apa?''


'' Emmm, begini saja karena usia mu sama dengan Devita, kau bisa panggil aku dengan sebutan kakak, bagaimana?'' ucapan di Reno tentunya membuat harapan Chloe terpatahkan karena dia tidak ingin di anggapnya sebagai adik.


'' Ehhh, ba-baiklah,''


'' Kalau begitu aku pamit pulang ya,'' ucap Chloe lagi dan di iyakan Reno.

__ADS_1


Chloe berlalu dengan perasaan sedihnya.


TBC...


__ADS_2