Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Dua Tujuan yang Berbeda


__ADS_3

Budayakan Like sebelum atau setelah Membaca ya aka aka ku tersayang 😊😊


Dan tolong tinggalkan jejak komentar nya doong, biar Author lebih semangat nulisnya 😊😊😊..


Banyak maunya yaaπŸ˜„ iya emang πŸ˜†πŸ˜†


eettt satu lagi,, VOTE nya jangan lupa😁✌✌


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...



Semakin hari sifat posesif Daniel semakin parah, Ia begitu menjaga Devita dengan ketat, entah perasaan Daniel belakangan hari ini sangatlah gelisah.


Saat dirinya berjauhan dengan Devita, Daniel sudah menyiapkan beberapa pengawal untuk menjaga Devita dengan yang pastinya Devita tidak mengetahui nya.


Entah ini berlebihan atau bagaimana tapi Daniel tidak akan rela kalau terjadi apa-apa nantinya pada Devita.


Devita saat ini sedang berada di kampusnya, sudah hampir seminggu Ia cuti.


Baru saja masuk kampus, rumor Devita berpacaran dengan pria dewasa sudah menyebar luas, apa lagi Devita datang dan pulang dari kampus selalu di jemput antar dengan mobil mewah dan penampilan Devita yang berubah.


Devita tidak mempermasalahkan rumor yang menyebar luas itu, karena dia menganggap rumor seperti itu akan hilang dengan sendirinya.


Tiga sekawan saat ini sedang berada di kantin kampus, siapa lagi kalau bukan Devita, Puspa dan Jonathan.


''Dev, kamu apa tidak terganggu dengan gosip di kampus ini?'' tanya Puspa pada Devita setelah menyelesaikan makannya.


''Tidak, biarkanlah mereka Pu, memang kenyataan nya aku berpacaran dengan pria yang beda usia cukup jauh kan.'' Jawab Devita dengan santai.


''Hanya beda 7 tahun, Dev.'' Ucap Puspa lagi.


''Sama saja,''


Jonathan hanya menyimak pembicaraan dua gadis di depannya, tanpa ingin ikut ke dalam pembicaraan mereka.


Ada beberapa kumpulan gadis yang duduk di sudut kantin yang sepertinya sedang menggunjingkan Devita karena terlihat dari lirikan mereka yang mengarah pada Devita.


''Hey, apa yang kalian lihat?'' teriak Puspa pada kumpulan gadis itu.


Dua orang gadis mendekat ke arah Devita Puspa dan Jonathan.


''Jo, ngapain kamu gabung dengan gadisnya sugar daddy,'' sindir gadis yang bernama Sarah.

__ADS_1


''Siapa yang kau sebut seperti itu?'' tanya Jonathan dengan cuek.


''Jangan belaga tak mengerti, Jo.'' Timpal temannya Tamara gadis yang satunya.


''Jika kalian tidak tau apa yang terjadi dan yang sebenarnya, jangan terburu-buru mengambil kesimpulan sendiri,'' ucap Jonathan masi mode santai.


''Kami memang sudah sangat tau kok, dari apa yang kita lihat selama ini itu sudah cukup membuktikan nya kan.'' Ketus Sarah dengan gaya menyebalkannya.


''Iya benar, lihat penampilan nya saja sudah jauh berbeda dari sebelumnya,'' sindir Tamara gadis yang di sebelah Sarah.


Brakkk


Jonathan menggebrak meja kantin begitu kuatnya, sampai Devita dan Puspa terlonjak kaget di buatnya.


''Sudah ku katakan, jangan menyimpulkan sesuatu sembarangan.'' Ucap Jonathan dengan tegas.


Sarah dan Tamara bergidik ngeri melihat Jonathan yang di kenalnya pria yang ramah tapi bisa seemosi itu.


''Tapi Jo,'' ucapan Sarah terpotong.


''Bisa pergi dari sini,'' ucap Jonathan dengan pelan dan tatapan yang penuh dengan pringatan.


''Kau memakai apa Dev, sampai semua pria bisa simpatik terhadap mu,'' ketus Tamara.


''Sudah ku bilang, PERGI DARI SINI!!!'' bentakan yang berasal dari mulut Jonathan membuat penduduk kantin terkejut.


Sarah dan Tamara gemetar takut, dan langsung berlalu dari sana dengan wajah yang sudah pucat pasih.


''Jo, kau keren,'' ucap Puspa dengan wajah yang menyiratkan rasa kagum.


Tepukan keras di dapatlan Puspa dari Devita.


''Aaawwww, sakit Dev.'' Jerit puspa mengusap lengannya yang memerah.


''Kau ini tidak bisa melihat situasi, Jonathan sedang emosi kau malah menggoda nya,'' bisik Devita.


''Habisnya dia keren, he he he.'' Kekeh Puspa dengan geli.


.


.


Di CR Group.

__ADS_1


''Shitt!!''


''Kau tidak bisa menyelidiki nya.'' Bentak Daniel dengan emosi yang memuncak.


''Kami sedang berusaha, Tuan.'' Ucap Zen, Zen dengan anak buah Daniel yang lainnya sedang menyelidiki siapa orang yang menerornya belakangan ini, tapi belum ada titik terang dari penyelidikan iti.


Suara ketukan pintu terdengar, Zen melihat ke arah Daniel dan Ia pun mengangguk.


Klik


Pintu di buka Zen, ternyata Kemal lah yang datang dengan gaya coolnya.


''Ka,, emm maksud ku Tuan, Aku ada informasi penting.'' Ucap Kemal mengatakan tujannya kemari.


''Katakanlah,''


''Dari banyak petunjuk, ternyata bukan hanya satu orang yang meneror mu, melainkan ada dua orang namun berbeda tujuan.'' Ucapan Kemal tengah di tela'ah baik dengan Daniel.


''Berbeda tujuan?'' Daniel tengah berpikir apa maksud dari adik tirinya ini.


''Ya, tidak mungkin kau tidak mengerti.'' Ucap Kemal dengan serius.


''Apa-apaan mereka berdua ini, berbicara dengan kode seperti itu,'' batin Zen.


''Ya aku sangat mengerti maksud mu, tapi siapa mereka?''


''Aku belum mengetahui nya kelanjutan nya, tapi dua tujuan yang berbeda itu, satu pihak sudah membantu kita secara sembunyi-sembunyi.''..


''Benarkah.'' Timpal Zen, Daniel dan Kemal menoleh ke arahnya dengan tatapan yang tajam.


''Maaf,'' Ucap Zen dengan cepat.


Ponsel Daniel dan Kemal berdering secara bersamaan, dan mereka pun mengangkat juga secara bersamaan.


''Tuan, kami di serang.'' Ucap seseorang di sebrang sana yang menghubungi Daniel.


''Tuan, Nona di bawa pergi seseorang .'' Ucap seseorang yang menghubungi Kemal.


Daniel dan Kemal saling berpandangan, Zen yang hanya menyaksikan hanya kebingungan.


Kedua kaka beradik itu, bergegas pergi dengan wajah yang tegang, Zen masih berdiri di tempatnya karena bingung harus apa.


''Bodoh, ayo ikutt.'' Teriak Daniel pada Zen.

__ADS_1


__ADS_2