Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
I C U


__ADS_3

Di Rumah Sakit yang pemilik nya tak lain Daniel Carroll. Ada beberapa orang yang cemas menunggu dokter keluqr dari ruang oprasi termaksud Daniel.


'' Kenapa lama sekali,'' ucap Daniel.


'' Daniel tenanglah, kita harus berdoa bersama agar Kemal baik-baik saja,'' ucap Dinar yang menenangkan Daniel walau dirinya juga sedang khawatir.


'' Aku harus menghubungi Puspa,'' gumam Devita yang mencoba menghubungi nomor Puspa yang tak kunjung di jawab.


Karena tidak ada jawaban dari Puspa akhirnya Devita memutuskan untuk menelpon langsung ke rumahnya, hanya menunggu dua deringan telpon pun di angkat oleh seseorang.


'' Halo, Puspa ada?'' tanya Devita paa seseorang di sebrang sana.


'' Ada, sebentar saya panggilkan,''


'' Halo, siapa ini?'' tanya seseorang yang ternyata dia adalah Puspa.


'' Aku Devi, kamu kemana saja di hubungi tidak di angkat-angkat,'' tanya Devita dengan tenang.


'' Oh Maaf, ponsel ku ada di kamar, memang nya ada apa?'' tanyanya.


'' Segeralah ke rumah sakit, jangan tanya ada apa, kau kesini saja,'' ucap Devita yang langsung menutup panggilannya.


'' Entahlah bagaimana reaksi Puspa nanti jika tau kabar Kemal,'' gumam Devita dengan sendu.


Di rumah Puspa, Puspa terlihat kebingungan karena ucapan Devita. '' Rumah sakit, memang nya ada apa?'' gumamnya.


Puspa pun berlalu ke kamarnya untuk mengambil ponselnya. '' Tiga puluh kali panggilan,'' ucapnta terkejut.


'' Devita dan ini nomor siapa,'' ucapnya setelah melihat riwayat panggillan.


Tanpa menunggu lama, Puspa pun bergegas pergi ke rumah sakit dengan perasaan yang tidak karuan.


'' Mah, aku ke rumah sakit dulu,'' pamit Puspa pada Mamahnya.


'' Mau apa? kamu sakit nak?'' tanya Mama dan di jawab dengan gelengan kepala.


'' Tidak Mah, tadi teman ku menelpon menyuruh ku segera ke rumah sakit, entahlah ada apa, tapi untuk memastikan aku harus kesana,'' ucap Puspa.


'' Ya sudah, hati-hati ya,'' jawab sang Mama.


Puspa pun keluar rumah dan memanggil sopir Mama nya untuk mengantarkan nya, sepanjang perjalanan Puspa benar-benar gelisah entah kenapa perasaan nya sedari tadi sangat lah kacau.


Sesampainya di rumah sakit, Puspa segera keluar dari mobil dan berlari untuk mencari Devita. Saat kakinya melangkah ke ruamh sakit panggilan dari arah tak jauh dari tempat Puspa membuat Puspa menoleh.


'' Puspa!'' panggil Devita.


'' Dev, ada apa?'' tanya Puspa dengan raut khawatir nya.


'' Ayo ikut aku, kamu harus tenang ya,'' ucapan Devita membuat Puspa semakin gelisah.

__ADS_1


Puspa hanya menurut mengikuti tarikan tangan Devita menuju ruang ICU dimana di depan ruangan itu sudah ada, pria tua, dan Daniel dan juga Dinar.


'' Ka Daniel ada apa?'' tanya Puspa pada Danial.


Daniel hanya menatap Puspa tanpa menjawab nya, rasa tidak tega untuk menjawab nya karena dia tahu akan reaksi apa yang di keluarkan Puspa jika tahu Kemal yang ada di sana.


'' Ini,'' ucap Daniel memberikan sebuah kotak kecil berwarna biru muda ke tangan Puspa.


'' Apa ini?''


'' Buka saja,''


Puspa pun membuka kotak itu dan di sana ada sebuah cincin yang bermata biru, dan ada sebuah surat juga di dalamnya dengan lipetan sangat kecil.


Perlahan dia membukanya dan membacanya.


... Puspa, ini cincin yang aku beli khusus untuk mu sebagai bukti keseriusan ku padamu, Jaga cincin ini demi aku ya.....


... Kemal....


'' Kemal? lalu Kemal nya kemana?'' tanya Puspa dengan tatapan nanarnya.


Daniel maupun Devita tidak menjawab nya tapi arah pandang Daniel membuat Puspa mengerti.


'' Kemal,'' lirihnya.


'' Ka Dinar, Kemal kenapa?'' lirih Puspa.


'' Kemal kecelakaan parah, dan semoga dia baik-baik saja,'' jawab Dinar dengan sendu.


'' Kecelakaan? Kemal?'' air mata Puspa menetes dengan sendirinya.


'' Kemal, Kemaaallllll!!'' teriak Puspa yang terjatuh duduk karena tidak kuat menerima kabar buruk itu.


'' Puspa,'' Devita memeluk tubuh gemetar Puspa, dia ikut sedih melihat sahabat nya yang terpukul itu.


'' Tapi Kemal tidak apa-apa kan,'' lirih Puspa di sela tangisnya.


'' Kita berdoa bersama ya,'' jawab Devita.


Seorang dokter keluar dari ruangan ICU dan Daniel segara menghampiri nya.


'' Bagaimana keadaannya?'' tanya Daniel.


Dokter itu tidak menjawab nya, dia hanya tertunduk dengan wajah yang dapat di tebak Daniel. '' Bagaimana!!'' tanyanya lagi dengan nada lebih tinggi.


'' Maaf Tuan Carroll, hanya keajaiban lah yang dapat menolong nya,'' jawaban Dokter membuat Daniel lemas dan hampir saja terjatuh tapi dengan adanya tembok di belakang nya mampu menahan beban tubuhnya.


Puspa yang mendengar nya sangatlah histeris. '' Kemallllll!!!'' teriak Puspa,

__ADS_1


dia tidak mampu menahan tangis dan rasa takut nya dan pada akhirnya Puspa pun pingsan tidak sadarkan diri.


Puspa pun di bawa keruangan UGD dengan di temani Devita.


Daniel menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, tubuhnya bergetar hebat dan sudah di pastikan Daniel sedang menangis dalam diam.


'' Daniel,'' panggil Dinar yang sudah berada di depan Daniel dengan berlinangan air mata.


Dinar memeluk tubuh Adiknya yang sedang manangis itu, kedua kakak beradik itu sedang saling mentransfer energinya nya untuk kuat mendapatkan kenyataan ini.


'' Ka aku belum sempat mengumumkan keberadaan dia di depan publik,'' lirih Daniel dengan suara serak.


'' Sudahlah Daniel, semoga ada keajaiban yang menghampiri Kemal,''


Beberapa polisi datang menghampiri Daniel. '' Dengan Tuan Daniel?'' tanya seorang Polisi.


'' Iya, saya sendiri,'' jawab Daniel dengan wajah merahnya.


'' Tuan Daniel, saya sudah memeriksa TKP dan saya menemukan fakta bahwa saudara Kemal kecelakaan dengan mobilnya yang di tabrak seseorang yang sepertinya dengan sengaja dari belakang dengan kuat dan membuat saudara Kemal menabrak sebuah tiang lampu jalan.'' Ucapan Polisi itu membuat Daniel sangatlah marah.


'' Brengsek,'' nafas Daniel sudah memburu dengan rahang yang sudah mengeras juga tangan tangan yang sudah mengepal kencang.


'' Kalau begitu kami permisi, kami akan mengurus tuntas kasus ini,'' ucap polisi itu dan di anggukan Dinar.


'' Terima kasih,'' ucap Dinar.


'' Akan aku pastikan pelakunya mendapatkan balasan yang setimpal,'' ucap Daniel menahan emosinya.


'' Daniel jangan berbuat nekat, ingat Devita saat ini sedang mengandung, kau harus memikirkan keselamatan Devita juga,'' ucap Dinar menasehati adiknya.


'' Kau benar ka, aku harus lebih berhati-hati lagi,'' jawab Daniel yang membenarkan ucapan kakak perempuan nya.


Di ruang UGD, Puspa tak kunjung sadar, dia bermimpi kalau Kemal melepaskan tangannya dan pergi ke sebuah titik terang yang Puspa sendiri tidak tau apa itu.


'' Kemal kau mau kemana?'' tanga Puspa.


'' Sayang, aku harap kau kuat ya, aku akan pergi ke sana, walaupun kamu tidak akan bisa melihat ku nantinya percayalah aku akan selalu ada di dekat mu,'' jawaban Kemal membuat Puspa menangis.


Kemal menjauh dari dirinya dan menghilang di balik cahaya terang itu.


'' Kemaalllll!!'' teriak Puspa yang terbangun dari tidurnya.


'' Haaah syukurlah hanya mimpi,'' ucap Puspa.


'' Puspa kau sudah bangun,'' ucap seseorang yang membuat Puspa menegang.


'' Devi,'' lirih Puspa menatap Devita dengan sendu.


TBC....

__ADS_1


__ADS_2