
Dua bulan berlalu.
Daniel semakin kewalahan meladeni kemauan istrinya yang selalu terbilang aneh, masa ngidamnya di jalani dengan manja nya Devita dan hari ini Daniel tengah kebingungan karena permintaan Devita.
'' Aku harus mencari dimana jenis makanan itu,'' gumam Daniel yang saat ini sedang berada dalam perjalanan mencari suatu jenis makanan yang sedang Devita inginkan.
'' Apa itu tadi namanya, Ba-bak,,'' Daniel mendesis karena tudak mengingat nama yang Devita sebutkan.
Akhirnya Daniel menghubungi nomor Devita untuk menanyakan lagi.
'' Honey, tadi kau menyebutkan nama makanan apa? aku lupa,'' ucap Daniel hati-hati karena takut istrinya merajuk.
'' Daniel, kau keterlaluan,'' omel Devita
'' Maaf honey, aku benar-benar tidak mengingat nya,''
'' Bakso Daniel, aku tidak mau tahu kau harus membelikannya untuk ku,'' rengek Devita yang tiba-tiba mematikan sambungan telpon dengan sepihak.
Daniel berdecak kesal, dia sangat frustasi, sudah 3 jam dia menyusuri jalan tapi makanan yang di inginkan istrinya belum juga dia temukan.
'' Kemal, aku rasa dia bisa membantu ku,'' gumam Daniel.
Daniel pun menghubungi nomor Kemal namun beberapa kali di hubungi nomor Kemal tetap tidak ada yang mengangkat.
'' Sial, kemana anak ini,'' gerutunya, karena tidak bisa menghubungi nomor Kemal akhirnya Daniel menancapkan gasnya lagi menuju restoran Kemal berharap bisa bertemu dengan adik tirinya itu.
Sesampainya di restoran, Daniel langsung masuk ke dalam dan mencari sosok Kemal.
'' Tuan Kemal sedang ada tamu Tuan, Tuan bisa menunggu di sana,'' ucap seorang karyawan restoran.
'' Apa kau bilang, menunggu!! kau pikir aku tidak memiliki pekerjaan, hah!!'' bentak Daniel dengan nyalang.
'' Maaf Tuan,'' lirihnya.
'' Cepat panggilkan dia, bilang kakanya mencarinya,'' cetus Daniel tanpa sadar.
Ucapan Daniel membuat karyawan itu ternganga, karena dia belum pernah tau kalau bosnya itu memiliki kakak.
'' Baik Tuan,'' karyawan itu berlalu ke ruangan Kemal.
Mengetuk pintu dengan hati-hati, karena dia sangat paham dengan sifat bosnya jika sedang ada tamu dia tidak ingin ada yang menganggu nya.
Kemal membukakan pintu dengan tatapan tajam nya.
'' Ada kepentingan apa sampai kau mengganggu ku,'' ucapa Kemal dengan nada datanrnya.
'' Ma-maaf Tuan, di depan ada seseorang yang mencari Tuan,'' jawab karyawan itu.
'' Apa anda tidak bisa mengatakan jika aku sedang sibuk,''
'' Ta-tapi tuan, dia mengatakan kalau dia kakaknya tuan Kemal,'' ucapan karyawan itu membuat Kemal melebarkan mata nya.
__ADS_1
'' Apa kau yakin,'' tanya Kemal memastikan.
'' Iya tuan dia mengatakan kalau dia kakak tuan Kemal,''
Kemal langsung menerobos melewati karyawan nya. '' Permisi,'' ucap Kemal dengan tergesa-gesa.
Kemal berjalan sedikit berlari karena dia sangat tahu kalau memang seseorang itu yang ternyata adalah Daniel, Daniel akan marah jika harus menunggu dengan waktu lama.
'' Kakak, ada apa?'' tanya Kemal.
'' Kau sudah berani membuat ku menunggu,'' omel Daniel.
'' Maaf ka, aku tidak tahu kalau kakak yang datang, kakak kenapa tidak menghubungi ku terlebih dulu,''
'' Kemana ponsel mu?'' tanya Daniel.
Kemal meraba tubuhnya mencari ponsel nya, namun tidak dia temukan.
'' Astaga, ponselku ketinggalan di kamar di rumah ku,'' ucap Kemal dengan panik.
Daniel tidak mengeluarkan suara apapun dan itu membuat Kemal salah tingkah.
'' Maaf ka, eeeehhh.. memangnya kakak ada perlu apa mencari ku, apa ada keperluan yang mendesak atau ada sesuatu yang darurat?'' tanya Kemal dengan khawatir.
'' Apa disini kokinya sangat ahli?'' tanya Daniel yang membuat Kemal menyatukan alisnya.
'' Koki disini sangatlah handal ka, memangnya ada apa?''
'' Sepertinya bisa, apa kakak ingin bertemu langsung dengan koki ku,''
'' Ya,''
'' Baik ka sebentar,'' Kemal pun memanggil sala satu karyawan bagian dapur untuk memanggil kepala koki lnya langsung untuk menghadap dirinya.
'' Ayo ka ke ruangan ku,'' ajak Kemal dan mereka pun menuju ruangan Kemal.
'' Apa kau bisa membuat jenis makanan yang bernama Bakso?'' tanya Daniel pada koki yang baru saja datang.
'' Bisa Tuan,'' jawabnya.
'' Buatkan yang enak dan sehat, karena istriku sedang mengidam dan menginginkan bakso,'' suruh Daniel.
Kemal yang mendengar ucapannya Daniel terkejut karena memang dia belum mengetahui kabar itu.
'' Baik tuan, kalau begitu saya permisi,''
'' Ya, pastikan itu enak dan sehat,''
Kepala koki itupun berlalu pergi setelah permisi pada Kemal dan Daniel.
'' Kakak, Devita sedang mengandung?'' tanya Kemal.
__ADS_1
'' Panggil dia kakak ipar,'' omel Daniel.
'' Baik ka maaf, maksud ku kakak ipar,''
'' Ya dia sedang mengandung, dan kau tau aku sangat menikmati masa-masa ini,'' Daniel bercerita dengan raut kebahagiaan, Kemal memperhatikan dengan seksama dia sangat bahagia melihat kakaknya mau bercerita panjang dengan nya.
'' Terkadang aku harus melakukan ini dan itu, tapi aku tidak pernah mempermasalahkan nya karena ini permintaan calon anak ku,''
'' Aku ikut bahagia kak,''
'' Terima kasih, dan kau kapan akan meresmikan hubungan mu dengan Puspa?''
Pertanyaan Daniel lagi-lagi membuat Kemal sangat bahagia karena semakin hari Daniel bisa terbuka dan peduli dengannya.
'' Aku menunggu Puspa lulus ka,'' jawab Kemal.
'' Ya sudah, jika ada sesuatu langsung beritahu aku,''
Menunggu Setengah jam akhirnya koki itu membawakan beberapa hasil buatan nya kedalam ruangan Kemal dengan menggunakan trolli dorong.
'' Silahkan tuan, cicipi,'' ucap koki itu.
Daniel mencicipi nya dengan hati-hati karena baru kali ini ia melihat dan mencicipi makanan dengan nama bakso.
'' Kok aneh ya, ganti,'' ucap Daniel dengan expresi yang terlihat jijik.
'' Silahkan Tuan,''
Daniel mencicipi bakso yang berbeda, dan expresinya menandakan dia juga tidak suka rasa bakso nya.
'' Tidak enak,'' ucap Daniel menyingkirkan mangkuk itu.
'' Ini tuan, semoga kali ini cocok di lidah Tuan,'' ucap koki menyerahkan mangkuk yang ke tiga.
Daniel pun mencicipi nya, semula expresinya sangat aneh namun sesaat kemudian expresi itu berubah.
'' Bagus, ini saja. Bungkus kan, aku akan membawa yang ini,'' ucap Daniel.
Beberapa saat kemudian Daniel berpamitan dengan membawa paper bag ditangan nya yang di dalam nya ada makanan permintaan istrinya.
Di perjalanan Daniel begitu bahagia karena berhasil mendapatkan apa yang Devita inginkan, tapi dia tidak mengetahui kalau di belakang mobilnya ada sebuah mobil mengikuti nya sedari tadi.
Daniel yang tidak menyadari nya hanya menyetir dengan tenang, tanpa menoleh ke belakang.
Daniel pun sampai di apartemen nya, memarkirkan mobilnya dan menuju lift untuk naik ke atas.
Langkah Daniel terus saja di ikuti dan Daniel tetap tenang tapi saat Daniel akan melewati sebuah belokan untuk ke kamarnya.
Tiba-tiba Orang yang mengikuti nya sedari tadi tergeletak dengan bersimbah darah.
'' Apa yang kalian inginkan, jangan mencoba bermain-main dengan ku,'' ucap Daniel.
__ADS_1
Daniel menghubungi pengawalnya untuk mengurus orang yang sudah tidak lagi bernyawa itu.