Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Diner AirMata


__ADS_3

Daniel tengah mengurus kepulangannya ke negara asalnya bersama Devita, tapi lebih tepatnya bukan dia yang mengurus, dia hanya memerintah saja, yang menjalani siapa lagi kalau bukan Zen.


Suara ketukan pintu terdengar, seorang gadis baru saja selesai melakukan ritual mandinya, ya dia Devita, lepas pulang dari mengelilingi jakarta, Ia langsung berendam di kamar mandi.


Dengan memakai baju handuknya, Devita membuka pintu untuk melihat siapa yang terus mengetuk pintu tersebut.


''Daniel,'' ucap Devita.


Daniel yang melihat penampilan Devita hanya menggunakan baju handuknya menelan salivanya dengan sulit, rambut yang masih basah dan wajah polos yang masih ada buliran air membuat Devita terlihat sangat Sexi.


Devita memanggil nama Daniel lagi karena Daniel hanya diam membisu.


Sedetik kemudian, Daniel tersadar saat Devita menyentuh lengannya.


''Kamu baru selesai mandi?'' tanya Daniel.


''Iya, kamu ada apa kesini?''..


''Aku ingin mengajak mu makan malam di restoran hotel,'' ucap Daniel, Daniel seakan tersirap dengan wajah polos Devita sampai Ia terus menatapnya tanpa berkedip sedikitpun.


''Ya sudah aku berpakaian dulu,'' jawabnya.


Saat Daniel ingin berlalu pergi tapi Ia urungkan dan membuat Devita mengernyitkan alisnya dan tidak jadi menutup kembali pintunya.


''Ada apa Daniel?''


''Lain kali kalau kau ingin membuka pintu jangan berpenampilan seperti ini, aku tidak rela penampilan mu yang seperti ini di lihat orang lain kecuali aku,'' lepas berkata itu Daniel berlalu setelah memberikan senyum manisnya.


Pipi Devita bersemu merah, Ia baru mengerti kenapa Daniel tadi menatap nya tanpa berkedip, Ia buru-buru menutup pintu dan tidak lupa untuk menguncinya.


Memakai baju yang pantas untuk pergi makan malam, Devita berhias dengan senatural mungkin tapi tidak menghilangkan kesan manisnya.


Mengambil ponsel dari atas tolet dan jarinya menekan icon kamera untuk berselfie.



Setelah memengambil gambar, Ia mengirimkan hasil potret nya ke nomor Daniel dengan caption, 'aku sudah siap' dengan emoticon hati ❤💞 di akhir nya.


Tidak ada balesan dari Daniel namun sudah terbaca, tidak lama pintu kembali di ketuk seseorang, dengan langkah riangnya, Devita melangkah ke arah pintu dan membukanya.


Daniel yang berdiri di ambang pintu sangat terpesona melihat penampilan elegant Devita malam ini, Devita bersemu merah.

__ADS_1


''Ada kau melihat ku seperti itu?'' tanya Devita dengan suara pelan.


''Cantik,'' cetus Daniel, Devita yang mendengar ucapan Daniel semakin salah tingkah di buatnya.


''Daniel, please jangan menatap ku seperti itu,'' ucap Devita masih dengan pipi merahnya.


''Kau malu,'' tawa Daniel.


''Ya sudah, ayo kita turun.'' Daniel memberikan Lengannya untuk di rangkul Devita, dengan sangat sigap Devita pun merangkulnya.


Berjalan dengan sangat elegant, sepasang kekasih itu menjadi pusat perhatian siapapun yang melihat nya.


Daniel membawa Devita kesebuah tempat yang sudah di pesan nya dengan sangat khusus, bagian Restoran yang di khususkan untuk acara diner romantis lah yang di pesan Daniel.


Di sebuah pintu besar ada dua orang pelayan yang sudah menyambutnya dan mengantarkan Daniel dan Devita ke meja yang terdapat hanya ada dua kursi dan lilin-lilin serta bunga mawar berwarna putih kesukaan Devita menjadi pelengkap nya.


''Daniel, kau yang menyiapkannya?'' tanya Devita dengan binar di matanya.


''Kau suka,'' dengan cepat Devita mengangguk sebagai jawaban nya.


Dengan pemandangan langsung ke alam, lampu-lampu dari bangunan saat malam hari menambah kesan indah kota jakarta, dan bintang-bintang sebagai pemanis makan malam mereka.


Daniel membawa Devita duduk di kursi dan Ia pun ikut duduk setelahnya,


Devita terus tersenyum karena rasa bahagia yang di perlakuan istimewa malam ini.


Setelah beberapa saat kemudian ada pelayan lagi yang mengantarkan makanan pembuka, mereka pun memakannya dengan sangat hikmat, sesekali Daniel melirik Devita yang terus tersenyum itu.


Setelah selesai dengan makan malamnya, Daniel menjetikan jarinya berbarengan seorang pelayan membawa sebuah nampan yang terdapat nya ada sebuah kotak kecil di sana.


Pelayan itu menyerahkan nampan dan Daniel mengambil kotak kaca kecil yang berkilau itu dari sana, pelayan berlalu pergi setelah mendapatkan kode dari Daniel.


Perlahan Daniel bangun dari duduknya dan meraih tangan Devita untuk berdiri sejajar dengan nya.


Kedua netra mereka bertemu cukup lama.


''Devita Maharani Huang, dengan di saksikan bintang-bintang di atas langit, aku meminta mu untuk menjadi milik ku, apa kau bisa menerima ku?'' ucap Daniel dengan lembut.


Tidak ada jawaban dari Devita, Ia masih terkejut dengan tindakan Daniel.


''Kita memang sudah menjalin hubungan, tapi apa kau ingat ucapan ku. Saat itu aku bilang mari mencoba menjalin hubungan, dan aku ingin kata Coba itu hilang.'' Ujar nya dengan panjang lebar.

__ADS_1


''Dan kali ini, aku ingin menjalin hubungan serius dengan mu.''.


''YOU WILL MARRY ME.'' Kata-kata itu terucap dengan lantang dari mulut Daniel.


Mata Devita kian berkaca-kaca, antara haru dan bahagia kian bersatu, kata-kata yang membuat kaum hawa merasa bahagia itu sekarang di lontarkan dari mulut Daniel untuk Devita.


Daniel menyusut air mata Devita yang sudah menetes dari pelupuk matanya.


''You will marry me,'' ucapnya lagi.


Tapi tanggapan Devita membuat Daniel heran.


Dengan cepat Devita melepaskan genggaman Daniel, dan terlihatlah raut wajah kecewa di wajah Daniel.


''Maafkan aku Daniel,'' lirih Devita.


Daniel melangkah mundur dengan raut wajah kecewanya.


''Apa kau menolak ku, Vita?'' tanya Daniel dengan sendu.


Devita masih diam tanpa expresi.


Daniel menghela nafas dengan berat mencoba tenang walau hatinya hancur.


''Aku mengerti,'' lirih Daniel, Daniel berbalik berniat untuk pergi tapi seketika tubuhnya di dekap dari belakang.


''Devita kau menangis?'' tanya Daniel karena Ia merasakan kemejanya basah dengan air mata Devita yang mendekapnya.


''Kau tidak perlu merasa bersalah, aku akan mengerti kok,'' ucap Daniel lagi.


Devita melepaskan dekapannya dan meraih tangan Daniel untuk berbalik ke arahnya.


Daniel berusaha tersenyum dengan lembut dan tangannya bergerak untuk menghapus air mata Devita.


''Aku sudah bilang, aku sangat membenci air mata,'' ucapnya.


''Daniel,''


''Heemm,'' jawab Daniel.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2