Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Haru Bahagia


__ADS_3

Manik mata berwarna coklat milik Linda sudah tergenangkan air mata disana, perkataan Zen sangatlah membuat nya terluka, belum ada siapapun yang pernah bicara kasar padanya tapi baru inilah yang pertama kalinya Linda mendengar ucapan kasar untuk nya.


Zen membuang wajahnya dan mengatur nafasnya, emosinya kali ini benar-benar tidak lagi terkendali sampai tidak menyadari kalau perkataan nya sangatlah membuat terluka orang yang di bentaknya.


'' Apa kau sudah puas?'' tanya Linda.


'' Apa kau merasa puas setelah menghina seseorang?'' tanya Linda lagi.


'' Tidaklah salah aku menyebut mu dengan sebutan Monster, karena kau tidak punya hati, aku memang hanyalah seorang palayan tapi apa hak mu menghina diri ku!!'' ucap Linda dengan nada berteriak.


Zen menatap nya, ada air mata gang menetes di pipi Linda, dan Zen baru menyadari bahwa perkataan nya sangatlah keterlaluan.


'' Aku benar-benar membenci mu!! aku berharap hari berlalu dengan cepat agar aku bisa lebih cepat juga berhenti dari pekerjaan ku agar tidak lagi bertemu dengan manusia seperti mu.'' Ucap Linda madih dengan teriakan yang menyakitkan.


Linda turin dari mobil dan membanting pintu dengan sengat kencang, Zen ikut turun untuk mencegahnya namun Linda berbalik dan menghadapnya lagi.


'' Aku tau dengan tugas ku, kau bilang tuan meminta ku untuk datang ke apartemen nya kan, aku akan kesana,'' ucap Linda dan berbalik lagi.


-Sangat kebetulan taxi lewat dan Linda segera menghentikan taxi itu dan meminta nya untuk segera berlalu.


Zen tidak lagi bisa berkata apa-apa, ia sangat terkejut melihat Linda yang begitu kecewa dengan ucapan nya yang bahkan ia benar-benar tidak sengaja mengatakan nya karena di bawa rasa emosinya.


'' Aku telah menyakiti perasaan nya,'' gumam Zen.


'' Sial! padahal dia hanya memperingati ku untuk melupakan perasaan ku pada Devita, tapi aku malah memakinya,'' Zen merasa kesal dengan ucapan nya dan membuat dia menyakiti perasaan seseorang.


Zen kembali masuk ke dalam mobil dan segera melajukannya untuk menyusul taxi yang di naiki Linda, tapi sayagnya dia sudah tertinggal sangat jauh.


Di Kursi penumpang Linda masih saja melamunkan ucapan dengan unsur penghinaan terhadapnya dari Zen yang di panggilnya mr monster itu.


Sesekali Linda menghapus air mata yang menetes ke pipinya, tangisnya tanpa suara sangatlah menyiksa namun Linda seorang wanita yang tangguh ia bahkan jarang sekali menangis kalau bukan saat merindukan orang tuanya.


'' Ibu, Ayah. Kenapa kalian menitipkan aku pada paman Frans sampai aku bertemu dengan pria tak berprasaan seperti dia,'' gumam Linda.


'' Perkataan nya sangat menyakitkan, Bu, Yah.'' Lajutnya.


Taxi yang di tumpanginya sudah sampai di apartemen Daniel, Linda segera membayar ongkos taxi dan segera berlalu menuju dalam gedung apartemen yang di tinggali Daniel.

__ADS_1


Di dalam lift, Linda menyempatkan diri untuk membenahi diri yang berantakan dari sisa tangisnya tadi, setelah terlihat sudah lebih rapih berbarengan pintu lift juga terbuka.


Menekan tombol bel dan hanya menunggu waktu sebentar seseorang membukakan pintu dari dalam yang tak lain adalah pemilik unit kamar, Daniel Carroll bosnya.


'' Maaf Tuan ada yang bisa saya bantu,'' ucap Linda.


'' Masuklah, tapi kemana Zen bukannya kau bersama dengan nya tadi?'' tanya Daniel.


Linda terdiam ia bingung untuk menjawab nya namun tiba-tiba Zen datang dengan nafas yang tersengal-sengal.


'' Saya disini Tuan, maaf tadi saya sedang menerima telpon maka dari itu saya menyuruh Linda berjalan duluan,'' ucap Zen.


'' Oh ya sudah, kalian masuklah,'' suruh Daniel.


Linda melirik Zen ia benar-benar tidak menyangka bahwa Zen juga manusia yang menurut nya bermuka dua.


Daniel duduk di sofa dan di susul Zen juga Linda.


'' Tuan ada apa memanggil saya?'' tanya Linda dengan suara serak.


'' Ya tadi tiba-tiba istri ku mengeluhkan rasa sakit di kepalanya, apa benar itu hanya hormon wanita yang akan kedatangan tamu bulanan?'' ujar Daniel, Linda terkejut mendengar ucapan Daniel yang bahkan mengatakan nya tanpa tedeng aling-aling.


'' Dia sedang istirahat, sekarang aku sedang menunggu dokter, aku memanggil kau Linda karena aku rasa, kau akan tau perihal masalah wanita karena kalian sama-sama wanita.'' Ucao Daniel.


'' Belakangan ini sikap Vita memang aneh, dari semakin banyak bicara dan sering sekali merasa lapar,'' ucao Daniel lagi.


Linda tersenyum seperti sudah sangat tau dengan apa yang terjadi. '' Biar kita tunggu Dokter saja dulu Tuan, agar tuan tahu langsung kabar baik yang akan dokter katakan nanti,'' ucap Linda.


Alis Daniel mengernyit, ia bahkan tidak mengerti maksud yang di katakan Linda.


'' Kalau begitu apa boleh saya menemui Nyonya muda, Tuan?'' izin Linda dan di angguki Daniel, Linda pun berlalu meninggalkan kedua pria itu di ruang tamu untuk menemui Devita di kamarnya.


Mata Zen mengikuti arah kemana Linda pergi, '' Dia benar-benar profesional,'' gumam Zen yang sedikit terdengar di telinga Daniel.


'' Zen, kenapa aku melihat kau terus saja memperhatikan Linda ya, apa kau menyukainya,'' cetus Daniel. Zen segera menoleh.


'' Menyukai nya? mana mungkin,'' jawab Zen.

__ADS_1


'' Mungkin saja,'' cetus Daniel lagi.


Bel kembali berbunyi, Daniel menyuruh Zen yang membuka nya dan ternyata seorang dokter yang telah di tunggu Daniel yang datang.


'' Maaf Tuan Carroll membuat anda menunggu lama,'' ucap Dokter itu.


'' Ya, ya. Kau segeralah ke kamar dan periksa istri ku,'' jawab Daniel yang berjalan lebih dulu menuju kamar nya.


Dokter wanita itu segera memeriksa kondisi Devita dan mendengarkan keluhan apa saja yang di rasakan Devita.


Setelah menuliskan resep obat apa yang perlu Devita konsumsi dokter itu segera memberikan nya pada Daniel.


'' Berikan obat nya pada nyonya sesuai jadwal,'' ucap Dokter itu.


'' Lalu bagaimana dengan kondisi nya, apa keadaan nya buruk, apa perlu aku bawa ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan insentif?'' tanya Daniel dengan khawatir.


Dokter itu terkekeh geli melihat wajah panik Daniel yang bahkan ia hanya tahu wajah tegang juga sangarnya Daniel.


'' Tuan kau tidak perlu khawatir, Nyonya muda tidak apa-apa,'' ucap dokter itu.


'' Tidak apa-apa bagaimana, istriku tadi terlihat sangat kesakitan dan kau bilang dia tidak apa-apa,'' ucap Daniel dengan nada tinggi nya.


'' Tuan, Tuan. Tenanglah, nyonya muda memang tidak apa-apa, dia saat ini sedang mengandung anak anda Tuan,'' ucap Dokter itu agar Daniel tenang.


Ucapan Dokter membuat Daniel tercengang, rasa terkejut dan rasa tak percaya lah yang dia rasakan saat itu.


'' Ap-apa kau bilang, bisa kau ulangi lagi,'' ucap Daniel dengan gugup.


'' Tuan anda akan segera menjadi seorang ayah,'' ucap Dokter itu lagi.


Air mata Daniel yang bahkan tidak pernah ia perlihatkan pada siapapun sekarang seakan menetes dengan sengaja.


Air mata haru itu keluar tanpa permisi, dengan perlahan ia melangkah mendekati istrinya yang sama juga terharu sama dengan nya.


'' Honey, ki-kita akan segera menjadi orang tua,'' ucap Daniel dengan pelan, ia benar-benar sangat bahagia hari ini.


'' Iya Daniel, aku akan menjadi seorang Ibu,'' ucap Devita yang sudah tidak bisa menyembunyikan emosional nya.

__ADS_1


Linda tersenyum ikut bahagia melihat Daniel dan Devita bahagia tapi berbeda dengan Zen, hatinya terasa sakit mendengar nya tapi ia berusaha untuk tenang.


Tbc..


__ADS_2