
Kemal membuka pintu dengan kasarnya, Matanya langsung tertuju ke Jonathan yang sedang duduk di sofa dengan ponsel di tangannya.
'' Kemal? mau apa kau kesini?'' tanya Jonathan yang langsung berdiri dan menghampiri Kemal.
'' Puspa dimana?'' tanya Kemal dengan nafas yang memburu.
Baru saja Jonathan ingin menjawab nya, Puspa keluar dari ruang ganti dengan menggunakan gaun putih.
'' Siapa, Jo?'' tanya Puspa yang bertanya karena tubuh Kemal yang terhalang dengan tubuh jangkung Jonathan.
Jonathan tidak menjawab nya, ia hanya menggeser sedikit posisi berdirinya, mata Puspa terbelalak melihat Kemal yang sudah beradan di depannya lagi.
'' Mau apa kau?'' tanya Puspa dengan tegas.
'' Puspa, kita harus bicara,'' ucap Kemal dengan wajah yang memohon.
'' Seperti nya sudah tidak ada lagi yang harus di bicarakan, hubungan kita sudah berakhir Kemal,'' ucap Puspa dengan pelan, karena sesungguhnya saat dia bicara kata perpisahan, hatinya sangatlah sakit.
'' Hubungan di jalani dengan dua orang Pu, kau tidak bisa memutuskan hubungan ini dengan sepihak,'' Kemal menatap langsung mata besar Puspa, bukan hanya Kemal yang menginginkan hubungan itu berlanjut, Puspa juga sangat menginginkan nya.
Karena perasaan yang sakit sulit berjalan dengan hati yang menginginkan.
Kemal menggenggam erat tangan Puspa, ia benar-benar menyesali ucapannya waktu itu, andai dia berkata jujur tentang hubungan nya waktu itu, kejadian seperti ini tidak akan terjadi.
__ADS_1
'' Jo, maafkan aku, tapi, aku harap kau mengerti,'' ucap Kemal yang langsung membawa Puspa keluar butik.
'' Mengerti? mengerti apa?'' gumam Jonathan yang turut keluar dari butik begitu juga Dinar yang ingin tahu ada apa sebenarnya dengan adiknya.
Kemal membawa Puspa ke dekat mobilnya, Amaira yang melihat Kemal menggenggam tangan Puspa yang menuju ke arahnya langsung keluar dari dalam mobil.
'' Kemal, ada apa? kenapa kamu membawa Puspa kesini?'' tanya Amaira yang merasa bingung dengan apa yang di lakukan Kemal.
Lagi-lagi Puspa merasa marah serta kecewa karena Kemal yang ternyata membawa Amaira bersama dirinya untuk menemuinya.
Puspa melepaskan tangan Kemal dengan kasar, menatap Kemal dan Amaira bergantian meminta penjelasan.
'' Ada apa ini Kem? apa maksud dari semua ini?'' tanya Puspa.
Perdebatan terlihat dari pintu butik, Jonathan dan Dinar memperhatikan dari jauh, saat Dinar ingin melangkahkan kakinya untuk menghampiri tiga anak manusia itu, tangan Jonathan mengalanginya.
'' Saya Dinar, kakak dari Kemal, saya ingin tahu apa yang terjadi pada mereka,'' jawabnya.
'' Maaf Nona, bukan saya ingin menghalangi Anda, coba biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka dengan sendirinya, jika mereka memerlukan kita, barulah kita mengambil tindakan,'' ucap Jonathan dengan bijak, Dinar mengangguk setuju.
Kemal masih mengatur nafasnya, dia menghela nafasnya lagi dan menatap keduanya dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan.
'' Amaira, aku ingin mengatakan sesuatu pada mu,'' ucap Kemal dengan memantapkan hatinya.
__ADS_1
'' Apa? katakan saja,'' jawabnya.
'' Amaira, hubungan kita hanyalah masalalu, dan kejadian penolakan itu bertanda bahwa memang kita tidak berjodoh kan?'' ucap Kemal menjeda ucapannya.
'' Tidak Kemal, tapi kita kan sudah di pertemukan kembali,'' lirih Amaira.
'' Ya kau benar, tapi semua sudah tidak seperti dulu lagi, kau adalah masalalu ku dan dia adalah masa depan ku,'' ucapan Kemal membuat Amaira terbelalak begitu juga Puspa yang tidak mengira kalau Kemal akan mengatakan itu semua.
'' Ta-tapi dia kan calon istri Nathan,'' lirih Amaira yang sudah meneteskan air mata nya.
'' Tidak Mai, dia bukan calon istri ku, waktu itu aku hanya ingin Kemal sadar dengan kesalahan nya karena membuat kekasihnya menangis,'' timpal Jonathan yang mendekat ke arah mereka.
Dengan sontak Kemal langsung menoleh karena mendengar penuturan Jonathan.
'' Lalu kalian kemari buat apa, bukannya untuk fitting gaun pengantin?'' tanya Kemal.
'' Bukan, kami kemari untuk memesan seragam untuk di hari pernikahan sepupu ku, dan Puspa menjadi pendamping pengantin wanita selama acara dan aku menjadi pendamping pengantin pria, dan pengantin pria itu dia adalah sepupu ku,'' penjelasan Jonathan membuat Kemal bernafas lega.
'' Kalian mempermainkan perasaan ku,'' lirih Amaira, dia merasa semua yang baru ia ketahui dari Jonathan dan Kemal adalah sebuah permainan yang menyakitkan hatinya.
'' Maira, ini memang salah ku, tapi aku benar-benar sudah tidak memiliki perasaan apapun padamu lalu jika aku nekat dengan mempertahankan dirimu, apa itu tidak lebih menyakitkan lagi,'' ucap Kemal.
Amaira diam, ia membenarkan ucapan Kemal tapi rasa sakit karena kebenaran membuat dia sulit mencerna keadaan.
__ADS_1
'' Kalian selesaikan masalah kalian, aku akan mengantarkan Amaira ke apartemen,'' ucap Jonathan yang langsung membawa Amaira ke dalam mobilnya.
Setelah sampai di mobil, Jonathan menghubungi Ibu nya untuk pulang dengan menggunakan taxi dan Jenny meng'iyakan nya.