Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
EXTRA PART (KEPOLOSAN DAVIN)


__ADS_3

Kepulangan Dinar dengan anaknya tentu di sambut keluarga dengan penuh suka cita serta kegembiraan karena pewaris utama sudah kembali ke tengah-tengah mereka terlebih lagi bagi Frans, baginya anak Dinar tentunya akan meneruskan usaha serta nama baik keluarga Carroll sebelum anak Daniel cukup umur kelak.


'' Selamat datang cucuku,'' ucap Frans yang langsung memeluk Davin dengan sayang.


'' Opa, bagaimana kabar Opa?'' tanya Davin.


'' Kabar Opa sangat baik terlebih setelah kau kembali,''


Davin melepaskan pelukan sang Opa karena ingin menyapa lainnya namun wajahnya terlihat bingung karena hadirnya dua wanita cantik yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.


'' Hei jagoan, apa kau tidak ingin memeluk paman mu ini!'' tegur Daniel menyadarkan lamunan Davin.


'' Paman, Davin merindukan paman,'' ucap Davin yang kini telah memeluk Daniel juga.


'' Apa nilai mu cukup baik di sana? hem,''


'' He'em setidaknya tidak akan memalukan nama Carroll di belakang nama ku,'' jawab Davin dengan gaya lucunya.


'' Haah, bagus kalau begitu itu baru keponakan paman.''


'' Paman, wanita cantik di samping mu siapa?'' bisik Davin ke telinga Daniel yang tentu nya membuat Daniel terkekeh geli.


'' Jaga mata mu Davin, wanita cantik ini adalah bibi mu.'' Jawab Daniel dengan satu kebiasaan nya yang suka sekali mengancam.


'' Bibi? maksud paman wanita cantik ini istri paman?'' Daniel hanya memutar bola matanya dan sedikit mengangguk karena malas meladeni banyak pertanyaan dari keponakan nya itu.


'' Wah, biarkan aku memperkenalkan diri ku sendiri,'' bisik Davin lagi ke telinga Daniel.


'' Hay bibi perkenalkan aku Davin Alvano Carroll, keponakan dari paman Daniel yang tampannya hanya aku yang dapat menandingi nya.'' Ucap Davin memperkenalkan dirinya di depan Devita dengan gaya bicara seperti pria dewasa namun tidak tertinggal tingkah lucunya.


Semua tertawa melihat tingkah Davin karena menurutnya sangat menggemaskan.


'' Hay Davin, senang bisa berkenalan dengan mu,'' jawab Devita.


'' Sudah tentu,'' timpal Davin yang tidak kehabisan kata-kata untuk menjawab nya.


'' Heeemm dan sekarang giliran kau, kau siapa? jangan bilang kau juga bibi ku? tapi Bibi dari mana? Paman Zen kah? atau Paman Kemal?'' ucap Davin lagi yang sudah menggeser tubuhnya untuk berdiri di hadapan Puspa yang sedang tersenyum ke arahnya.


'' Ya dia istri ku, memangnya kenapa?'' celetuk Kemal.


'' Haisshhh, para wanita cantik ini harus di bawa ke spesialis mata,'' gumam Davin yang tentunya terdengar juga oleh semua orang dan membuat semua terperangah lalu tertawa kecil karena nya.


Perkenalan antara Davin, Devita juga Puspa telah usai, semua kembali ke aktivitas nya masing-masing tapi tetap ada yang mengumpul di ruang keluarga hanya untuk mendengarkan celotehan Davin.

__ADS_1


'' Lalu bagaimana cucu ku ini dengan nilai-nilai mu?'' tanya Frans.


'' Tentu saja tidak akan mempermalukan opah,''


'' Benarkah? bagus, itu batu cucu ku,'' puji Frans.


'' Oh ya semua sudah mempunyai pasangan, Paman Daniel, paman Zen, juga paman Kemal, tapi kenapa Momy belum juga mendapatkan nya.'' Celetuk Davin tiba-tiba dan membuat Dinar yang sedang minum tersedak juga membuat semua orang yang ada di sana terperangah kaget mendengarnya.


'' Davin, kau ini bicara apa!'' tegur Dinar.


'' Aku salah ya Mih, tapi kan aku hanya bertanya,''


'' Tidak sayang, kau tidak salah, Momy mu saja yang sensitif,'' timpal Frans membela cucunya.


'' Mih, Davin ingin punya Dady juga seperti adik David juga adik Emily,'' rengek Davin dengan kepolosan nya.


'' Momy ada telpon, Momy tinggal dulu ya,'' ucap Dinar yang langsung berlalu pergi meninggalkan anaknya dengan ucapan polosnya.


Sebenarnya menjawab telpon itu hanya alasan karena Dinar hanya ingin menghindar dari permintaan ngaco dari anaknya.


'' Hei jagoan, kemarilah.'' Panggil Frans.


'' Iya Opa kenapa?''


'' Kalau begitu bantu opa untuk membujuk terus momy mu agar mau menikah lagi,'' bisik Frans mempengaruhi Davin.


'' Opa serahkan saja pada ku, semua beres,'' jawab Davin membisik juga ketelinga kakeknya.


Di perusahaan CR Corp, Daniel yang ada di ruangannya sedang di sibukan dengan beberapa berkas yang harus ia pahami sebelum mentanda tangani nya.


Tiba-tiba pintu di ketuk dari luar dan Daniel hanya berdehem sebagai jawaban nya.


Masuklah seorang pria dengan penampilan formalnya.


Daniel hanya meliriknya dan melanjutkan kembali pekerjaan nya.


'' Ada perlu apa kau kemari?'' tanya Daniel.


Tanpa di persilahkan untuk duduk, pria itu langsung duduk di kursi yang ada di depan Daniel.


'' Daniel, ada satu hal yang ingin ku katakan padamu,'' ucapnya.


'' Katakan lah, dan cepat karena aku sedang sibuk,'' ketus Daniel.

__ADS_1


'' Aku menyukai kakak mu,'' ucapnya tanpa basa-basi dan membuat Daniel menghentikan tangannya untuk membuka lembaran kertas yang ada di tangannya.


'' Apa maksudmu? apa kau sadar mengucapkan itu?''


'' Aku sadar, dan aku bersungguh-sungguh,''


'' Apa kau bisa membuktikan nya,''


'' Apapun akan ku lakukan tapi kau harus membantu ku,''


'' Ck, pengecut sekali.''


'' Aku bukan pengecut hanya saja Kaka mu sudah menolak ku,'' lirihnya.


Seketika Daniel tertawa dengan nada meledek karena ucapan pria yang bukan lain adalah Reno.


'' Belum apa-apa saja sudah di tolak, pesona mu belum mampu meluluhkan hati seorang wanita seperti Dinar, Ren.''


'' Maka dari itu aku kesini.''


'' Usaha lah sendiri, jangan libatkan aku dengan urusan kalian.'' Ketus Daniel.


'' Haah sia-sia aku kesini.''


'' Sudahlah, keluar dari ruangan ku, jangan mengganggu waktu berharga ku.'' Usir Daniel dengan arogan.


Reno berdecak kesal dan beranjak dari duduknya, berbalik ingin meninggalkan ruangan Daniel tapi langkahnya terhenti saat Daniel mengucapkan sesuatu.


'' Hari ini Dinar sudah pulang dan membawa anaknya, kalau kau serius dengan ucapan mu lakukan sesuai kemampuan mu, aku akan memantau dari jauh.'' Ucap Daniel yang tetap dengan mata yang terarah ke berkas-berkas yang ada di tangannya.


Reno tersenyum tipis mendengar nya dan berlalu pergi dari sana.


'' Ck, meminta bantuan ku? baiklah tapi aku akan lihat apa usaha mu.'' Gumam Daniel.


Di perjalanan, Reno terus saja tersenyum simpul karena tanggapan Daniel yang menurutnya sudah memberikan lampu hijau dengan gaya nya sendiri.


'' Baiklah, penolakan sekali tidak akan membuat ku mundur, Dinar.'' Gumam Reno.


Reno menghentikan mobilnya di sebuah pusat perbelanjaan dan membeli buah tangan untuk mendatangi kediaman Carroll.


'' Aku rasa ini cukup, kalau Dinar datang dengan anaknya sudah pasti semua juga berkumpul di sana, aku akan membawa ini sebagai alasan ku.'' Gumam Reno setelah mendapatkan apa yang dia mau bawa sebagai alasan.


'' Maafkan Paman ya keponakan ku tersayang, kau ku jadikan sebagai alasan dulu.'' Gumamnya lagi, ya Reno membawa berbagai makanan serta mainan untuk David anak Daniel dan Devita hanya sebagai alasan.

__ADS_1


TBC..


__ADS_2