Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
KEPERCAYAAN


__ADS_3

Linda masih diam tanpa ingin menjawab pertanyaan Zen yang membuat dia mengigit bibir bawahnya, karena tidak tau harus menjawab apa, Zen yang baru saja mengangkat wajahnya untuk melihat Linda yang tidak menjawab pertanyaannya.


Matanya tertuju pada bagian bibir Linda yang sedang digigit-gigitnya, secepatnya ia mengalihkan pandangannya dari apa yang di lihatnya.


''Kenapa kau diam?'' tanya Zen lagi.


''Maaf, saya masih ada pekerjaan Tuan.'' Linda berbalik dan berniat meninggalkan ruangan itu.


''Tunggu aku selesai makan, dan bawa kembali rantang ini.'' Zen Meraih rantang yang ada di atas meja dan membukanya.


''Besok akan diambil Tuan, seperti biasa.'' Ucap Linda yang sudah mulai jengah.


Zen tidak menghiraukan ucapan Linda, memakan makanannya dengan sunyi, hanya suara dentingan sendok dan garpu yang bersahutan.


Linda yang terpaksa menuruti ucapan Zen hanya berdiri mematung dengan tubuh yang di senderkan di lemari yang berisikan buku-buku di ruangan Zen.


Sepuluh menit Linda berdiri mematung tanpa melakukan apapun hanya menunggu Zen selesai makan.


''Ini bawalah,'' Zen menaruh kembali rantang itu ditempat semula dan kembali memainkan ponselnya.


Linda yang tidak mau lagi bersebat segera mengambilnya dan berlalu dari ruangan Zen tanpa mengucapkan apapun juga.


Zen menyeringai tanpa alasan, menggeleng kecil kepalanya dengan mata yang terus tertuju ke layar ponselnya.


.


.


Di Rumah Sakit.

__ADS_1


Kamar inap Devita sudah seperti kamarnya bagi Daniel, ya aktivitas Daniel semua dilakukan disana, mengerjakan pekerjaan kantor disana, tidur disana, makan disana, mandi pun disana, selama Devita belum sadarkan diri, Daniel meninggalkan nya hanya sekali dan sampai saat ini dia tidak pernah meninggalkan nya lagi.


Daniel selalu bersabar menantikan mata indah itu terbuka, Mahendra yang hanya bisa bolak balik menengok anak gadisnya tanpa bermalam disana, ya karena Daniel melarangnya dengan alasan kesehatan Mahendra.


Mahendra sangat senang karena Daniel dengan suka rela menjaga anaknya, dia juga tidak ingin kesehatan nya terganggu karena keegoisan nya, tekat dalam hati yang ingin hidup lebih lama lagi untuk menyaksikan anak gadisnya bahagia sebagai tujuan utamanya.


''Tidak apa Paman, saya yang akan menjaga Devita, paman bisa percayakan anak gadis paman pada saya.'' Ucap Daniel dengan sopan.


Sikap Arogannya sedikit demi sedikit hilang karena Daniel juga sadar kalau pria tua yang ada di hadapannya ini yang akan menjadi Ayah mertuanya, sedikit mengontrol sikap buruknya itulah yang Daniel maksud.


Tapi ya namanya juga seorang Daniel yang sudah bertabiat arogan tetap saja tidak akan hilang kata arogan itu dari diri Daniel.


''Baik kalau seperti itu, aku pulang dan aku titip anak gadis ku padamu, jangan lupa kalau anakku sadar segera hubungi aku.'' Jawab Mahendra yang tidak mempermasalahkan ucapan Daniel lagi.


Daniel hanya mengangguk kecil sebagai jawabannya, Mahendra dan Reno berlalu menuju pintu keluar dan meninggalkan Devita yang dipercayakan pada Daniel.


''Tuan besar, kenapa anda sangat mempercayakan anak Tuan, pada pria itu?'' tanya Reno yang tiba-tiba ingin tahu alasa Mahendra mempercayai Daniel menjaga Devita.


Reno tidak lagi mengucapkan apapun, entah kenapa Reno yang notabene nya pria yang sangat cuek dengan sekitar tiba-tiba bertanya hal seperti itu dengan rasa penasaran nya.


'Pria sekasar itu di percayakan untuk menjaga Nona Devita, sungguh membingungkan.' gumam Reno dalam hati.


Hari ini tidak ada kelas yang harus Puspa ikuti. Puspa yang berniat menjenguk Devita dan mengajak Jonathan untuk menemaninya, Puspa sudah menghubungi Kemal tapi Kemal mengatakan hari ini dia mendapatkan tugas dari Daniel, yang Puspa sendiri tidak di beritahu tugas apa yang sedang di laksanakan Kemal.


''Apa kekasih mu tidak akan marah jika kamu pergi dengan ku.'' Tanya Jonathan, mereka sudah berada di dalam mobil untuk menuju Rumah Sakit.


''Tidak, karena dia sedang ada pekerjaan hari ini.'' Jawab Puspa yang bersikap santai dengan bermain game di ponselnya.


''Oh baguslah, aku hanya tidak ingin ada yang salah paham dengan ku.'' Ucap Jonathan lagi, dan Puspa hanya diam tidak menanggapi ucapan Jonathan.

__ADS_1


Merekapun telah sampai di parkiran Rumah Sakit, dan turun dengan bersamaan.


Puspa berjalan di depan dan Jonathan yang membuntut dari belakang, namun langkahnya terhenti saat netra matanya menangkap seseorang yang sedang duduk sendirian di kursi taman dengan menggunakan pakaian pasien rumah sakit itu.


''Pu, kau duluan saja nanti aku menyusul.'' Ucap Jonathan dan Puspa yang tidak mempedulikan Jonathan yang menyuruhnya duluan hanya berdehem dan melanjutkan langkahnya.


Jonathan masih berdiri dengan mata yang memperhatikan orang itu dengan jarak yang cukup jauh.


''Apa benar keluarga nya tidak lagi peduli?'' gumam Jonathan.


Dengan perlahan Jonathan melangkahkan kakinya menuju taman.


''Kau sendirian?'' tanya Jonathan yang sudah ada di samping kursi itu.


Tidak ada jawaban dari mulut orang itu, matanya yang tertuju ke depan, bisa di lihat pandangan matanya sangatlah kosong seperti tidak ada kehidupan di dalamnya.


Jonathan masih memperhatikan nya, ada rasa iba di hatinya tapi sesaat kemudian dengan sifat yang sebenarnya tidak bisa mencampuri urusan orang dan tidak cepat akrab dengan orang yang baru di kenalnya akhirnya Jonathan berbalik dan ingin meninggalkan orang itu.


Tapi Jonathan mengurungkan langkahnya nya karena mendengar ucapan orang itu.


''Kau tak perlu dekat-dekat dengan orang kotor seperti ku.'' Ucapan yang menyimpan luka itu terlontar dari bibir gadis itu, Jonathan membalikan tubuhnya dan melihat orang itu yang sudah menunduk dengan tangan yang menutup wajahnya.


Terlihat tubuhnya bergetar yang sudah di pastikan orang itu sedang menangis dengan pilunya.


...****************...


HY PARA READER'S KUπŸ‘‹πŸ‘‹πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜..


Maaf ya kalau tulisan ku masih berantakan dan banyak typo yang bertebaran, aku hanya penulis pemula yang masih butuh banyak belajar, mohon dimaklumi yaa😊😊😁😁..

__ADS_1


Dan aku sangat berterima kasih pada siapapun yang memberi masukan dan sarannyaπŸ€—πŸ€— karena aku bisa tahu kesalahan dan segera memperbaikinya πŸ˜„..


Salam kenal yaa😘😘 dan Terima kasih sudah mau membacaπŸ™πŸ™πŸ€—πŸ€—


__ADS_2