Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
EXTRA PART ( USAHA RENO )


__ADS_3

Tibalah Reno di kediaman Carroll dengan membawa dua paper bag besar yang isinya berbagai makanan serta mainan, ia berjalan dengan percaya dirinya. '' Semoga rencana ku berhasil,'' gumam nya.


'' Ka Reno,'' ucap Devita yang melihat Reno yang baru saja melangkah masuk ke dalam Mansion.


'' Vita, Hay keponakan paman yang tampan, lihat paman membawa apa untuk mu,'' ucap Reno menunjukan dua paper bag itu.


Wajah mungil Devan tersenyum gembira seakan mengerti apa yang dikatakan pamannya itu.


'' Masuk ka, kebetulan sedang ramai disini,'' ucap Devita.


'' Sedang ramai? memangnya ada acara apa?'' tanya Reno yang berpura-pura tidak mengetahui nya.


'' Ka Dinar baru pulang dengan anaknya juga ka,'' jawab Devita.


'' Ooh pantesan kau tidak ada di rumah mu, ternyata kau sedang disini,''


'' Kakak kerumah ku, maaf ya ka,''


'' Ya sudah tidak apa-apa,''


Perbincangan antara adik dan kakak harus terjeda karena panggilan seseorang yang berasal dari ruang keluarga dan berjalan menghampiri Devita.


'' Bibi, biar ku gendong adik David nya,'' ucap seorang anak laki-laki yang di yakini Reno adalah anak Dinar.


'' Apa kau bisa, Davin?''


'' Tentu saja bisa, aku kan sudah besar,''


'' Baiklah tapi hati-hati ya,'' Devita pun memberikan David pada Davin yang sangat senang karena di ijinkan untuk menggendong David kecil.


'' Dia?'' tanya Reno.


'' Oh ini anak nya ka Dinar, ka. Oh ya Davin perkenalkan ini kakak nya bibi panggil dia paman Reno.'' Ucap Devita memperkenalkan Reno pada Davin.


'' Oh Hay Paman, aku Davin anak dari Momy Dinar,'' ucap Davin.


'' Hay anak tampan, salam kenal.'' Ucap Reno yang memulai aksinya.


'' Paman apa kau mau menemani kami bermain, sedari tadi aku bosan tidak ada yang bisa aku ajak main, Paman Daniel, paman Kemal juga paman Zen semua sibuk bekerja.'' Ujar Davin mengadu dengan menggemaskan nya.


'' Wah kebetulan, lihat paman membawa banyak mainan dan makanan, ayo kita main,'' ucap Reno dengan senang hati.


'' Bagus, Terima kasih paman, untung ada paman.'' Akhirnya Davin David juga Reno berlalu pergi menuju taman belakang untuk bermain bersama.


'' Cepat sekali akrab,'' gumam Devita yang merasa lucu karena interaksi mereka yang cepat sekali akrab.

__ADS_1


Saat Devita akan melangkah menuju dapur, Dinar datang memanggil nya.


'' Dev, apa kau melihat Davin?'' tanya Dinar.


'' Oh Davin sedang main di halaman belakang ka,''


'' Oh bermain dengan David ya?''


'' Iya ka, dengan ka Reno juga,'' jawaban Devita tentu membuat Dinar tercengang, seketika ia teringat dimana Reno menyatakan perasaan nya padanya saat di bandara waktu itu.


'' Re-Reno? dia kesini?''


'' Iya ka, aku ke dapur dulu ya ka, mau buatkan minuman untuk mereka,'' Devita pun berlalu meninggalkan Dinar yang masih berdiri mematung karena bingung harus melakukan apa.


Di halaman belakang, Reno merasa senang karena rencana nya berjalan dengan baik bahkan di luar expetasi nya yang bisa cepat mengakrabkan dirinya pada anak dari wanita yang di cintai nya.


'' Oh ya Devan, bagaimana sekolah mu di sana?'' tanya Reno berbasa-basi.


'' Sekolah ku lancar, tapi Paman kalau boleh jujur ya, sekolah itu sangat membosankan, di sana bahkan aku jarang sekali menerima waktu luang untuk sekedar berjalan-jalan, waktu ku sehari-hari hanya belajar-belajar dan belajar, membosankan bukan.'' Jawab Devan mengadukan keluh kesah nya selama di asrama.


'' Haaahhh, kau benar, tapi kelak nanti kau besar kata-kata membosankan saat belajar seperti itu tidak akan terucap kembali, karena nanti kau akan merindukan dimana keseruan saat kau belajar dan bermain dengan teman-teman mu.''


'' Benarkah paman?''


'' He'em, paman pun sama, dulu selalu mengeluh bosan tapi saat paman dewasa, paman malah merindukan masa-masa itu.'' Ucap Reno lagi.


'' Ya, apalagi kau adalah penerus keluarga ini, kau harus lebih giat lagi belajar, karena kelak kau akan menjadi pemimpin dari adik-adik mu ini.'' Reno terus menasehati Devan agar lebih giat belajar dan tidak mengeluh dengan situasi masa belajar nya.


'' Paman sangat baik, Terimakasih paman.'' Ucap Devan yang langsung memeluk tubuh Reno.


'' Andai paman ini ayahku,'' celetuk Devan yang tentunya membuat Reno berbunga-bunga hatinya.


'' Devan!!'' panggil Dinar dari arah belakang dan seketika Devan dan Reno pun langsung menoleh ke asal suara.


'' Masuk! kau harus mengistirahatkan tubuh mu karena kau baru saja sampai,'' ucap Dinar dengan sikap yang salah tingkah.


'' Tidak Mom, Devan tidak lelah, Devan masih ingin bermain dengan paman baik.'' Tolak Devan.


Dinar yang merasa kesal karena ucapan nya tidak di turuti segera menghampiri Devan dan ingin menariknya untuk ke dalam namun tiba-tiba tangan Reno lebih dulu menggapai tangan Dinar.


'' Duduklah,'' ucap Reno.


'' Ren, Devan baru saja sampai, tidak baik kalau tidak mengistirahatkan tubuh nya, nanti dia sakit.''


'' Devan akan pergi istirahat kalau dia sudah merasa lelah, tunggulah sebentar lagi.'' Ucap Reno.

__ADS_1


Dan mau tidak mau akhirnya Dinar menyetujui ucapan Reno dan duduk di kursi di samping Devan.


'' Ka Reno, aku ambil David ya, dia belum meminum susunya dan waktu nya dia tidur juga,'' ucap Devita yang baru saja datang membawakan beberapa gelas air jus untuk mereka yang ada di halaman belakang.


'' Ah iya,'' Reno memberikan David ke pada ibunya, dan Devita pun berlalu meninggalkan Reno yang bersama ibu dan anak yang berbeda karakter itu.


'' Paman apa boleh aku merebahkan kepala ku di pangkuan Paman,'' ucap Devan dengan tiba-tiba.


'' Kemarilah,'' Reno pun mempersilahkan dengan senang hati.


'' Devan jangan nak' biar sama Momy saja,'' cegah Dinar


'' Biarkanlah,''


Devan merebahkan dirinya dan menaruh kepala nya di pangkuan Reno, dengan sayang Reno terus mengusap lembut kepala Devan.


'' Sudah memiliki jawabannya?'' ucap Reno pada Dinar yang berlaga tidak mengerti apa yang di maksud nya.


'' Jawaban apa? aku tidak paham,'' ketus Dinar.


'' Mau aku ulangi apa yang aku katakan waktu di bandara,''


'' Tidak, tidak.'' Jawab cepat Dinar.


'' Lalu?''


'' Kita bahas nanti,'' cetus Dinar.


'' Kenapa? lagipula anak mu sudah pulas tidurnya,'' ucap Reno yang sontak membuat Dinar terperangah dan menoleh ke arah anaknya yang benar saja, Devan sudah tertidur dengan pulas di pangkuan Reno dengan nyamannya.


'' Hissshh cepat sekali dia tertidur,'' gumam Dinar.


'' Biar aku pindahkan Devan terlebih dulu,'' ucap Dinar namun lagi-lagi Reno mencegah nya.


'' Apa kau akan menghindari ku lagi?''


'' Hah?''


'' Dinar, aku menyatakan perasaan ku bukan hanya sekedar bermain-main, aku bersungguh-sungguh dengan ucapan ku sendiri, aku tidak perduli dengan jarak usia kita, yang aku tau, aku sudah jatuh cinta pada saat pandangan pertama kita.'' Ucap Reno dengan tatapan yang serius.


'' Ren, kau bantu aku pindahkan Devan ke kamarnya ya, biar aku bereskan terlebih dulu kamar dia,'' ucap Dinar mengalihkan pembicaraan, Dinar pun langsung berlalu pergi walau Reno mencoba mencegahnya.


'' Haahh, dia wanita yang benar-benar keras kepala, tapi tidak apa-apa, aku suka tantangan.'' Gumam Reno dengan senyum nya.


'' Baiklah aku akan menyusul ke kamar!!'' teriak Reno dengan usilnya.

__ADS_1


'' Issshh menyebalkan,'' gerutu Dinar dengan kesal.


TBC..


__ADS_2