
Pesta pernikahan telah usai, semua tamu pun sudah meninggalkan tempat acara, hari yang sudah larut membuat Devita sudah tidak bisa lagi menahan kantuknya, sampai perbincangan semua orang tidak lagi di gubrisnya.
'' Daniel bawalah istri mu ke kamar, lihat dia seperti nya sudah sangat lelah,'' ucap Mahendra menyuruh Daniel membawa Devita.
Daniel menatap lucu wajah lelah Devita, tapi saat Mahendra mengucapkan itu perhatian Devita langsung terfokus matanya yang dipaksakan terbuka dan senyum yang menyiratkan keterpaksaan juga membuat Devita semakin lucu.
Semua keluarga tertawa melihat tingkah polos Devita.
'' Tidak Ayah, Devi masih segar kok,'' jawab Devita yang menahan kantuknya.
'' Sudahlah kakak ipar, bawa saja istri mu itu,'' goda Puspa, semua pun tertawa karena ucapan Puspa.
'' Besan kau bermalam di sini kan, hari sudah terlalu malam pasti kalian sudah lelah,'' ucap Mahendra pada Frans Carroll.
'' Tidak, kami pulang saja, lagipula kami membawa supir jadi kau tidak perlu khawatir,'' jawab Frans.
'' Iya Paman, kami pulang saja,'' timpal Dinar.
Mereka pun berpamitan pada Mahendra dan yang masih tetap tinggal di sana mereka mengantarkan sampai depan hotel.
Satu persatu berpamitan juga, dari Puspa yang bersama Kemal dan juga Zen yang ikut berpamitan, tinggalah Mahendra Daniel dan Devita yang kembali masuk ke hotel itu dan berpisah di depan pintu lift.
Mahendra menyuruh Daniel membawa Devita ke kamar khusus yang Mahendra sendiri siapkan untuk pasangan pengantin baru itu.
'' Ya sudah Ayah ingin istirahat, ayah sudah lelah.'' Ucap Mahendra dan di angguki Daniel dan Devita.
Mahendra pun berlalu ke kamarnya yang berada di lantai dasar, kamar khusus dia pemilik hotel tersebut.
Mata Daniel melirik ke arah Devita yang tengah sibuk meremas tangannya sendiri karena rasa gugupnya, yang semula rasa kantuknya tidak bisa di kalahkan tapi setelah Ayah-nya meninggalkan nya hanya berdua dengan Daniel rasa kantuk itu seketika lenyap begitu saja.
'' Ayo kita naik ke atas,'' ajak Daniel dengan menggenggam tangan Devita yang sudah dingin dan berkeringat.
'' Kau kenapa?'' tanya Daniel dengan lembut.
'' Tidak, mungkin aku hanya lelah saja,'' alasannya.
__ADS_1
Merekapun naik ke lantai yang paling atas yaitu laintai 42 dimana di sana hanya ada satu kamar yang di namakan sweet room yang memang sudah di khususkan untuk Devita kelak bersama suaminya, dan hari ini benar kamar itu akan di tempat kannya.
Tibalah mereka di depan pintu besar Daniel membukanya setelah menekan pasword kuncinya.
Pemandangan dalam ruangan yang sangat menakjubkan, kelopak mawar merah bertebaran dimana-mana seakan-akan menyambut kedua mempelai pengantin baru itu.
Devita yang baru itu melihat isi kamar yang terfalitasi dengan mewah sangat kagum apalagi kelopak mawah merah yang bertebaran memenuhi isi ruangan itu menambahkan kesan mewahnya.
'' Ayah menyiapkan ini semua,'' gumam Devita dengan takjub.
'' Ayah mertua ku sangat the best,'' cetus Daniel, mereka masuk melangkah dengan perlahan yang masih saling menggenggam itu.
Devita melepaskan genggaman itu untuk menuju ke sebuah lambang hati yang terdapat di lantai marmer coklat itu.
Daniel kembali melangkah ke arah pintu untuk menutupnya dan kembali lagi menghampiri Devita yang tengah terpesona melihat kamar yang dipenuhi bunga mawar favorit nya.
'' Daniel lihatlah, ini sangat indah.'' Ucapnya dengan excited, tapi saat matanya melihat ke arah ranjang king size yang juga di hias dengan sangat indah seketika pipi Devita memerah, Daniel yang melihat Devita yang tengah malu merasa sangat gemas.
'' Aku ingin membersihkan tubuh ku dulu ya,'' ucap Daniel dan Devita hanya mengangguk pelan.
'' Apa yang harus aku lakukan,'' gumamnya yang sudah duduk di pinggiran ranjang.
'' Haaahhh entahlah. Aku sangat lelah,'' mulut Devita sudah menguap beberapa kali karena memang ia sudah benar-benar mengantuk, duduk seharian menyambut para tamu sangatlah melelahkan, akhirnya ia sudah tidak bisa lagi menahan keinginannya untuk memejamkan mata indahnya diapun tertidur dengan masih menggunakan gaun pengantinnya.
Sesaat kemudian Daniel keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuknya yang di lingkarkan di pinggangnya, ia melihat ke arah ranjang yang terdapat Devita disana yang sudah pulas masuk ke alam mimpinya.
Daniel mendekat, matanya seakan-akan tidak ingin berhenti melihat wajah cantik Devita yang tengah tertidur begitu pulasnya.
'' Honey, bangun dulu yuk. Kau belum membersihkan tubuh mu dan riasan wajah mu,'' ucap Daniel membangunkan Devita dengan nada yang begitu lembut, tapi Devita tidak sama sekali terganggu dengan panggilan Daniel.
Daniel terkekeh melihat Devita yang sangat pulas itu, ia kembali mengusap pipi Devita dan membangunkan nya tapi tetap Devita masih stia di alam mimpinya, pikiran jahil Daniel langsung terkonek, ia segera menggoyangkan kepalanya bertujuan agar air-air yang masih ada dirambutnya mengenai Devita.
Dan akhirnya berhasil, Devita mengerjapkan matanya karena terkena cipratan air yang berasal dari rambut basahnya.
'' Emmmm, Daniel. Aku mengantuk.'' Gumam Devita.
__ADS_1
'' Ya aku tau honey, tapi kau harus membersihkan diri dulu baru setelah itu kau lanjutkan tidur cantik mu itu,'' ujar Daniel, akhirnya Devita beranjak dari rebahannya dan berlalu ke kamar mandi dengan mata yang setengah meram.
Dugh
'' Aduuuhhh,'' teriak Devita.
Daniel langsung menoleh karena teriakan Devita.
'' Hei kau kenapa sayang,'' tanya Daniel yang langsung menghampiri Devita yang tengah mengusap dahinya yang terhantuk pintu kamar mandi.
'' Astaga dahi mu memar,'' ucap Daniel dengan rasa khawatir nya.
'' Sakit Daniel,'' ucapnya dengan manja.
'' Pasti kau berjalan dengan mata yang tertutup kan, kau ini benar-benar.'' Daniel terkekeh karena baru tahu tingkah menggemaskan Devita.
Devita merasa ada yang janggal, matanya melebar saat melihat Daniel yang hanya menggunakan handuk tanpa pakaian lainnya, pipinya bersemu merah karena baru pertama kalinya ia melihat pria yang bertelanjang dada seperti itu.
Daniel kembali terkekeh ia mencubit hidung Devita dengan gemas.
'' Sudah sana bersihkan dirimu, aku akan berpakaian.'' Ucap Daniel dan Devita hanya menganggukkan kepalanya.
Dengan cepat Devita membuka pintu dan masuk ke dalam nya.
'' Kau benar-benar menggemaskan, Vita.'' Gumam Daniel yang masig terkekeh geli karena Devita.
Di kamar mandi Devita tengah gundah, setelah dia keluar dari kamar mandi apa yang harus di lakukan ia benar-benar merasa canggung sebab dia akan tidur di satu ranjang bersama Daniel.
Devita sudah membersihkan dirinya, dia keluar dari kamar mandi menggunakan baju handuknya karena ia lupa membawa baju ganti ke dalam kamar mandi, matanya melihat Daniel yang sudah berpakaian dan tengah sibuk memainkan ponselnya.
'' Kau sudah selesai,'' tanya Daniel tanpa melihat Devita yang sedang tertunduk malu.
'' He'em,'' jawabnya, ia melangkah ke arah lemari besar untuk mengambil pakaiannya tapi saat Devita membuka kemarin itu matanya melebar kembali.
Tbc...
__ADS_1