Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Terjaga karena Berontakan


__ADS_3

Malam yang dingin dengan turunnya hujan yang membasahi bumi, sepasang pengantin baru sedang bercanda gurau di kamar hotelnya, ya mereka adalah Devita dan Daniel pasangan yang selalu romantis di setiap waktu bahkan membuat beberapa orang di buat patah hatinya karena ulah mereka.


'' Honey, berarti jika tamu mu sudah kembali ke asalnya, aku boleh bergantian mengunjungi mu?'' pertanyaan Daniel membuat Devita tersipu malu, Devita menutup wajahnya dengan selimut yang menutup tubuhnya itu.


'' Daniel, jangan bertanya seperti itu,'' ucapnya dengan manja.


Daniel terkekeh melihat sikap istrinya yang menggemaskan menurutnya.


'' Kenapa sayang, aku hanya bertanya,'' dengan jahilnya Daniel menarik kembali selimut itu agar terlepas dari wajah dan tubuh Devita.


'' Daniel aku kedinginan,'' keluhnya.


'' Gunanya apa aku disini jika istri ku saja menggunakan selimut untuk pengusir rasa dinginnya,'' ucap Daniel belaga merajuk.


'' Daniel kau marah?'' tanya Devita, Daniel hanya diam ia berbalik membelakangi Devita.


'' Daniel, maaf. aku hanya merasa kedinginan,'' Devita terus menggoyangkan lengan Daniel tapi Daniel tetap tidak mau bicara walau ia sedang menahan tawanya sedari tadi.


Namun tidak di duga, Devita malah memeluk Daniel dari belakang itu membuat Daniel sangat senang karena istrinya sudah mulai berani berbuat di luar kebiasannya.


'' Baiklah aku akan memeluk mu setiap kali aku merasa kedinginan, kau senang?'' tanya Devita yang masih memeluk Daniel, Daniel berbalik menghadap Devita dan membalas pelukan istrinya dengan sangat posesif nya.


'' Kau sudah mulai berani ya,'' goda Daniel menyolek hidung mancung Devita.


'' Aku sedang merindukan pelukan mamah, dulu kalau aku tidak bisa tidur, aku selalu meminta Mama memeluk ku sampai aku tertidur.'' Ucap Devita panjang lebar menceritakan masa kecilnya.


'' Kalau seperti itu, peluklah aku, anggap saja kau sedang memeluk ibu mu,'' ucap Daniel menanggapi cerita istrinya, Devita tersenyum dan lebih mengeratkan pelukannya.


Devita pun tertidur sepanjang malam dengan memeluk Daniel dengan erat dia tidak tahu kalau Daniel sangat tersiksa dengan posisi mereka yang sangat intim saat itu.


'' Bagaimana aku bisa tertidur jika dia selalu berontak di dalam sana,'' gumam Daniel.


Sudah menjelang pagi, Daniel masih terjaga dari tidurnya, bahkan ia tidak mampu memejamkan mata besarnya karena merasa ada yang berontak di dalam celananya.


Burung burung sudah mulai bernyanyi menandakan matahari akan naik, Devita mengerjapkan matanya dan yang pertama kali ia lihat adalah wajah Daniel yang nampak pucat.


'' Daniel kau sudah bangun?'' tanya Devita.


'' Aaahh, iyaa,'' jawab Daniel.


' Bahkan aku tidak tidur.' Batin Daniel mengeluh.


'' Tapi ada apa dengan mata mu?'' tanya Devita dengan rasa herannya.


'' Tidak apa-apa, kau mandilah dulu aku akan melanjutkan tidur ku lima menit saja, oke.'' Ucap Daniel yang sudah tidak tahan menahan kantuknya.


'' Emmm, baiklah.'' Devita beranjak dari tidurnya menuju kamar mandi.


Mereka hari ini sudah merencanakan ingin pergi ke Mansion Ayah Mahendra untuk meminta izin kalau Daniel akan membawa Devita pulang ke apartemen nya.


Devita sudah selesai mandi tapi Daniel masih stia dalam mimpi indahnya, Devita yang ingin membangunkan tapi tidak tega karena Daniel tidur sangat pulas.

__ADS_1


'' Biar aku masakan sesuatu saja dulu, barulah aku bangunkan dia.'' Gumam Devita yang sudah melangkah keluar dari kamar.


Di Kampus.


Puspa sedang membaca buku di kursi taman, tiba-tiba ada beberapa mahasiswa yang menghampiri nya.


'' Puspa, apa benar. Devita sudah menikah?'' tanya gadis cantik dengan berpenampilan mewah.


'' Ya kau benar, memang nya kenapa?'' jawab Puspa.


'' Kenapa mendadak sekali, apa karena dia sudah mengandung sebelum menikah?'' ejek para wanita itu, Mata Puspa menatap tajam ke arah tiga wanita yang sedang mentertawakan Devita.


'' Kau bisa menjaga ucapan atau tidak, kau tahu ucapan mu bisa saja membawa mu ke dalam jeruji besi,'' ucap Puspa dengan tenang.


'' Jeruji besi, kenapa? aku hanya mengucapkan apa yang ada di pikiran ku saja,'' elaknya.


'' Ucapn mu bisa membuat dirimu terjerat hukum tuduhan pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan kau tahu?'' Puspa berbicara dengan tenang, karena menurut nya menanggapi orang-orang seperti mereka haruslah tenang, jika terpancing akan bertambah tingkahnya.


Ucapan Puspa berhasil membuat ke tiga wanita itu bungkam.


'' Kau tahu, dia mahasiswa jurusan hukum, jangan macam-macam mengganggu dia, sebaiknya kita pergi,'' bisik sala satu wanita itu pada temannya yang mengejek Devita.


Tanpa mengucapkan apapun ketiga wanita itu berlalu meninggalkan Puspa yang kembali melanjutkan membacanya.


Saat Puspa masih sibuk membaca bukunya, seseorang menepuk pundaknya dari belakang dan Puspa langsung menoleh ke belakang.


'' Jonathan, kau.''


'' Nanti ada kuis, jadi aku harus belajar,'' jawabnya dengan tawa kecil nya.


'' Oh ya, kemana saja kau. Kemarin kenapa kau tidak datang ke acara pertunangan dan pernikahan sahabat kita.'' Omel Puspa panjang lebar.


'' Aku, aku sedang ada urusan saat di hari pernikahan dan waktu hari pertunangan aku datang tapi tidak lama aku pergi lagi karena Mama ku menelpon ku,'' jawab Jonathan.


'' Ada urusan? apa urusan mu itu lebih penting dari hari bahagia sahabat mu, hah. Kau sangat keterlaluan Jo.'' Omel Puspa lagi.


'' Ya, ya. Maafkan aku. Sudahlah jangan marah-marah seperti itu, aku ingin menceritakan sesuatu padamu.''


'' Apa?'' jawab Puspa dengan ketus.


'' Kau tau, Amaira tidak?'' tanya Jonathan.


'' Amaira? oh apa dia sahabat baru mu, iya. Dia yang membuat seorang Jonathan tidak lagi peduli dengan sahabatnya.'' Puspa masih mengucapkan dengan nada marah nya.


'' Bukan seperti itu, kau dengarkan aku dulu,''


'' Dia gadis yang menjadi korban pelecehan di kampus ini, dan aku sedang membantu mengusutnya, kau mau membantu ku?''


'' Pelecehan? kasihan sekali. Ya aku akan membantu mu. Tapi bagaimana cara nya?'' jawabnya melupakan amarah nya.


'' Ya maka dari itu aku memintamu untuk membantu ku kau kan mahasiswa jurusan hukum, kau pasti tahu harus melakukan apa,''

__ADS_1


'' Emm baiklah, kita cari tahu dulu siapa orang yang berbuat seperti itu, dan aku juga harus meminta kesaksian dari Amaira langsung.'' Ucap Puspa.


'' Kalau begitu kau ke apartemen ku saja, aku yang akan mencari tahu orang itu di kampus.''


'' Wait, ke apartemen mu. Buat apa?'' tanya Puspa.


'' Amaira sedang ada di apartemen ku, tapi kau jangan bertanya kenapa dia ada di sana, karena cerita nya panjang sekali.''


'' Baiklah, aku akan bertanya dengan Amairanya langsung.''


'' Terserah, kalau begitu aku pergi dulu'' Jonathan berlalu menuju fakultas nya.


Setelah Puspa selesai dengan kuis nya ia berniat untuk langsung pergi menuju apartemen Jonathan tapi ponselnya berdering karena Kemal yang menelpon nya.


'' Ya, aku sedang menunggu taxi'' jawabnya setelah tersambung.


'' Kau ingin kemana?''


'' Aku ingin ke apartemen teman ku,''


'' Teman mu pria atau wanita?''


'' Wanita,''


'' Kalau begitu biar aku antar.''


'' Baiklah, cepat ya.'' Puspa memutus sambungan telepon nya.


Beberapa waktu kemudian, sebuah mobil berhenti tepat di depan Puspa dan ia pun langsung masuk ke dalam mobil karena itu adalah mobil Kemal.


'' Dimana apartemen itu?'' tanya Kemal.


'' Di gedung apartemen Akasia.'' Jawab Puspa, Kemal menancapkan pedal gasnya dengan kecepatan sedang menuju alamat yang akan di datangi kekasihnya itu.


'' Kau mau apa ke sana?''


'' Ada urusan, nanti aku ceritakan saat urusan ku kelar.''


Beberapa saat kemudian, mobil Kemal sudah memasuki parkiran khusus tamu pengunjung apartemen itu.


Puspa dan Kemal menuju lantai dimana kamat Jonathan berada.


Puspa Menekan bel beberapa kali dan seseorang membukakannya.


'' Amaira kan?'' tanya Puspa, namun pertanyaan nya tidak di jawab Amaira karena dia sedang menatap wajah Kemal yang juga sedang menatapnya.


'' Kemal,'' panggil Amaira.


'' Maira,'' lirih Kemal.


Puspa menatap Kemal dan Amaira secara bergantian.

__ADS_1


Tbc..


__ADS_2