Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Mengertilah


__ADS_3

Sepeninggal nya Jonathan dan Amaira, Puspa kembali diam ia berfikir, apa ini mimpi? jika mimpi jangan bangunkan aku tuhan, ucapnya dalam hati.


'' Puspa, aku mohon maafkan aku,'' lirih Kemal, Puspa membuka matanya yang ia pejamkan sesaat itu.


Berarti ini bukanlah mimpi, Kemal benar-benar mengatakan itu semua, pikirnya.


'' Kemal, aku akan mempertimbangkan nya, beri aku waktu,'' jawab Puspa yang memberikan senyum manisnya.


'' Baiklah, tidak apa, asal aku bisa mendapatkan maaf dari mu,'' Kemal membalas senyuman Puspa.


Mereka pun pergi dari sana, Kemal mengantarkan Puspa kembali ke toko, sebenarnya Puspa menolaknya tapi dengan paksaan dan keras kepala Kemal, akhirnya Puspa menyetujui nya.


Di apartemen, Amaira masih saja diam dan Jonathan dia tidak ingin dulu mengganggu Amaira, Jonathan melakukan kesibukan dengan memasak dan mengerjakan yang lainnya, dia melakukan itu karena ingin memberikan waktu Amaira untuk sendiri.


Jonathan sangat mengerti Amaira yang memerlukan waktu untuk sendiri.


Setelah cukup Jonathan mendiamkan Amaira, ia menghampiri nya.


'' Mai, kau sudah lebih tenang?'' tanya Jonathan yang menghampiri nya di balkon.


'' Nathan, apa dengan kejadian seperti ini, aku bisa tenang secepat itu.'' Jawabnya, wajah tenang Amaira sangatlah susah untuk menebak suasana hati kecuali orang yang sangat memahaminya, orang itu adalah Jonathan.


'' Mai, kau harus paham dengan jalan takdir yang kau alami, benar apa yang di katakan Kemal tadi, jika dia memaksakan diri untuk tetap bersama mu, bukan hanya kau saja yang tersakiti tapi dia akan menyakiti dua hati sekaligus,'' ucap Jonathan panjang lebar.

__ADS_1


'' Apa yang kau maksud dua hati itu?'' tanya Amaira.


'' Ya kau dan Puspa, Puspa wanita yang saat ini sedang menjalani hubungan dengan Kemal, mereka sudah menjalani nya sudah beberapa bulan dan kalau dia tetap bersama mu dengan keterpaksaan apa tidak menyakiti dua hati sekaligus?'' Amaira mengangguk mengerti, ia mulai mengerti dengan barah ucapan Jonathan.


'' Kau benar Nathan, kalau aku sampai memaksakan Kemal untuk tetap bersama ku, aku akan menjadi wanita yang paling egois, ya kan Nathan?'' ucap Amaira yang sudah meneteskan airmata nya.


Jonathan tersenyum dan mengangguk, dia membawa Amaira ke dalam dekapannya, hati seorang wanita sangatlah rapuh, maka dari itu ia membutuhkan seseorang yang bisa memahami nya.


'' Jika kau sudah lebih tenang, apa bisa kau menemaniku makan?'' ucap Jonathan dengan guraunya, Amaira tertawa kecil dan mengangguk.


Begitulah cara Jonathan menenangkan hati seorang wanita, walau dirinya juga sedang terluka namun ia tidak ingin wanita yang dekat dengannya mengalami sakit di hatinya dengan berkelanjutan.


Mereka makan bersama dengan hasil masakan Jonathan, makan dengan sedikit obrolan di dalam nya.


'' Tapi dia tidak mengakuinya, aku harus membuat dia mengaku dengan sendiri nya,'' tekat Jonathan.


'' Nathan, dia anak dari pejabat, jika dia mengaku, dia pasti akan menghancurkan reputasi orang tuanya, dan itulah sebabnya dia tidak akan mengakui kesalahannya,'' ucap Amaira.


'' Lantas kenapa jika dia anak dari seorang pejabat, jika kita tidak bertindak akan ada Amaira lainnya nantinya,'' ucap Jonathan dan di iyakan Amaira.


'' Aku harus membuat rencana untuk menjebaknya,'' gumam Jonathan dalam hati.


'' Ya sudah lanjutkan makan mu,'' ucapnya lagi, dan Amaira hanya menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Sama dengan Jonathan dan Amaira yang sedang makan siang, di negara Prancis juga Daniel dan Devita sedang makan siang bersama, keadaan Devita sudah lebih baik dari sebelumnya.


Masa pemulihan memang 12 jam sesuai yang di katakan Dokter, tapi keadaan Devita lebih cepat pulih dari waktu pemulihan yang di katakan Dokter.


Devita sudah bisa berjalan walau harus dengan melakukan nya perlahan, dan dia juga sudah bisa duduk tenang, karena rasa sakit itu sudah sedikit berkurang.


Tapi tetap, Daniel masih saja khawatir, ia mengkhawatirkan keadaan Devita serta mengkhawatirkan kapan lagi ia akan bisa mempertemukan teman kecilnya dengan liang surgawi milik Devita.


Daniel sungguh merasa kecanduan dengan apa yang di lakukan nya dengan Devita, ia benar-benar menobatkan Devita lah candu untuk nya.


Pasangan pengantin itu benar-benar menikmati waktu kebersamaan yang di miliknya.


Lima hari berlalu, pasangan pengantin baru itu memutuskan untuk kembali ke negara asalnya, waktu bulan madu mereka sudah berakhir, tapi kemesraan tetap berjalan bahkan semakin bertambah kadar kemesraan nya.


Keadaan Devita sudah benar-benar baik seperti semula, namun dari semenjak hari itu Daniel tidak lagi mendapatkan jatahnya, karena Devita masih trauma dengan rasa sakit yang di rasakan nya saat itu.


'' Sayang, apa kau benar-benar tidak ingin memberi makan teman ku ini,'' ucap Daniel dengan manja.


Sore nanti jadwal penerbangan mereka, dan saat ini mereka sudah siap dengan koper mereka.


'' Daniel, kau harus mengerti,'' jawab Devita dengan wajah takut nya.


Daniel tersenyum, dan mengusap lembut surai rambut Devita.

__ADS_1


'' Iya sayang, aku akan sabar menunggu sampai kau siap kembali,'' ucapnya dengan lembut.


__ADS_2