Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Apa yang Terjadi??


__ADS_3

'' Kalau begitu aku tidak jadi ikut,'' ucap seseorang yang sedari tadi mendengarkan obrolan Devita dan Jonathan.


Keduanya menoleh berbarengan, Devita yang memang tidak mengetahui duduk permasalahan hanya bisa menggaruk tengkuk lehernya karena bingungnya.


'' Pu, kenapa?'' tanya Devita.


'' Tidak apa-apa, aku ke kelas dulu,'' Puspa berlalu begitu saja tanpa menunggu jawaban Devita maupun Jonathan.


Devita semakin di buat bingung dengan sikap Puspa yang tidak biasanya seperti itu, ia menoleh ke Jonathan seakan meminta jawaban langsung darinya.


'' Dia sepertinya belum melupakan kejadian waktu itu,'' ucap Jonathan, alis Devita menyatu. '' Nanti aku ceritakan, tapi tidak di sini,'' ucapannya lagi.


Mereka pun berjalan beriringan menuju sebuah taman kampus agar bisa leluasa mengobrol nya.


'' Ada apa Jo, apa yang terjadi pada Puspa,'' tanya Devita yang semakin penasaran, Jonathan pun menceritakan apa yang sudah terjadi padanya dengan Puspa juga Amaira.


'' Haaahhh, rumit sekali,'' Devita menghela nafasnya dengan kasar.


'' Lalu kau tidak ingin mengurus masalah ini? kita sahabatan sudah lama Jo, hanya karena ini aku tidak ingin ada perpecahan di antara kita,'' ucap Devita dengan serius.


'' Ya aku akan mengurus masalah kami, kau tenang saja,''


Setelah membicarakan duduk permasalahan mereka pergi dari taman dan masuk ke kelasnya.


Setelah selesai dengan mata kuliahnya dan


Kelas selesai Devita pergi dengan menggunakan taxi menuju sebuah tempat.


Taxi berhenti di sebuah rumah yang sederhana namun sangat nyaman di pandang, ia melangkah mendekati pekarangan, ada seorang yang duduk di sebuah kursi roda melihat kearah nya dengan tatapan sendunya.


'' Devita,'' lirihnya.


'' Paman,'' sahut Devita, ada raut ketakutan di wajah Devita namun sebisa mungkin ia menahan itu dengan pikiran bahwa orang yang ada di depannya bukan orang yang dulu menyiksa nya.


'' Devita, keponakan ku. Maafkan Paman nak,'' ucapnya dengan susah payah karena kondisinya yang mengalami struk di bagian wajahnya.


'' Sudahlah paman, lupakan saja,'' sahutnya, saat mereka ingin berbincang banyak seseorang memanggilnya dari arah saung kecil di sudut halaman.


Devita berlalu setelah berpamitan dengan pamannya. '' Chloe, kau sedang apa?'' tanya Devita melihat Chloe yang duduk di tengah-tengah tumpukan pakaian dan kardus.

__ADS_1


'' Aku sedang mempacking barang dagangan ku untuk ku kirimin ke Custamer ku,'' jawabnya.


'' Kau kesini, ada apa?'' tanyanya.


'' Aku ingin memastikan soal yang tadi malam aku katakan lewat pesan,'' Devita ikut duduk dan ikut mengemasi apa yang ia bisa.


'' Tapi apa suami mu tidak keberatan,'' Devita diam sejenak lalu menggelengkan kepalanya. '' Tidak, aku sudah memberitahu nya, dan dia bilang tidak masalah,'' jawabnya.


Di sela-sela pembicaraan nya sebuah mobil hitam berhenti tepat di halaman di dekat saung dimana Devita dan Chloe berada.


Chloe dan Devita menoleh bersama, turunlah seorang pria dengan penampilan formal, mata Devita memicing karena merasa tidak asi dengan pria itu.


'' Ka Reno,'' ucap Devita dengan suara pelan, matanya melirik ke Chloe yang ternyata sedang meliriknya juga.


Seketika Chloe bersikap dengan salah tingkah dan itu membuat Devita sangat paham apa yang sebenarnya terjadi.


'' Nona Devita, ada di sini,'' ucap Reno dengan wajah datar nya.


'' Aahhh, kebetulan sekali kaka kesini, aku ingin mengajak kakak juga kalau begitu,'' ucap Devita dengan riangnya.


'' Mengajak ku? mengajak kemana?''


Devita melihat Reno yang terus memperhatikan kemana Chloe pergi, dan ia dapat menyimpulkan bahwa ada sesuatu di antara mereka yang belum ia ketahui.


'' Ka Reno,'' panggil Devita menyadarkan lamunan Reno. '' Hemm, kenapa?'' tanya Reno.


'' Kakak suka dengan Chloe ya,'' tanya Devita dengan to the point.


Reno yang mendapatkan pertanyaan Devita seketika salah tingkah, ia bingung harus menjawab apa, karena dia pun tidak mengetahui apa yang di rasakan nya.


Devita terus bertanya tapi Reno tetaplah diam. Apa yang harus ku jawab, pikir nya.


Saat Reno ingin membuka mulutnya Chloe datang dengan nampan di tangannya dan alhasil Reno kembali diam.


'' Silahkan, maaf ya sekedarnya karena hanya ada ini, hehe,'' ucap Chloe dengan kekehannya.


'' Oh ya Ka, aku berniat ingin pergi piknik dengan suami ku juga teman-teman ku, dan aku juga mengajak Chloe apa kakak juga mau ikut?'' tanya Devita, Reno diam namun matanya melihat ke arah Chloe yang sedang meliriknya namun langsung menundukkan kepalanya.


'' Baiklah aku akan ikut,'' jawab Reno.

__ADS_1


'' Bagus, nanti aku akan mengajak Ayah juga,''


'' Ayah mu sedang melakukan perjalanan bisnisnya, minggu depan baru beliau pulang,'' jawab Reno, ada raut kekecewaan di wajah Devita namun ia cukup mengerti.


'' Ya sudah, biar kakak saja,'' pasrahnya.


Devita berpamitan pulang setelah puas berbincang-bincang dengan Chloe juga dengan Reno, Reno ingin mengantarkan Devita, namun Devita menolak nya dengan halus karena dia tidak ingin mengganggu waktu Reno dengan Chloe. Juga dia tidak ingin membuat Daniel cemburu karena memang Devita sangat paham dengan sifat suaminya itu.


Sepeninggal nya Devita, Reno dan Chloe saling diam kecanggungan di antara mereka terjadi.


Apa yang akan aku katakan, pikirnya Chloe.


Apa yang ingin ku bicarakan padanya, pikir Reno. Keduanya terhanyut dengan pikirannya masing-masing yang tidak tau apa apa yang harus mereka lakukan.


'' Emmm nanti biar aku yang jemput kesini,'' ucao Reno dan di angguki Chloe.


Chloe melanjutkan pekerjaan nya namun tiba-tiba Chloe menjerit kesakitan dan membuat Reno khawatir.


'' Awwww!'' teriak Chloe memegangi perut buncitnya.


Chloe merasakan kram tapi rasa sakit itu semakin terasa dan membuat Chloe semakin menjerit kesakitan.


'' Ada apa, kenapa?'' tanga Reno dengan panik.


'' Tu-tuan perut ku sakit sekali,'' jeritnya dengan mengigit bibir nya.


'' Hei jangan mengigit bibir mu nanti kau bisa terluka,'' ucap Reno yang langsung membopong tubuh Chloe menuju mobilnya.


'' Kita ke Rumah Sakit,'' ucap Reno, Chloe tifak menolak karena ia sudah tidak bisa lagi menjawab ucapan Reno karena rasa sakit yang di rasakan nya.


Di perjalanan Chloe semakin kesakitan ia memegangi lengan Reno dengan kuat, Reno tidak merasa keberatan ia benar-benar khawatir melihat Chloe yang sedang kesakitan itu.


Setibanya di rumah sakit, tanpa menunggu waktu lagi Reno langsung membawa Chloe menuju ruang gawat darurat untuk segera di tangani.


Chloe di bawa ke ruang pemeriksaan, Reno belum bisa tenang ia benar-benar cemas dengan keadaan Chloe.


Reno menunduk dan matanya melebar setelah melihat kemeja putihnya ada bercak darah yang lumayan banyak. '' Darah,'' lirihnya.


'' Chloe berdarah, astaga. Semoga tidak terjadi sesuatu pada dirinya dan anaknya,'' ucap Reno yang semakin merasa cemas.

__ADS_1


Tbc..


__ADS_2