Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Di Bawanya Devita


__ADS_3

Budayakan Like sebelum atau setelah Membaca ya aka aka ku tersayang 😊😊


Dan tolong tinggalkan jejak komentar nya doong, biar Author lebih semangat nulisnya 😊😊😊..


Banyak maunya yaaπŸ˜„ iya emang πŸ˜†πŸ˜†


eettt satu lagi,, VOTE nya jangan lupa😁✌✌


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...



Happy Reading πŸ“–


Kepanikan terjadi setelah para bodyguard mengabari Tuannya, bahwa mereka di serang dan terlebih lagi Devita telah di bawa seseorang, entah kemana.


Daniel pergi dengan Zen yang mengemudi, dan Kemal pergi sendiri.


''Zen cepat.'' Bentak Daniel yang tidak bisa lagi moengontrol emosinya.


Zen tidak menanggapi Tuannya, karena Ia tahu, ini bukanlah waktunya menjawab bentakan nya, karena Zen sangat paham dengan kepanikannya.


''Dimana kamu, Vita.'' Gumam Daniel yang gusar karena menghubungi nomor Devita yang sudah tidak lagi aktif.


Sesaat kemudian mereka tiba di depan kampus tempat Devita kuliah, terlihat tempat itu sudah ramai karena habis ada pertikaian dan sala satu mahasiswa di kampus di kabarkan telah di bawa seseorang, yaitu Devita.


Saat Daniel tiba, penduduk kampus termaksud para Dekan terlihat terpanah, ada beberapa orang yang langsung paham dengan apa yang terjadi tapi sebagian orang lagi, seperti tidak tau kondisi, karena beberapa mahasiswa perempuan menghampiri Daniel hanya untuk meminta nomor ponsel dan berfoto, tentu Daniel tidak menanggapinya.


Jonathan yang melihat kedatangan Daniel langsung menghampiri, terlihat dari wajah Jonathan yang ada beberapa luka serta lebam karena ikut berkelahi.


''Tuan Daniel, Devita di bawa pergi seseorang.'' Ucap Jonathan dengan sesekali meringis.


''Bagaimana bisa, sebenarnya apa yang terjadi?'' tanya Daniel dengan nada yang tinggi.


Flashback.


Devita, Puspa dan Jonathan baru keluar dari kelas, menuju parkiran saat ke tiganya ingin menuju mobil Jonathan, beberapa pria dengan pakaian serba hitam tiba-tiba berkelahi tepat di dekat Devita.


Devita dan yang lainnya merasa kebingungan dengan apa yang terjadi, saat ada seseorang yang ingin membawa Devita tadi dari arah yang lain ada seseorang yang terlebih dulu menarik Devita dan membawanya ke mobilnya.


Puspa pun ikut turut menghalangi nya tapi luka sayatan yang Puspa dapat di lengan kirinya membuat Ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

__ADS_1


Jonathan dan yang lainnya pun ikut berkelahi dengan beberapa orang berpakaian serba hitam itu, tapi saat Devita di bawa seseorang Jonathan telat untuk mengejarnya, Puspa? dia hanya bisa menangis.


Flashback off.


''Aaarrrrrggggg.'' Teriak Daniel setelah mendengar penjelasan Jonathan.


Guratan emosi sangat terlihat, rahang yang mengeras warna wajah yang berubah memancarkan kemarahan di ambang paling tinggi.


Kemal mendekat ke arah Puspa yang sedang menangis, bukan menangisi luka yang di dapatkan nya, tapi dia menangis karena sahabat nya di bawa seorang yang tidak di kenalnya dengan cara seperti ini.


''Puspa,'' panggil Kemal.


Puspa yang tengah menundukkan kepalanya langsung mendongak, terlihat air mata yang sudah membasahi wajah manisnya.


''Kemal,'' lirih Puspa, tanpa di duga Kemal, Puspa langsung memeluk Kemal dengan tubuh yang gemetar.


''Devita di culik. Hiks hiks.'' Ucapnya dengan tangis yang sangat menyayat.


''Huusstt, sudah, jangan menangis ya, kita obati luka mu terlebih dulu.'' Ajak Kemal yang langsung membawa ke ruang Kesehatan.


''Tuan, kami sudah melaporkan kejadian ini pada pihak yang berwajib anda tidak perlu khawatir.'' Ucap seorang pria paruhbaya dengan setelan formalnya pada Daniel


''Terima kasih atas bantuannya.'' Jawab Zen, ya Daniel hanya diam karena sedang menahan amarahnya.


''Kalau ini ulah kalian, aku tidak akan mengampuninya.'' Gumam Daniel dengan mencengkram kuat kemudinya.


Di tempat lain, di sebuah Rumah besar nan mewah dimana Devita di bawa kesana.


''Tolong lepaskan saya.'' Devita masih tetap memohon untuk di lepaskan, airmatanya seakan tidak habis karena merasakan takut.


''Maaf Nona, kami hanya menjalani tugas dari Tuan besar.'' Ucap seorang pria yang membawa Devita.


''Tuan besar mu siapa, aku tidak mengenalnya.'' Teriak Devita yang terus meronta.


Devita di bawa ke suatu kamar yang besar dengan dekorasi khusus anak perempuan.


''Aku di culik atau apa.'' gumam batin Devita heran.


''Nona bisa langsung istirahat, nanti ada seseorang yang datang untuk mengantarkan makanan untuk Nona.'' Ucap nya, pria itu pun langsung berlalu setelah menutup pintu dan tidak lupa menguncinya dari luar.


''Bukaaa.'' Teriak Devita, Ia masih mode heran, sebenarnya apa yang terjadi. Tuan besar? siapa dia, batin Devita terus bertanya-tanya.

__ADS_1


Di ruangan lain, seorang pria parubaya sedang duduk menghadap jendela dengan menyilangkan kakinya dan cerutu di tangannya.


''Bagaimana, apa dia baik-baik saja.'' Ucap nya setelah mendengar seseorang masuk ke ruangannya.


''Nona baik-baik saja Tuan, hanya saja, Nona terlihat ketakutan.'' Ujar pria yang membawa Devita itu.


''Pastikan dia baik-baik saja, dan buatlah Ia tenang walau bagaimana pun caranya,'' tegas pria paruhbaya itu.


''Baik Tuan,'' jawabnya.


''Bagaimana, dengan mereka?'' tanya pria paruhbaya itu.


''Mereka tadi mengejar kami, tapi mereka seperti nya kehilangan jejak,'' jelasnya.


''Lalu bagaimana dengan para pengawal pria itu?''..


''Pengawal pria itu banyak yang terluka, sampai teman-teman Nona pun ikut terluka.''..


''Aku tidak akan mengampuninya jika Devita kenapa-kenapa,'' gumamnya.


''Heeh, menjaganya saja tidak mampu, bagaimana aku bisa mempercayai mu, Daniel.'' lanjutnya.


.


.


Di tempat lain.


''BODOHH!!'' Maki seseorang.


''Maafkan kami Tuan, Mereka sangat lincah.'' Jawab pria dengan setelah yang serba hitamnya.


''Mengejarnya saja tidak mampu, dan siapa yang telah membawa Devi ku.'' Ucap pria itu yang ternyata adalah Lucky Matthew.


''Kami juga tidak tau Tuan, tapi yang pastinya bukan dari pihak Tuan Carroll.'' Jawabnya lagi.


''Haah, ternyata ada peran lain di antara kami.'' Cetus Lucky.


..


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


HAPPY NEW YEAR ALL 😊😊😊😘😘😘


Semoga di tahun yang baru ini, kita di berikan kesehatan selalu dan di jauhi dari marabahaya serta di naiki Derajatnya, Aamiin Aamiin..


__ADS_2