Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Sedikit Lagi


__ADS_3

Sampai saat ini Kemal maupun Daniel terus saja mencari tahu dalang di balik percobaan pembunuhan sang Ayah, tapi perlu di ketahui Daniel maupun Kemal mencari tahu dalam diam.


Tidak ingin terlihat mencolok untuk mengusut tuntas kasus kejahatan yang menimpa sang Ayah, sedikit demi sedikit bukti terkumpul hanya saja dalang dari semuanya belum terungkap.


Bisa saja Daniel menyerahkan semuanya pada pihak berwajib tapi keinginannya untuk menuntaskan semuanya sendiri sangat lah besar.


Cctv yang terhapus tapi tidak menyurutkan Daniel untuk mengetahui siapa yang berbuat keji itu, Daniel menyuruh ahli IT untuk mengetahui bagian cctv yang terhapus itu.


''Bagaimana hasilnya?'' tanya Daniel pada Kemal yang sedang membantu Roger teman kuliah Kemal yang menangani Cctv itu.


''Sedikit lagi,'' jawab Kemal yang masih fokus dengan laptopnya.


'Apa iya dia pelakunya, tapi apa motifnya?' pikir Kemal.


'Tapi bukti kenapa semua mengarah ke dia, botol itu kenapa berada di ruangannya?' Kemal terus berpikir.


''Aku ada urusan, kalian urus saja dan jangan lupa langsung kabari aku jika ada sesuatu yang mencurigakan,'' ucap Daniel yang langsung berlalu keluar dari apartemen nya.


''Kem, apa kau yakin dengan apa yang kau katakan kemarin padaku?'' tanya Roger.


''Entahlah, aku juga tidak terlalu yakin, tapi bukti yang ku temui ada di ruangan dia,'' jawab Kemal dengan ragu.


''Jika memang dia pelakunya aku yakin Daniel akan kecewa berat,'' ucap Roger.


''Bisa di pastikan seperti itu,'' timpal Kemal


Daniel sedang dalam perjalanan menuju Kampus tempat Devita kuliah, selalu ada senyum yang tersirat di bibir Daniel jika ingin bertemu sosok gadis yang sangat di cintainya itu.


Devita Maharani yang di temuinya di waktu yang tidak pernah ia duga, pertemuan yang di awali dengan tumpahan juice di jasnya.

__ADS_1


Daniel terus mengenang pertemuannya dengan Devita.


''Aku tidak menyangka pertemuan kita saat itu membuat kita menjalin hubungan yang manis seperti ini.'' Gumam Daniel dengan tangan yang masih sibuk memutar kemudinya.


''Dev, hari ini kau ke toko?'' tanya Puspa.


''Maaf ya Pu, hari ini aku tidak bisa ke Toko, Daniel ingin mengajak ku pergi soalnya,'' jawab Devita.


Teriakan Jonathan yang memanggil mereka membuat Devita dan Puspa memutar kepalanya.


''Apa sih Jo, kenapa kau berteriak seperti itu,'' omel Puspa.


''Emmm Dev, kamu hari ini kosong tidak?'' tanya Jonathan dengan ragu.


''Memangnya kenapa kau bertanya seperti itu?'' tanya Puspa.


Devita dan Puspa saling pandang, Devita yang bingung karena hari ini dia ada janji dengan Daniel tapi janjinya yang akan membantu Puspa dan Jonathan membuat Ia terjebak di situasi seperti ini.


''Tapi Jo, hari ini aku ada janji pergi dengan Daniel.'' Jawab Devita.


''Mamah ku ingin memastikan bahwa kau dan aku benar-benar mempunyai hubungan, jika aku tidak membawa mu menemui nya rencana perjodohan aku dengan Puspa akan di lanjutkan.'' Ucap Jonathan, Devita melihat raut wajah Puspa yang tersirat kesedihan yang mendalam, ada rasa tidak tega.


''Sebentar aku hibungi Daniel dulu,'' Devita menjauh dari para sahabat nya untuk menghubungi Daniel.


''Daniel maafkan aku, kau tidak usah menjemput ku ya,'' ucap Devita setelah telfonnya tersambung.


''Kenpa Vita?''


''Aku ada kelas tambahan, nanti kalau sudah selesai akan aku kabari,'' ucap Devita dengan kebohongannya, Ia terpaksa berbohong karena tidak ingin Daniel melarangnya untuk membantu sahabat nya.

__ADS_1


''Emmm, ya sudah. Nanti langsung hubungi aku saat kau sudah selesai dengan kelas mu, oke.'' Ucap Daniel begitu lembut.


''Emmm, Maaf kan aku ya,''


''Iya tak masalah, ya sudah aku tutup ya sayang,'' ucap Daniel dan Devita hanya berdehem sebagai jawabannya.


Daniel memutuskan sambungan telpon itu dan melanjutkan perjalanannya tapi dengan tujuan yang berbeda.


''Apa aku beri kejutan saja,'' gumam Daniel.


Daniel menancapkan gasnya dengan kecepatan maximal menuju suatu Mall terbesar di kotanya yang Ia sebagai pemilik saham terbesar di Mall itu.


Sampailah ia dengan mobil mewahnya yang sudah terparkir di parkiran khusus petinggi saham.


Ucapan selamat datang dengan hormat dari Security khusus tempat parkir petinggi itu dengan sopan nya membungkuk memberi salam, Daniel yang sedang berada di suasana hati senangnya menepuk pundak security itu.


Daniel melangkahkan kakinya menuju suatu Toko perhiasan terbesar di Mall tersebut, sampailah Ia di sana dengan sambutan-sambutan dari pemilik dan para karyawan Toko perhiasan itu.


''Selamat datang tuan Carroll, suatu kehormatan anda mendatangi toko kecil kami, ada yang bisa saya bantu,'' ucap pemilik langsung dari toko itu.


''Carikan aku sebuah satu set perhiasan yang menurut mu itu sangat istimewa namun terlihat sederhana.'' Ucap Daniel dengan memasang wajah datarnya.


''Kebetulan Tuan, kami baru saja mendatangi beberapa perhiasan yang belum sama sekali terjamah oleh siapapun,'' ucap Pemilik Toko.


''Tunjukan,'' suruh Daniel dengan gaya Arogannya.


Pemilik toko memberi isyarat pada karyawannya untuk mengambilkan semua perhiasan terbarunya, tanpa bantahan beberapa karyawan mengangguk patuh dan berlalu ke suatu ruangan yang penyimpanan perhiasan istimewa di toko itu.


''Aku harap kau akan menyukai nya,'' gumam Daniel mengusap layar ponselnya yang terdapat ada potret Devita disana sebagai wallpaper utama ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2