Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Pelampiasan


__ADS_3

''Tuan apa kau butuh pelampiasan.'' Ucap wanita itu dengan gaya centilnya dengan tangan yang sangat berani membelai wajah tampan Daniel.


Terry yang baru saja memutuskan sambungan telepon nya melihat ke arah wanita yang sedang membelai wajah Daniel, mata Terry melebar dengan menelan sulit salivanya.


''Kau sedang membangunkan singa tidur, Nona.'' Gumam Terry menatap iba pada wanita itu.


Daniel mencekal pergelangan tangan wanita itu dengan erat, terdengar suara rintihan wanita itu karena cekalan Daniel yang kuat dan menyisakan sakit, Daniel menghempaskan tangan itu dengan kasar.


''Berani sekali wanita kotor seperti mu menyentuh ku.'' Bentak Daniel.


Wanita itu gemetar takut mendengar bentakan Daniel, Terry tidak ada niatan untuk turut campur karena jika Ia berani, dia sendiri yang akan menjadi korban Daniel.


''Ma-maaf Tuan,'' ucap wanita itu dengan terbata-bata.


''Kau tidak mengenal ku rupanya, Hah!!'' Daniel menarik Rambut pirang wanita itu dengan emosinya.


''Aku tidak suka di sentuh wanita Jallang seperti mu.'' Ucapnya lagi masih dengan emosi yang memburu.


''Am-pun Tuan, saya tidak tau soal itu.'' Wanita itu memohon ampun dengan air mata yang sudah membasahi pipi berpoles makeup itu.


Daniel melihat airmata Wanita itu seketika ingat Devita yang tadi pagi menangis di hadapannya, dengan kasar Daniel melepaskan tangannya dari rambut wanita itu.


''Kali ini aku mengampuni mu, tapi lain kali, kau tau sendiri akibatnya.'' Ucap dingin Daniel.


Wanita itu berlalu dengan tergopoh-gopoh.


Terry menghela nafas leganya.'' Kali ini keberuntungan sedang berpihak padanya,'' gumam Terry.

__ADS_1


Seorang wanita cantik dengan berpakaian minim menghampiri Terry dan memberikan salamnya.


''Selamat Malam Tuan Terry.''


Terry menoleh dengan mata yang melihat tajam wanita itu dari ujung kaki sampai ujung kepalanya. ''Perfect,'' ucapnya.


''Kau sudah siap?'' tanya Terry pada wanita itu, pertanyaan yang semestinya cocok untuk sebuah pertempuran dan perjalanan tapi kali ini berbeda karena Terry yang mempertanyakan nya.


''Sangat siap,'' ucap lembut wanita itu.


''Baiklah, kau bersiaplah dulu.'' Perintah Terry dan di 'iya kan wanita itu.


Setelah wanita itu berlalu menuju kamar khusus, Terry memberi tahu kalau pesanan Daniel sudah siap.


''Ini pakailah.'' Ucap Terry yang memberikan sekotak alat k*ntrasepsi berbentuk p*ngaman yang bermerek fesyen terkenal yaitu dengan logo L dan V di kemasannya. berwarna coklat itu.


Dengan langkah gagahnya Daniel berlalu menyusul Wanita itu ke kamarnya.


''Kau sudah siap, Nona?'' pertanyaan yang sama dengan Terry terlontar dari mulut Daniel.


''Sangat siap Tuan.'' jawab wanita itu dengan mengedipkan satu matanya.


Wanita itu sudah berada di atas tempat tidur dengan selimut yang membungkus tubuh yang tak b*rpakaian itu.


Daniel berlalu ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan beberapa saat kemudian Daniel sudah keluar dengan hanya memakai celana berbentuk segitiga itu.


Daniel memakai p*ngaman terlebih dahulu, Ia tidak ingin ada kesalahan dan tidak ingin menanggung resiko jika tidak memakainya.

__ADS_1


Setelah memakai p*ngaman, Daniel menghampiri wanita itu.


Menghempaskan selimut yang membungkus t*buh wanita itu, dan menyambar sebuah tali untuk mengikat tangan lawannya untuk berjaga-jaga agar tangan itu tidak menyentuh langsung t*buhnya.


Wanita yang bernama Catherine itu menatap lapar ke arah Daniel.


Malam yang dingin bersama seorang wanita panggilan yang di bayarnya dengan nilai yang tinggi, keputusasaan seorang Daniel dan sengaja mencari pelampiasan nya.


Daniel sudah mencapai puncaknya dalam waktu satu jam.


Daniel menjeda apa yang di lakukan nya.


''Menuju Ronde ke dua, Nona'' Ucap Daniel.


Terulang kembali sampai ia merasakan kepuasan.


Delapan kali ronde yang menempuh sampai 12 jam lamanya, semalaman suntuk Daniel bekerja bahkan Catherine sampai tidak sadarkan diri karena sangking kelelahannya.


Setelah puas, Daniel membersihkan diri di kamar mandi dan menggunakan pakaian nya kembali.


''Kau tidak cukup hebat, Nona.'' Dengan meninggalkan Catherine yang sedang terlelap entah tidur atau pingsan Daniel tidak perduli.


Setelah meninggalkan Cek kosong di atas nakas Daniel berlalu keluar dan pergi meninggalkan Gedung terkutuk itu.


.


Di sebuah Apartemen seorang gadis sedang tertidur dengan gelisahnya, yang seperti nya dirinya sedang bermimpi buruk.

__ADS_1


''Daniel.'' Devita terbangun dengan menyebut nama pria yang saat ini baru selesai melakukan pelampiasan alamiahnya.


''Kenapa Aku bermimpi Daniel, tapi kenapa mimpi itu terlihat nyata.'' Gumam Devita dengan gusarnya.


__ADS_2