Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Kaka dari 2 Adiknya


__ADS_3

Acara pertunangan telah usai, malam yang penuh haru biru itu membuat mereka semua merasa sangat bahagia, terutama Daniel, Daniel merasa tugasnya sebagai seorang Kakak dari dua adik laki-laki nya terpenuhi.


Ya Zen yang umurnya dua tahun lebih muda dari nya bukan hanya di anggapnya sebagai sahabat saja melainkan sudah seperti adiknya sendiri.


Kebersamaan mereka sadari kecil membuat mereka sangat dekat dan menjaga satu sama lain, berbeda dari Kemal, sedari kecil Kemal tidak pernah di anggap ada oleh Daniel, karena masa kecil Daniel yang penuh luka itu belum terlalu mengerti apa yang harus ia lakukan.


Masa kecil Daniel, yang selalu penuh siksaan dari ibu dan kekasih ibunya tentunya membentuk Daniel menjadi seorang pendendam, sampai saat ini pun sifat itu masih melekat namun perlahan di masa remajanya, Daniel mulai mengerti kalau yang menyayangi nya dengan tulus padanya bukan ibu kandungnya melainkan ibu tiri yaitu ibu kandung Kemal.


Dari situlah, Daniel mulai melatih Kemal agar mandiri dan mengerti jati diri sendiri, bukan Daniel membenci nya namun itu bentuk kepedulian Daniel pada adiknya, Kemal. Mungkin semua orang menilai Daniel seorang kakak yang tak berperasaan namun itulah Daniel, mempunyai cara sendiri untuk meluapkan rasa pedulinya.


Pendendam? ya Daniel menjadi pendendam karena mendapatkan perlakuan tidak pantas waktu kecilnya, dia di siksa fisiknya dengan pria yang dia tau itu selingkuhan dari ibunya dan dia juga di siksa batin oleh ibunya sendiri yang tidak pernah membelanya kala di siksa kekasihnya.


Ayahnya? Kakak nya? Frans Carroll orang yang sibuk, bahkan waktu di rumah bisa terhitung oleh jari karena dia harus berusaha mati-matian untuk membangun sebuah perusahaan agar sukses dan bisa di berikan keturunan nya nanti, dan Dinar, Dinar kakak perempuan nya bahkan dia tidak mampu untuk melawan ibu dan kekasih ibunya yang menyiksa Daniel, Dinar hanya bisa menghibur adiknya di kala sedih karena mendapatkan perlakuan seperti itu.


Daniel yang mendapatkan kan amanah dari ibu kandung Kemal yang bernama Karin untuk mendidik adiknya agar tahu jati diri sendiri dan tidak mandiri tentu membuat Daniel harus melatihnya seperti itu, dan terbukti lah sekarang, semua sukses dan mandiri di porsinya masing-masing.


Lamunan Daniel pecah karena pelukan manja dari seseorang yang sangat dia kenal, yang tak lain istri nya sendiri.


'' Kau sedang melamun kan apa, hem?'' tanya Devita yang masih dalam posisi memeluk Daniel dari belakang.


'' Tidak honey, aku hanya sedang menghirup udara segar dari sini,'' jawab Daniel yang sudah memutar tubuh dan balas memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang.


'' Daniel,'' panggil Devita dalam pelukannya.


'' Hem?''


'' Aku kepikiran sesuatu,'' ucap Devita yang langsung di jawab Daniel dengan cepat.


'' Apa honey? kau mau apa? kau menginginkan apa? cepat katakan,'' jawabnya.

__ADS_1


'' Iihhh aku tidak menginginkan apapun, tapi aku hanya memikirkan Ka Dinar,'' jawaban Devita tentu membuat Daniel merasa heran.


Kenapa Dinar? bukannya Dinar dalam keadaan baik-baik saja, pikir Daniel.


'' Ada apa dengan ka Dinar?'' tanya Daniel.


'' Kakak sudah tidak mempunyai suami, anak pun berada jauh darinya, aku sering sekali melihat kakak termenung sendirian di halaman belakang,'' ucap Devita yang membuat Daniel tersadar kalau masih ada orang yang belum dia lihat bahagia nya yaitu kakaknya sendiri.


Daniel terdiam, memikirkan apa yang ia harus lakukan, tapi mengingat sifat kakaknya yang tertutup dan keras kepala, Daniel merasa tidak perlu melakukan apapun.


'' Honey, ka Dinar sudah dewasa, pikirannya pun jauh lebih dewasa ketimbang diriku, dia berhak menentukan hidupnya, dan aku tidak berhak ikut campur tentang kehidupannya. Dan perlu kau ketahui, ka Dinar itu sangat tidak suka ada orang lain yang merasa kasihan padanya.'' Jelas Daniel dengan lembut.


'' Tapi kau kan bukan orang lain, tapi adiknya,''


'' Iya aku tau, tapi Ka Dinar tidak memandang siapapun orangnya, sadari kecil aku sudah paham dengan sikap dan sifatnya, dia tidak mau ayahnya atau adiknya ikut campur masalah pribadinya,''


'' Ooh begitu, tapi apa kau tidak mau tahu apa yang membuat ka Dinar selalu termenung?'' ucapan Devita kali ini membuat Daniel berpikir kembali.


'' Baiklah nanti biar aku cari tahu, apa yang membuat Dinar selalu termenung, apa kau senang, hem?'' Devita mengangguk dengan cepat menjawab ucapan Daniel.


'' Sekarang berikan aku perhatian mu,'' ucap Daniel lagi.


'' Maksud nya?'' tanya Devita yang sudah mengangkat kepalanya untuk melihat langsung wajah tampan nan tegas dari suaminya.


'' Apa kau tidak merasa ada sesuatu yang memberontak di sana,'' ucapan Daniel membuat Devita tersipu malu, ya Devita sudah mulai mengerti dengan ucapan-ucapan Daniel yang selalu mengarah ke inti yang sensitif.


'' Lalu?'' lirih Devita.


'' Sepertinya dia membutuhkan asupan siang kali ini,'' Devita semakin tersipu malu, wajah dan telinganya sudah memerah karena ucapan Daniel.

__ADS_1


Karena Devita tidak menjawab ucapannya, Daniel menyimpulkan kalau Devita juga menginginkan apa yang dia inginkan, dengan segara Daniel membawa Devita ke gendongannya dan membawanya masuk ke dalam kamarnya.


'' Maafkan aku belakangan ini tidak mempunyai waktu banyak untuk mu,'' ucap Daniel yang sudah merebahkan Devita di tempat tidur mereka.


Posisi mereka sangat intim, dengan Devita yang merebahkan dirinya dan Daniel yang sedikit menindih tubuh membuat membuat mereka dalam posisi romantis.


'' Tidak Daniel, aku sangat mengerti apa yang kau lakukan, kau melakukan itu karena janji kau pada Kemal kan,''


'' Terimakasih sudah mau mengerti,''


Perlahan Daniel mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya, dan Cup bibir mereka telah menempel dengan singkat.


Jari-jari Daniel mulai berbuat lebih, membuka satu persatu kancing baju Devita dengan perlahan, tatapan mata Daniel yang lembut membuat Devita terbuai dan tidak mempedulikan apa yang Daniel perbuat.


Piyama Devita sudah terbuka semua, dan terpampang jelas sebuah dua gundukan yang membuat Daniel semakin terpancing untuk segara melakukan apa yang dia inginkan.


Tapi sebelum ia berbuat lebih, mata Daniel teralihkan ke perut Devita yang sudah buncit, Daniel mengusap lembut perut Devita dan mengecupnya dengan singkat.


'' Anak papah, boleh kan papah menengok mu di dalam sana,'' ucap Daniel yang meminta izin pada anaknya yang masih berada di dalam perut Devita.


Entah kenapa tiba-tiba ada pergerakan kecil di perut Devita, yang Daniel kira itu bentuk jawaban dari pertanyaan nya untuk anaknya yang menyetujui ucapan Daniel, papahnya.


Daniel tersenyum bahagia karena ucapannya telah di respon anaknya.'' Honey, dia menyetujui ucapan ku,'' ucap Daniel dengan wajah bahagia nya.


Devita hanya membalas senyuman Daniel, karena dia juga sangat terharu dengan respon anaknya pada papahnya.


Siang itu mereka saling meluapkan rasa cinta nya dengan bertukar keringat, kegiatan panas itu berlangsung hanya tiga jam lamanya.


Karena Devita yang dengan keadaan hamil membuat Daniel merasa tidak tega lagi untuk meminta jatahnya dalam waktu lama.

__ADS_1


'' Cup, terimakasih honey,'' ucap Daniel setelah mengecup singkat semua bagian wajah Devita dan mereka pun tertidur bersama sampai hari telah mulai gelap dan berganti malam.


TBC..


__ADS_2