Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
DAVID GUETTA CARROLL


__ADS_3

'' Daniel!'' panggil Linda.


Daniel berbalik dan menatapnya heran.


'' Kenapa?''


'' Tadi Bibi Mirna ada disini,'' ucap Linda, alis Daniel menyatu heran, ia tidak langsung percaya dengan ucapan Linda karena menurutnya tidaklah mungkin perempuan yang selama ini di bencinya ada disini untuk ikut menyaksikan kelahiran ahli waris keluarga Carroll.


'' Mungkin kau salah lihat,'' ucap Daniel dengan cuek, ia pun melanjutkan langkah nya menuju ruangan dimana Devita berada.


'' Aku sungguh-sungguh Daniel, dia ada disini tadi, aku juga menyapanya,'' ucap Linda lagi dan menghentikan langkahnya Daniel.


'' Sudahlah Lin, tidak mungkin wanita itu ada disini, mengingat hubungan ku dengan nya tidak ada ikatan lagi,'' elak Daniel yang tetap keukeuh dengan pendiriannya.


'' Bagaimana pun dia tetap ibu yang melahirkan mu Daniel, kau juga sudah melihat perjuangan istrimu melahirkan anakmu kan? dia menangis di balik dinding setelah mendengar tangisan anak mu.'' Ucap Linda lagi yang berusaha menyatukan anak dan ibu yang sudah lama tidak saling bicara itu.


Daniel terdiam mencerna ucapan Linda, dalam lubuk hati seorang Daniel, dia juga sangat ingin memeluk tubuh ibunya tapi mengingat kesalahan ibunya di waktu dia kecil membuat luka itu yang seakan tidak akan bisa sembuh dengan sempurna.


Tanpa mengucapkan apapun, Daniel berlalu begitu saja meninggalkan Linda yang masih bicara padanya.


'' Haaahh, ternyata luka itu belum juga pulih,'' gumam Linda setelah menghela nafasnya dengan panjang.


'' Lin!'' panggil seseorang yang tidak lain suaminya sendiri, Zen.


'' Zen,''


'' Kalian kenapa?'' tanya Zen yang ingin tahu apa yang Linda dan Daniel bicarakan.


'' Nanti aku ceritakan kalau sampai rumah,'' jawab Linda dengan lembut.


'' Ya sudah ayo, apa kau tidak ingin melihat adik mu,'' ucap Zen mengajak Linda menuju kamar Devita.


Semua sudah berkumpul di ruangan Devita, seorang wanita dewasa duduk di sofa yang berada di sudut ruangan tersenyum dengan bahagia, ia adalah Dinar, Dinar merasa bahagia melihat adik-adiknya sudah menemukan kebahagiaan nya masing-masing.


'' Syukurlah badai telah berlalu, banyak ujian cinta yang mereka hadapi, dan sekarang kehangatan hubungan mereka mulai terasa,'' gumam Dinar.


Suara pintu terbuka terdengar membuat semua orang mengalihkan pandangannya mengarah pintu.


'' Selamat sore,'' ucap seorang pria tampan dengan pakaian formalnya.


'' Reno, lihat adikmu sudah menjadi seorang adik,'' ucap Mahendra yang langsung merangkul Reno.


Reno tersenyum bahagia mendengar nya namun matanya seperti mencari seseorang yang sebenarnya sebagai tujuan lainnya dia kesana.


Matahya beralih ke arah sofa yang ada seorang wanita yang sedang menatapnya dengan senyum manisnya, ya dia adalah Dinar, Dinar hanya menyapa nya dengan isyarat alis mata yang di angkatnya sehingga membuat Reno salah tingkah.

__ADS_1


Pintu terbuka lagi dan munculah seorang perawat yang menggendong seorang bayi mungil di tangannya.


'' Permisi, waktu nya ibu menyusui baby nya,'' ucap perawat itu dengan ramah.


Semua terlihat gemas melihat seorang bayi yang berada di gendongan perawat itu.


'' Oh ya Daniel, jenis kelamin anak mu apa? kau belum memberitahu kami semua,'' ucap Frans ayah Daniel.


'' Tentunya laki-laki, lihat saja wajahnya tampan seperti ku,'' ucap Daniel memuji dirinya sendiri.


'' Aaahh, jagoan Opa,'' ucap Mahendra yang ingin sekali menggendong cucunya.


Tirai di tutup sebagai batas untuk privasi ibu menyusui anaknya.


'' Tuan Daniel, anda belum memberikan nama bayi anda, kami butuh untuk surat kelahiran nya,'' ucap Perawat itu.


'' Oh iya, nanti saya menyusul kesana,'' ucap Daniel, perawat itupun permisi pergi memberikan ruang keluarga besar itu untuk bercengkrama.


'' Kau akan memberikan nama anak mu apa?'' tanya Frans.


'' David Guetta Carroll!'' tegas Daniel menetapkan nama anak pertama nya.


Semua pun setuju Dengan nama anak pertama Daniel yang di berikan langsung oleh ayahnya.


'' Setuju tidak, honey?'' tanya Daniel yang meminta pendapat istrinya.


'' Apa arti dari nama itu, Daniel?'' kini giliran Dinar yang bertanya.


'' David Guetta Carroll, laki-laki yang pekerja keras atau gila kerja, pemimpin yang berambisi dan mempunyai Visi,'' jawab Daniel dengan bijak.


'' Oh astaga nama cucu ku bagus sekali,'' ucap Frans.


Satu persatu pulang ke rumahnya masing-masing, dan termaksud dua pria tua yang baru saja memiliki setatus menjadi kakek tapi berbeda dari Frans yang memang sudah menjadi kakek dari anak perempuan pertamanya, Dinar.


Sepanjang perjalanan Frans termenung memikirkan anak perempuan nya yang kini berstatus menjadi singgel parent atau orang tua tunggal anaknya yang baru berusia delapan tahun yang bersekolah di luar negri.


'' Tuan besar, tuan kenapa? apa yang membuat anda termenung seperti itu?'' tanya Zen yang sedang menyetir dan tidak sengaja melihat Frans yang sedang melamun kan sesuatu.


'' Zen sudah ku katakan jangan memanggilku dengan sebutan itu, kau juga anak ku dan sudah menjadi suami dari keponakan ku juga,'' ucap Frans yang menegur Zen berulang kali untuk tidak memanggil nya dengan sebutan kata 'Tuan.


'' Maaf, saya sudah terbiasa dengan panggilan itu,''


'' Ya biasakan panggil ku tanpa kata Tuan, tapi 'Ayah'!!'' tegas Frans.


'' Iya Ayah. Maaf.'' lirih Zen

__ADS_1


Melihat sang suami yang kena omelan pamannya membuat Linda tertawa geli melihat wajah Zen yang seperti anak kecil ketahuan mencuri permen.


'' Jangan meledek ku, sayang,'' tegur Zen yang menyadari kalau sang istri sedang mentertawakan nya.


'' Kamu lucu,'' tawa Linda.


'' Issshh, awas kamu ya, tunggu pembalasan aku di rumah,'' ancam Zen yang berhasil membuat Linda mengunci mulutnya.


'' Haahh, bisa sekali mengancam ku, apa? dirumah katanya? astaga aku harus meladeni nafsu monster nya lagi,'' gumam Linda dalam hati.


Di rumah sakit, Daniel masih setia berada di samping istrinya dan malaikat kecilnya, begitu juga Dinar yang masih ada di sana bersama Reno.


'' Heii, kau tidak pulang bersama ayah mertua ku,'' tegur Daniel.


'' Daniel, jangan bicara seperti itu pada kakak ku,'' omel Devita yang tidak terima.


'' Hiisss lagi-lagi dia membela si cupu itu,'' gerutu Daniel.


'' Daniel,'' tegur Devita lagi.


'' Iya, iya. Ren, lebih baik kau antarkan kakak ku pulang ke mansion,'' ucap Daniel yang entah sengaja atau tidak tapi yang pastinya membuat Reno mengulum senyum nya.


'' Tidak Daniel, kakak masih ingin berada di sini,'' tolak Dinar yang memang masih ingin berada di sana, dan tentunya juga membuat Reno menekuk wajahnya.


'' Kak, kakak kan lelah, aku tidak ingin kakak sakit dan menularkan penyakit mu pada anak ku,'' ketus Daniel, ya Daniel memang seperti itu bicara tanpa menyaring nya namun yang sudah mengenalnya tidak ada yang pernah tersinggung karena ucapan pedas Daniel.


'' Dasar adik kurang ajar! ya sudah Dev kakak pulang ya,'' ucap Dinar yang akhirnya menyetujui untuk pulang.


'' Iya ka hati-hati,'' jawab Devita.


Dinar sudah beranjak dari duduknya, tapi Reno masih duduk di kursinya. '' Adik ku yang manis, kau tidak ingin mengantarkan aku pulang?'' ucap Dinar dengan gemas pada Reno.


'' Buahahahh, adik manis? Hahahah.. Ren kau hanya di anggap adiknya,'' ledek Daniel mentertawakan panggilan Dinar pada Reno.


Wajah Reno sudah memerah karena malu bercampur kesal terhadap ledekan Daniel, Reno hanya melirik Daniel dengan tajam dan berlalu pergi menyusul Dinar yang sudah berjalan lebih dulu darinya.


Setelah Reno dan Dinar pergi, Daniel masih saja tertawa geli mengingat panggilan Dinar pada Reno. '' Daniel sudah tertawa nya, lihat anak mu ketakutan karena dirimu,'' ucap Devita.


'' Maaf honey, maaf ya anak papah. Habisnya lucu sekali panggilan itu,'' ucap Daniel dengan sisah tawanya.


'' Memangnya ada yang salah dengan panggilan itu?'' tanya Devita yang masih saja belum terlalu mengerti tentang perasaan Reno terhadap Dinar.


'' Astaga honey apa belum terlalu jelas dengan gerak-gerik Reno saat ada Dinar, aku laki-laki honey, aku sangat mengerti dengan perasaan Reno terhadap Dinar.'' Ucap Daniel dengan gemas pada istrinya.


Devita terdiam dan mengangguk-angguk membenarkan ucapan Daniel.

__ADS_1


TBC..


__ADS_2