Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Tamu di Siang Bolong


__ADS_3

Hari yang sangat melelahkan tapi tidak bagi Puspa, dia sendiri yang meminta untuk ikut andil mempersiapkan apapun yang di butuhkan untuk acara pertunangan sahabatnya malam nanti.


'' Kau lelah ya, Pu?'' tanya Devita melihat Puspa yang baru tiba dan langsung membaringkan tubuhnya ke ranjangnya.


'' Tidak, aku hanya merasa perjalanan persahabatan kita akan berbeda nantinya,'' jawab Puspa dengan mata yang menatap langit-langit kamar.


Ya Puspa memang sudah beberapa hari ini tinggal di Mansion keluarga Huang, karena Mamah nya sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar negri.


'' Maksud mu berbicara seperti itu apa?''


'' Ya nanti malam adalah acara pertunangan mu dan tidak lama lagi acara pernikahan mu, waktu mu sudah tidak seperti seorang gadis lagi nantinya, tapi waktu mu untuk suamimu kan.'' Jawaban yang cukup spesifik dari Puspa, ya memang waktu seorang wanita yang sudah bersuami akan berbeda dari wanita lajang.


Devita diam dengan pikiran yang membenarkan apa kata sahabat nya itu, tapi ia juga berkeinginan untuk bisa membagi waktunya untuk sahabat nya walau sudah bersuami.


Tapi apa bisa? tentu bisa kalau dia mau.


'' Pu, kita bersahabat sudah lama, dan aku lebih dulu mengenal mu ketimbang mengenal Daniel, tentu aku akan membagi waktu ku untuk mu juga.'' Devita tidak bisa jauh dari Puspa karena dia lah sahabat wanita satu-satunya yang menemaninya dari keterpurukan nya dulu.


'' Uuuhhhh, jangan membuat ku terharu Dev,'' kedua gadis yang terikat dalam kata persahabatan itu saling meluapkan harunya dengan cara memeluk satu sama lain.


Setatus memang akan berbeda tapi mereka meyakini perbedaan nya kelak tidak akan membuat persahabatan di antaranya putus, mereka bisa menjamin itu.


Suara ketukan pintu nyarung terdengar di telinga mereka.


'' Pu tolong bukakan ya, aku ingin ke toilet sebentar.'' Devita berlari ke toilet kamarnya karena sedari tadi menahan hajatnya.


Puspa menggeleng heran dengan kebiasaan yang Devita lakukan, selalu menahan keinginan buang air kecil kalau belum terlalu ingin. Puspa turun dari tempat tidur dan beranjak untuk menggapai pintu.


'' Ya ada apa?'' tanya Puspa dengan ramah.


'' Ada seseorang yang mencari Nona muda, Nona.'' Ucap Mimi yang bekerja di Mansion Keluarga Huang.

__ADS_1


'' Oh iya, Devita sedang di toilet nanti saya sampaikan,'' jawab Puspa, maid itu berlalu pergi setelah berpamitan pada Puspa.


'' Siapa?'' tanya Devita yang baru muncul dari dalam bilik kamar kecil.


'' Mimi mengatakan di bawah ada yang mencari mu,'' jawab Puspa.


'' Mencari ku? siapa?''


'' Entahlah, sudah lebih baik kau temui saja, aku akan ke kamar kecil.'' Puspa berlalu bergantian memakai kamar mandi.


Devita yang penasaran pun keluar kamar karena ingin menemui tamu di siang bolong itu.


Seorang gadis berdiri dengan membelakangi nya, pundak yang cukup familiar di mata Devita tapi karena ingin meyakininya Devita lebih mendekat ke arah gadis itu.


'' Chloe,'' lirih Devita, expresi terkejutnya tidak bisa di sembunyikan ada rasa trauma saat melihat orang-orang yang ada di masalalunya sebenarnya, tapi dengan hati yang dikuatkan Devita berusaha tenang.


Merasa namanya disebut, gadis itu membalikan badannya, ya ternyata benar gadis itu adalah Chloe, sepupu Devita sendiri.


'' Dev.'' Chloe tersenyum dengan lembut kearah Devita, melangkah mendekat ke arah Devita yang berdiri terpaku di tempat dengan jarak 4 meter dari posisinya.


'' Aku tahu kau takut aku akan berbuat jahat padamu, tapi aku ke sini untuk mendapatkan maaf dari mu, aku sadar dengan kesalahan yang aku dan keluarga ku perbuat padamu.'' Chloe menjeda ucapannya sejenak untuk menarik nafas dan membuangnya dengan perlahan.


'' Jadi aku kesini mewakilkan keluarga ku juga, meminta maaf padamu dengan sangat.'' Ucapan Chloe tidak bisa langsung dipercaya Devita, kali ini ia merasa harus benar-benar lebih berhati-hati dengan apapun itu.


Chloe menghela nafasnya, mungkin ia harus mengerti tekanan batin yang di terima Devita selama hidup dengan keluarga nya sangat lah berat, bahkan sampai pernah mengidap gangguan di mentalnya karena terlalu sering mengalami penyiksaan fisik dan mental dari Paman Bibi serta sepupunya sendiri.


Sakit di fisik mungkin akan cepat hilang tapi kalau mental? siapa yang menjamin itu, yakinlah mental yang terganggu akan menyisakan luka seumur hidupnya.


'' Aku tahu kau tidak mempercayai ucapan ku, tapi aku kesini bukan hanya ingin meminta maaf pada mu saja, tapi untuk bertemu dengan Paman ku juga, apa beliau ada?'' ucapnya lagi.


Devita menggeleng pelan untuk menjawab ucapan Chloe.

__ADS_1


'' Ayah sedang keluar, mungkin sebentar lagi akan pulang,'' jawab Devita dengan wajah dinginnya.


'' Apa boleh aku menunggu nya?''


'' Ya silakan,'' Devita mempersilahkan Chloe untuk duduk di sofa ruang tamunya itu.


Tapi saat bokongnya ingin menyentuh kulit sofa mewah itu, suara wanita dari atas tangga terdengar dan membuat Chloe mengurungkan niatnya lagi untuk duduk.


'' Ada apa kau kesini? untuk menyakiti Devita lagi?'' tanya Puspa nyalang, ya suara itu adalah suara Puspa, rasa bencinya pada Chloe sangat kentara di wajah cantiknya.


'' Puspa, apa kabar?'' tanya Chloe dengan senyumnya, tapi senyumnya itu tidak di balas dengan Puspa melainkan hanya di balas decakan rasa kesal dari bibir mungil seorang Puspa Kinara.


'' Kita ternyata bertemu disini, oh ya, aku juga ingin meminta maaf pada mu, atas apa yang ku lakukan pada mu, ku harap kau juga akan memafkan ku.'' Ujar Chloe dengan sedikit membungkukan badannya.


'' Apa kau baru saja mendapatkan hidayah? ada apa dengan sikap mu?'' bukan hanya Devita yang tidak langsung mempercayai ucapan Chloe, Puspa juga. tapi perbedaan sikap Devita dan Puspa untuk menyikapi ucapan Chloe sangat kontras.


Devita yang tidak langsung menunjukkan ketidak yakinannya pada Chloe dan Puspa yang terang-terangan bersikap sebaliknya.


'' Ada tamu rupanya,'' ucap seseorang bersuara berat berasal dari arah pintu masuk yang terdengar jelas oleh ketiga gadis itu.


Mereka menoleh dengan kompak.


'' Paman,'' lirih Chloe. Ya seseorang itu tidak lain adalah pemilik Mansion mewah yang di datenginya.


'' Ooh, keponakan ku rupanya, duduklah.'' Ucap Mahendra yang mempersilahkan duduk Chloe.


Chloe yang langsung duduk karena di persilahkan duduk dan Devita yang ikut duduk yang posisinya bersebrangan dengan Chloe.


'' Duduklah,'' Devita menarik tangan Puspa agar ikut duduk dengan nya, mata Puspa terus memperhatikan Chloe tanpa sedikitpun ingin mengalihkan pandangannya, rasa keingintahuan dengan tujuan Chloe lah yang membuat Puspa seakan mengintimidasi lewat tatapannya.


'' Ada apa kau kemari, Nak?'' tanya Mahendra yang sudah duduk dengan Reno yang selalu berada di belakang nya.

__ADS_1


'' Ini paman, aku ingin memberikan sesuatu.'' Chloe meraih tas punggung nya dan membuka nya untuk mengambil sesuatu di dalamnya.


Tbc....


__ADS_2