Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Tidak ada yang Tidak mungkin


__ADS_3

Budayakan Like sebelum atau setelah Membaca ya aka aka ku tersayang 😊😊


Dan tolong tinggalkan jejak komentar nya doong, biar Author lebih semangat nulisnya 😊😊😊..


Banyak maunya yaaπŸ˜„ iya emang πŸ˜†πŸ˜†


eettt satu lagi,, VOTE nya jangan lupa😁✌✌


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...



Semestinya pagi ini, Devita dan Puspa akan mengadakan acara pembukaan Toko bunganya, tapi kondisi Devita yang Drop tidak memungkinkan untuk tetap mengadakan acara pembukaan nya.


Saat ini Devita sedang istirahat di kamarnya, semalaman dia tidak dapat memejamkan matanya, pelukan Lucky di tubuhnya selalu membuat dia terbayang-bayang, dan setiap membayangkan nya Devita selalu menangis dan mandi secara tiba-tiba.


Puspa tengah kebingungan dengan sikap aneh Devita, dia juga tidak tau harus berbuat apa. semalaman Puspa juga kurang tidur, dia tidak enak hati untuk meninggalkan Devita tidur.


Puspa sedang memasak sarapan di dapur dan suara bel yang berbunyi nyaring membuat Ia menunda masaknya untuk membukakan pintu dan ternyata yang datang adalah Daniel Carroll.


''Tuan Daniel.'' Ucap Puspa.


''Dimana Devita?'' tanya Daniel dengan wajah paniknya.


''De-Devi ada di kamar nya, Tuan.'' Jawab Puspa dengan gugup.


Tanpa berkata apa-apa lagi, Daniel berlalu untuk segera menemui Devita di kamarnya, dengan sedikit kasar Daniel memuka pintu kamar Devita, dan terlihat Devita sedang tidur dengan lelapnya.


Dengan langkah yang perlahan untuk tidak menimbulkan suara dan mengganggu Devita, Daniel mendekat ke arah ranjang Devita.


Mata teduhnya memandang wajah polos yang sedikit pucat dengan sekitaran mata yang sedikit menghitam.


''Apakah dia tidak tidur semalaman?'' tanya Daniel pada Puspa.


Ya Puspa memang mengikuti Daniel ke kamar Devita, karena dia jyga ingin tau apa yang ingin di lakukan Daniel, perbuatan Lucky pada sahabat nya membuat Puspa sedikit was-was pada pria lain.


''Ya, semalaman Devita tidak dapat tidur, dan semalaman juga Ia bersikap sungguh aneh,'' jelas Puspa.


''Aneh? maksudnya?'' Daniel sedikit tidak mengerti dengan penuturan Pupsa, yang mengatakan Devita bersikap aneh.


Akhirnya Puspa menceritakan semuanya dengan detail, Daniel mendengarkan dengan seksama, setelah mendengar cerita Puspa, utar-urat leher Daniel menegang, yang menandakan Ia tengah menahan emosi.


''Ini semua karena lelaki berrengsek itu,'' gumam Daniel dengan geram.

__ADS_1


Daniel berjongkok untuk melihat wajah Devita lebih dekat lagi, tangannya merapikan surai rambut Devita yang menghalangi jarak pandangnya untuk melihat langsung wajah cantik gadisnya itu.


Dengan gerakan perlahan, Daniel mengusap kepala Devita dengan sangat lembut.


''Vita, maafkan aku yang tidak bisa memenuhi janji ku untuk selalu ada di setiap kau sedih.'' Lirih Daniel yang masih mengusap kepala Devita


''Kau pasti kerepotan untuk menghapus air mata yang keluar dari mata cantik mu, bukan.'' Lanjut nya.


''Aku kecewa pada diriku sendiri, aku pernah berjanji pada mu untuk tidak membiarkan mu menagis seorang diri tanpa adanya aku, tapi aku malah mengingkari nya.'' Daniel terus berucap dengan tangan yang terus mengusap kepala Devita


Puspa yang melihat adegan penuh keromantisan Daniel untuk Devita merasa terenyuh.


''Jiwa jomblo ku selalu berontak kala melihat adega yang seperti ini, Menyebalkan.'' Cebik Puspa yang berlalu dari kamar Devita untuk melanjutkan memasaknya.


Daniel memandangi wajah polos Devita, dengan lembut Ia mengecup kening Devita dengan penuh sayang.


''Aku akan membalas setiap tetes air mata yang keluar dari mata indah mu, Vita.'' Tekat Daniel, Daniel tidak sabar untuk memberi hukuman pada orang yang telah membuat Devita bersedih.


Kecupan sekali lagi mendarat di pipi mulus Devita, dan Daniel pun beranjak dari duduknya dengan merapihkan selimut agar Devita lebih nyaman lagi di dalam tidur damai nya.


Ia berlalu dari kamar Devita dan menutup pintunya dengan sangat pelan.


''Puspa, tolong jaga Devita sebentar, aku ada urusan,'' ucal Daniel.


Daniel pun keluar dari unit Apartement Devita.


''Dev, sekarang aku mulai yakin bahwa Daniel memang benar-benar menginginkan dirimu.'' Gumam Puspa dengan senyum manisnya.


Dengan terbawanya suasana, Puspa terus berucap sendiri dan melamun sampai tercium aroma tidak sedap dari arah dapur, Hidung kecilnya mengendus-endus bau itu.


''Bau apa ini.'' Puspa terus mengendusnya sampai ke arah Dapur.


''Astaga, ikan goreng ku sudah berubah wujud.'' Teriak Puspa setelah melihat ikan gorengnya yang sudah angus itu.


''Haaaa, membersihkan ikan saja harus bergelud dengan pisau dan teman-temannya, dan sekarang harus menerima kenyataan kalau ikan goreng nya tidak bisa di makan.'' Puspa merengek dengan kesialan nya.


Daniel melajukan mobilnya dengan kecepatan maximal menuju perusahaannya.


Dengan asal Ia memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam perusahaan nya.


Sapaan para karyawan tidak sama sekali ada yang di gubrisnya, dengan langkah yang panjang Daniel menuju ruangannya.


''Kita mulai sekarang.'' Daniel membuka laptopnya dan mengerjakan apa yang harus di kerja kan.

__ADS_1


Dengan mata yang masih memandang layar laptop, tangannya meraba-raba ponsel yang Ia letakan di tumpukan berkas-berkas itu.


Tangan yang lihai untuk menelpon seseorang dan menempelkan ponselnya di tangan nya.


''Akuisisi semua produk yang kita jalani, dan tuntut perusahaan LK Group dengan tuduhan hak cipta merk yang kita buat.'' Ucap Daniel dan mematikan sambungan telepon nya.


Senyum simpulnya tersirat, wajah puas nya terkesan menyeramkan.


''Kita lihat seberapa besarnya nyali kalian.'' Gumamnya dengan menyeringai.


Tangannya bermain di ponselnya lagi dan menghubungi seseorang.


''Cepat datang ke kantor, aku ada sebuah misi untuk mu.'' Titah Daniel yang tidak ingin terbantahkan.


Suara ketukan pintu terdengar.


''Apa boleh saya masuk, Tuan.'' Ucap Zen dengan hati-hati, karena Ia tahu perasaan Bosnya yang sedang kalut itu.


''Tuan, semua saham dari perusahaan pusat maupun anak CR Corp sudah di tarik dari perusahaan LK Group.'' Jelas Zen membuat Daniel tersenyum senang.


''Aku akan membuat mu jatuh sampai titik terakhir, Lucky Matthew.'' Ucap Daniel dengan menyeringai.


.


.


.


Brakkkkk


Braakkkk


Brakkkk


Seorang pria sedang mengamuk karena mendapatkan kabar dari sekertaris nya, Bahwa Saham di perusahaan ya tiba-tiba merosot drastis, dan banyak yang menuntut untuk ganti rugi.


''Apa-apaan ini, apa Daniel sudah mengetahui semuanya.'' Matanya menyalang ke arah Seorang pria berkaca mata yang sedari tadi sudah gemeteran karena takut.


''Tidak mungki Ia tahu, karena waktu kejadian itu, Daniel memang sudah pergi ke luar negri,'' elaknya.


''Tidak ada yang tidak mungkin bagi seorang Daniel Carroll, kau harus tau itu.'' Ucap Pria yang baru saja datang.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2