Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
PENYATUAN


__ADS_3

Sudah hampir petang, Devita dan Daniel sedang bersiap ingin pergi keluar, Devita sudah tidak sabar ingin berfoto di bawah menara Eiffel impian nya.


Setelah istirahat sejenak, Devita dan Daniel sudah lebih segar lagi, mereka sudah dalam perjalanan menuju tempat tujuan nya, hanya memerlukan 10 menit agar mereka sampai di sana.


Devita turun daru mobil dengan riangnya, ia benar-benar sangat bahagia saat ini, kota yang sangat di idam-idamkan sebagianborang akhirnya ia bisa mendatanginya.


'' Andai, Puspa turut ikut bersama kita ya Daniel,'' cetus Devita, Daniel terbelalak mendengar nya dan terpaksa menganggukinya.


'' Kalau dia ikut, beda lagi urusannya, mana bisa aku memberi makan teman ku ini,'' gumam Daniel.


Puas berselfie ria, Devita mengajar serta Daniel untuk berpose bersama nya dengan meminta bantuan turis yang melintas didekat nya untuk memotret nya.



(Anggap ajak ini hasil potretan nya ok😉😂)


Setelah memotret dan mengucapkan kata terima kasih pada turis itu Devita memeriksa hasil potretan nya.


'' Daniel ini sangat bagus, aku akan memajangnya di kamar kita nanti,'' ucapnya dengan excited nya, Daniel mengusap lembut kepala Devita.


Setelah cukup lelah, mereka pun pulang ke hotel.


Malam sudah semakin larut, pasangan pengantin baru sudah berada di kamarnya.


Daniel yang sibuk dengan ponselnya karena dia tidak bisa meninggalkan pekerjaan nya begitu saja, dan Devita yang tengah sibuk berbincang dengan Puspa lewat video call.


Devita terus berbincang sampau tengah malam, Daniel yang merasa di abaikan segera mendekati istrinya dengan perlahan.


'' Sudah malam, wanktunya kita tidur,'' bisik Daniel langsung ke telinga Devita.


Devita tertawa kecil karena merasa geli bersentuhan di kulit telinganya dengan rambut-rambut halus di wajah Daniel.


Puspa yang masih berada di layar menyaksikan langsung dan segera berpamitan untuk mematikan sambungan telpon nya.


'' Daniel kau menyebalkan, aku kan sedang bercerita banyak dengan Puspa,'' protes Devita tapi bukan menjawab ucapan Devita, Daniel malah tertawa kecil.


'' Kau tau sayang apa arti dari honeymoon?'' tanya Daniel.

__ADS_1


'' Bulan madu,'' jawabnya dengar dengan singkat.


'' Bulan madu berarti waktu untuk pasangan Pengantin baru kan?'' Devita hanya menganggukan kepalanya.


'' Jadi, waktu cerite pada sahabat mu nanti saja, sekarang waktunya untuk kita,'' ucap Daniel, Devita tersenyum malu, wajahnya memerah karena ucapan Daniel.


'' Tamu bulanan mu sudah pergi kan?'' tanya Daniel, ia sungguh tidak bisa lagi menahan nya, sudah cukup satu minggu ini dia terus menahan gejolak itu tapi tidak untuk kali ini.


Devita mengangguk lagi, ia benar-benar malu saat itu, Daniel mengucapkan dengan sangat frontal sampai membuat pipi Putih itu berubah menjadi merah.


Perlahan Daniel menidurkan tubuh Devita, menatapnya dengan tatapan cinta dan mentapa bibir berwarna merah muda ituitu dengan hasrat yang bergejolak, Daniel mulai mendekatkan wajahnya dan mulai mendaratkan bibirnya ke bibir Devita.


Awal memang ada sedikit masalah karena Devita yang merasa takut tapi lama-klamaan malam pengantin yang tertunda itu berjalan dengan semestinya.


Kebahagiaan Daniel bertambah karena adanya bercak merah yang menandakan bahwa Devita menjaga dirinya dengan baik dan Daniel lah yang beruntung mendapatkan nya.


Karena ini pertama kalinya untuk Devita, Daniel yang tidak ingin membuat rasa trauma kecil di diri Devita, dengan terpaksa ia menyudahi nya dengan hanya satu kali permainan saja.


Yang biasanya Daniel sanggup melakukan nya sampai 8 kali dalam waktu semalaman tapi tidak untuk kali ini, rasa cinta dan sayangnya membuat ia harus mengalah.


'' Terima kasih sayang, selamat tidur.'' Ucap Daniel dengan pelan dan mengecup singkat seluruh bagian wajah istrinya itu lalu ikut tertidur di dalam selimut yang sama.


Malam itu terlewati dengan suka cita seorang Daniel, kebahagiaan menyelimuti mimpi indahnya, memiliki istri untuk sepenuhnya memang sudah kewajiban seorang suami, dan istri pun sudah semestinya memberikan hak untuk suaminya.


Matahari sudah tinggi, pasangan pengantin baru itu belum juga terbangun dari tidurnya, pasangan yang sudah menyatukan cinta nya tadi malam belum juga mau bangun dari ranjang empuknya.


Suara deringan ponsel membuat mata lentik Devita mengerjap karena metasa terganggu dan tangannya yang mencari ponselnya di atas nakas dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka.


'' Ayah,'' gumam Devita yang langsung mengangkat panggilan itu.


'' Iya Ayah,'' ucap Devita dengan suara khas bangun tidur nya.


Saat Devita sedang berbincang dengan Ayahnya, Daniel terbangun dari tidur nya karena telinganya mendengar suara yang mengganggu tidur nya.


'' Honey, siapa yang mengganggu tidur mu itu, akan ku lempar ke Antartika,'' ucap Daniel dengan sangat jelas tanpa tahu siapa yang menelpon istrinya.


Tanpa permisi Daniel merebut pansel Devita dan menempelkan nya di telinganya sendiri.

__ADS_1


'' Ada apa kau mengganggu waktu kami, sudah bosan hidup kau, hah!!'' ucap Daniel dengan nada membentak tanpa melihat dulu siapa si penelpon itu.


'' Apa kau bilang, dasar menantu kurang ajar, awas kau ya,'' suara yang sangat di kenalnya itu terdengar jelas di telinga Daniel, seketika mata Daniel terbuka dan melihat nama di layar ponsel yang ternyata nama 'Ayah ku yang tertera disana.


'' Astaga, Ayah mertua,'' gumam Daniel.


'' Iya ini aku, apa tadi kau bilang, mau melemparkan aku ke Antartika, iya,'' omel Mahendra.


'' Tidak Ayah, aku tidak tahu kalau yang menelpon itu Ayah, maafkan aku oke,'' ucap Daniel yang langsung mematikan sambungan telpon itu.


Daniel menoleh ke arah Devita yang sedang mentertawainya.


'' Kenapa kau tidak bilang kalau Ayah mertua yang menelpon,'' ucap Daniel, tapi Devita masih saja tertawa.


'' Kau yang salah kenapa main rebut ponselku begitu,'' jawabnya.


Akhirnya Keduanya tertawa karena drama di pagi menjalang siang itu.


'' Aku mau mandi,'' ucap Devita, saat ia ingin turun dari ranjang, ia menjerit kecil.


Daniel yang sangat paham dengan itu langit bangun dari tidurnya.


'' Sakit ya?'' tanya Daniel, Devita hanya mengangguk kecil sebagai jawabnnya.


Tanpa mengucapkan apapun lagi, Daniel langsung membopong tubuh mungil Devita yang tanpa memakai sehelai benangpun itu.


Daniel membawa Devita ke dalam kamar mandi dan menaruh nya di bathtub dengan perlahan, menyalahkan air hangat serta memberikan sabun beraroma terapi sebagai pelengkapnya.


Devita tertunduk mali karena Daniel yang tidak menggunakan apapun sebagiai pelindung tubuhnya alias bertelan*ang sampai terlihat jelas semua bagian tubuhnya yang membuat Devita merasa malu.


Tanpa di duga, Daniel pun turut masuk ke dalam bathtub dengan posisi tepat di belakang Devita.


Devita dapat merasakan sesuatu yang keras mengenai tubuhnya.


Merekapun melakukan ritual mandinya bersama dengan di akhiri penyatuan cinta mereka kembali di dalam sana.


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2