Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Bonus untuk Nadia


__ADS_3

Daniel menghubungi Terry untuk mencari tahu nomor plat mobil yang telah sengaja menabrak Kekasihnya, Terry yang tidak bisa menolak perintah Daniel hanya bisa meng'iyakannya walau dirinya sedang sibuk dengan dunianya.


''Cepat, 5 menit aku beri waktu untuk mu mencari tau,'' tegas Daniel.


''Gila kau ya, 5 menit bertukar saliva pun aku rasa tidak akan puas,'' omel Terry di sebrang sana.


Dengan tidak sopannya, Daniel langsung memutuskan sambungan telpon dengan sepihak dan membuat Terry memaki Daniel di sana.


''Sial, si Tuan arogan ini membuat ku susah,'' gerutu Terry.


''Ada apa sayang?'' tanya seorang wanita yang sedang berselimut dengan tebalnya.


''Kita lanjutkan nanti ya, teman kurang ajar ku sedang memerintah ku.'' Dengan kesalnya Terry langsung meninggalkan gadis itu di kamarnya dan menuju ruang kerjanya.


Sudah melewati batas waktu yang Daniel berikan, Daniel dengan tidak sabarnya terus menghubungi nomor Terry.


''Lama sekali, kau bisa kerja atau tidak!!'' maki Daniel setelah telpon nya tersambung.


''Kenapa tidak kau saja yang mengerjakannya.'' Jawab Terry.


''Lalu guna kau apa, bodoh.''


''Kau sudah mengganggu waktu indah ku, dan tiba-tiba memerintah ku dengan tidak sabar nya,'' gerutu Terry.


''Sudah jangan menggerutu, kau sudah menemukannya belum?''


''Sudah, mustahil kau tidak tahu kalau plat itu plat mobil keluarga mu.'' Ucapan Terry membuat Daniel langsung melihat nomor plat yang di catatnya tadi.


Lagi-lagi Daniel memutuskan sambungan dengan sepihak, Daniel kembali melajukan mobilnya membelah keramaian kota menuju Mansion nya.


Sekitar 15 menit perjalanan Daniel sudah tiba di Mansion keluarga nya, dengan langkah yang lebar Daniel menuju dalam Mansion, tapi langkahnya terhenti karena dia melihat mobil Kemal yang terparkir apik di sudut pelataran.


Daniel melanjutkan langkahnya lagi, dan melihat ada Kemal dan Zen yang sedang duduk di sofa dengan Nadia juga disana.


''Nadia kau tidak boleh egois, berikan darah mu pada Devita, dia saat ini benar-benar sedang membutuhkan nya.'' Ucap Kemal dengan serius.

__ADS_1


''Aku katakan tidak ya tidak, kecuali Daniel mau meninggalkan Devita,'' jawab Nadia dengan Angkuhnya.


Zen hanya diam memperhatikan keduanya yang sedang beradu argumen, mereka tidak mengetahui kehadiran Daniel yang saat ini sudah berada di ambang pintu.


''Kau sangat Egois, Nad,'' ketus Kemal.


''Aku tidak peduli dengan gadis jallang itu, biarkan dia pergi dengan tenang dan akulah yang akan menjadi ratu di hati Daniel,'' jawaban Nadia membuat para pria yang berada di sana mengepal tangannya dengan kencang.


''Dasar wanita tidak waras, sekarang kau sudah menunjukkan jati diri mu kan, tanpa aku yang membongkar nya,'' Timpal Zen yang berucao dengan santai tapi membuat Nadia emosi.


''Aku tidak gila, kalian yang gila!! aku hanya menginginkan hak ku, dengan membiarkan gadis itu pergi dari hidup Daniel.'' Ucap Nadia dengan emosi yang tidak bisa lagi terkontrol.


Kemal dan Zen saling bertukar pandang dan tersenyum penuh makna.


Plaaakk


Zen dan Kemal terkejut bukan main, Daniel datang dengan tiba-tiba yang langsung menampar Nadia dengan sangat kerasnya dan membuat Nadia jatuh tersungkur dengan bibir yang mengeluarkan darah.


Bisa di bayangkan betapa kerasnya tamparan seorang Daniel, tatapan yang penuh amarah terlihat dari mata merah Daniel.


''Daniel,'' mata Nadia membelalak Ia tidak menyangka kalau Daniel mendengar apa yang di ucapkan nya dan menampar nya.


''Manusia tidak tahu diri. Cih, kau bahkan tidak pantas di sebut manusia.'' Maki Daniel dengan membuang ludahnya karena jijik melihat Nadia yang tidak tau malu itu.


''Aku tau kau dalang dari semua ini, dan yang aku herankan kesalahan apa yang keluarga ku buat sehingga kau juga mencoba melenyapkan pria tua yang telah merawat mu dari kecil itu, KATAKAN!!!''


''Kau tega Daniel, kenapa kau menuduh ku seperti itu,'' Nadia menangis dengan pilu.


prok


prok


prok


Kemal dan Zen bertepuk tangan bersama, tawa mereka menggema keseluruh ruangan.

__ADS_1


''Akting mu sudah tidak berlaku, Nadia,'' tawa Kemal.


''Aku sudah mengumpulkan semua buktinya, dan kau akan di beri pilihan, Penjara atau Akhirat.'' Tegas Zen.


''Apa maksud nya?'' tanya Nadia.


''Apa perlu aku memutar rekaman Cctv yang sengaja kau hapus, hem.'' Zen tersenyum dengan licik.


''Ada apa ini?'' tanya seseorang yang baru saja tiba.


''Ada apa dengan Nadia?'' tanya Dinar lagi, ya dia adalah Dinar yang baru saja tiba.


Kemal mendekat ke arah Dinar dan mengatakan semua kebusukan Nadia, rasa terkejut Dinar dan tidak percaya menjadi satu, ya siapapun akan tidak percaya kalau tidak langsung melihat bukti karena sikap Nadia selama ini sangatlah manis.


''Nadia kau sangat kejam,'' ucap Dinar yang sudah berlinang air mata.


Plak


''Ini balasan kejahatan mu,''


Plak


''Ini balasan penghianatan mu,''


Plak


''Dan itu untuk bonus mu,''


Dinar menampar Nadia dengan bertubi-tubi, emosi dan kekecewaan nya terhadap Nadia sangat lah besar.


''Aku sudah menghubungi polisi, dengan kasus percobaan pembunuhan dan tabrak lari yang korban nya adalah Ayah Mahendra dan juga Devita serta Puspa,'' cetus Zen.


Nadia terlihat panik, wajah lainnya yang selama ini di sembunyikan sudah terbongkar. 'Aku tidak mau masuk penjara, aku tidak mau di ikat, aku tidak mau di kurung.' Nadia terus bergumam.


Nadia bangkit dari duduknya dan langsung bersujud di kaki Daniel dengan tangis memohon ampun.

__ADS_1


__ADS_2