Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Siapa dia? (Amaira)


__ADS_3

Daniel kembali ke rumah sakit dengan penampilan yang sudah lebih segar dari sebelumnya, seperti biasa pesona Daniel mampu membuat mata para wanita terpesona saat melihat nya.


Krek


Daniel membuka pintu kamar Devita, disana ia melihat Puspa yang masih stia mengajak Devita berbicara walau yang di ajak bicara masih menutup matanya. Dan ada juga Kemal dan juga Jonathan disofa yang sedang fokus bermain game di bersama di ponsel masing-masing nya.


''Kau sudah kembali,'' ucap Puspa yang segera menyingkir dari sisi ranjang Devita memberikan ruang untuk Daniel agar kembali menemani Devita di samping nya.


''Kalian pulanglah,'' ucap Daniel yang mengusir mereka tanpa bada basi.


''Iya kak, aku juga ingin ke Toko, aku titip Devi,'' jawab Puspa dan di angguki Daniel.


''Aku pamit, Tuan.'' Ucap pamit Kemal yang sudah berdiri di depan Daniel.


''Ya kau hati-hati membawa anak gadis orang,'' jawab Daniel dengan menyelipkan gurauan di dalam ucapannya.


''Baik, Tuan,'' Kemal berlalu dengan diikuti Jonathan juga di belakangnya, Puspa yang sudah berlalu lenih dulu karena memang ua sudah pamit pada Daniel.


Tinggallah Daniel sendiri yang menjaga kekasih hatinya yang masih tertidur dengan pulasnya.


''Hai sayang, aku datang lagi. Maaf ya kalau aku lama perginya.'' Ucap Daniel dan mengecup singkat kening Devita.


''Coba lihat, aku sudah kembali tampan, apa kau tidak merindukan aku?''..


''Bangunlah sayang, aku berjanji jika kau membuka matamu nanti, aku akan segera membawamu ke hadapan Ayah Mahendra untuk melamar mu.'' Ucap Daniel dengan janji nya.


Devita masih saja memejamkan mata bulatnya, tapi Daniel tidak mau bersedih di hadapan Devita, karena ia tahu, jika ia bersedih Devita akan ikut bersedih.


Kemal membawa Puspa Ke mobilnya, karena Puspa akan ke toko nya menemani Citra menjaga toko yang sudah mulai ramai pengunjung itu.

__ADS_1


''Jo, aku duluan ya,'' pamit Puspa, Jonathan hanya mengangguk sebagai jawabannya.


''Saya duluan,'' ucap Kemal juga yang ikut pamit ke Jonathan.


''Ya, kalian hati-hati,'' jawab Jonathan, mobil yang di kendarai Kemal pun berlalu meninggalkan Jonathan yang sedang menuju mobil nya.


Tapi saat Jonathan ingin masuk ke mobilnya, berbarengan sebuah ambulans melintas dan berhenti tepat di depan pintu UGD yang ternyata ambulans itu membawa pasien wanita yang sudah tidak sadarkan diri.


Jonathan mendekat karena seperti mengenalnya, alisnya mengernyit.


''Dia, dia kan wanita yang ada di ruangan musik itu,'' gumam Jonathan.


''Dia kenapa?''


''Maaf Tuan, nona itu kenapa ya?'' tanya Jonathan pada sala satu petugas yang membantu menurunkan brangkar dari dalam mobil.


''Nona itu tiba-tiba pingsan di pinggir jalan Tuan, dan kita tidak bisa menghubungi keluarga karena tidak ada tanda pengenal apapun.'' Jawab Petugas itu dengan sopan.


''Anggap saja aku tidak mengenal nya, tapi memang aku tidak mengenalnya.'' Jonathan berlalu menuju mobilnya dan meninggalkan area Rumah Sakit itu.


Jonathan memang sudah pergi dan berlagak tidak peduli namun pikirannya terus tertuju ke wanita yang tidak sadarkan diri itu, bagaimana dia kalau tidak ada kartu tanda pengenal, dan bagaimana pihak rumah sakit menghubungi keluarga nya. Pikir-pikiran itu selalu melayang-layang di pikiran nya.


''Ah aku tidak akan peduli,'' gerutu Jonathan dengan tangan yang terus memainkan kemudinya dengan ahli.


Jonathan kembali ke kampusnya karena ada jam kuliah yang harus di ikutinya, setelah ia sampai di kampusnya, ia segera melangkahkan kakinya menuju gedung fakultas nya.


Melewati kumpulan-kumpulan para gadis yang hobinya bergunjing dan melebarkan masalah-masalah kecil lainnya.


''Iya benar, Amaira tidak lagi pergi ke kampus karena kasus pelecehan itu.'' Ucap sala satu gadis yang berkumpul itu.

__ADS_1


Jonathan melambatkan langkah kakinya, ia seperti tertarik dengan gosip yg saat ini sedang hangat seantero gedung kampus itu.


''Amaira? pelecehan? aku bahkan tidak pernah mendengar berita di sini,'' gumam Jonathan.


''Dan dengar-dengar dia juga di usir dari rumahnya, karena keluarganya yang malu memiliki anak seperti dia,'' timpal gadis lainnya.


Bukan hanya para gadis yang bergosip mengenai beruta terpopuler di kampus itu, para pemuda pun ikut membicarakan nya.


''Sayang sekali, padahal Amaira gadis yang cantik, tapi sayang tidak lagi suci,'' ucap pemuda yang sedang berlalu bersama temannya.


''Iya kau benar, aku pun tidak akan mau berhubungan dengan gadis yang sudah tidak suci lagi, hahahah.'' Timpal pemuda satunya dengan tawa meledeknya.


''Hei kau,'' panggil Jonathan pada dua pemuda yang melewatinya itu.


''Iya ada apa?'' tanya sala satu di antara mereka.


''Siapa Amaira? maksud dari obrolan kalian apa?'' tanya Jonathan.


Bukan segera di jawab tapi kedua pemuda itu saling pandangbdan tertawa dengan kerasnya dan membuat Jonathan merasa heran.


''Ada apa? kalian kenala tertawa?''..


''Jonathan, pemuda terpopuler di kampus ini, ternyata tertarik dengan berita receh seperti ini,'' ledeknya.


''Aku kira kau orang yang tidak akan peduli dengan sekitar, kecuali kedua sahabat mu itu,'' ucap yang satunya.


''Kalian mau menjawabnya atau tidak?''


''Baik-baik. Amaira anak Fakultas Ekonomi yang beberapa hari yang lalu mendapatkan pelecehan dengan sala satu mahasiswa disini, dan dia di gosipkan sudah tidak suci lagi dan lebih parahnya, keluarga nya juga tidak mau menerimanya lagi.'' Jelas pemuda itu dengan panjang lebar.

__ADS_1


Tanpa mengucapkan apapun, Jonathan berlalu begitu saja.


''Kenapa dia?'' ujar pemuda itu yang merasa aneh dengan sikap Jonathan.


__ADS_2