Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Menjilat Ludah Sendiri?


__ADS_3

Di sebuah kamar bercat biru muda dua di insan anak manusia masih bergelut di bawah selimut yang tebal, karena usaha yang gigih akhirnya Daniel mendapatkan apa yang dia mau.


Dengan janji manis yang mengatakan akan hati-hati dan pelan-pelan akhirnya meruntuhkan pertahanan seorang Devita yang awalnya keukeuh dengan apa yang di katakan nya.


'' Bagaimana? aku tidak melanggar janji ku kan?'' tanya Daniel yang masih berada di atas tubuh Devita.


'' He'em.. tapi sudah ya, aku lelah,'' ucap Devita yang mendorong pelan dada berbulu nan bidang Daniel dengan lembut.


'' Aku belum sampai,'' rengek Daniel.


'' Tapi aku sudah lelah, apa kau tega membiarkan aku dan anak mu kelelahan,'' ucap Devita dengan manjanya dan akhirnya Daniel pun pasrah menurut permintaan istri kecilnya itu.


Daniel beranjak dari atas tubuh mungil Devita setelah mengecup singkat dahi istrinya dan berlalu ke kamar mandi.


'' Sayang sekali kau harus di buang di lubang kloset lagi,'' gumam Daniel yang sudah memasuki kamar mandi untuk menuntaskan yang belum selesai.


Devita yang benar-benar lelah sudah tertidur pulas dengan berselimut tebal dengan sangat nyamannya.


Setelah selesai menuntaskan dan selesai mandi Daniel keluar kamar mandi dan mendapati istrinya yang sudah tertidur dengan wajah lelahnya, wajah Devita sampai kelelahan karena Daniel menempur nya hampir tiga jam lamanya.


'' Istri ku benar-benar kelelahan, maafkan suami mu ini ya, honey,'' ucap Daniel yang sedang menatap lembut wajah istrinya.


Daniel yang merasa lapar akhirnya pergi ke dapur dan membuat makanan untuk dia dan istrinya makan.


'' Oke ada kacang polong, kentang, daging dan wortel, aku akan memasak erwtensoep,'' gumam Daniel yang sudah memakai Apron dan siap untuk memasak.


Erwtensoep, adalah makanan Sup yang berkuah kental ini merupakan santapan yang cocok kala musim dingin.


Erwtensoep adalah sup yang berbahan dasar kacang polong, kentang, daging dan wortel.


Penyajiannya akan terasa semakin lezat jika dihidangkan saat masih hangat dengan taburan potongan roti di atasnya.


Setelah selesai membuat makanan nya, Daniel menyajikan nya di sebuah mangkuk marmer dan di taruh di atas nampan. Setelah selesai plating Daniel membawa hasil masakannya ke kamarnya.

__ADS_1


'' Honey, bangunlah. Lihat aku membuat apa untuk mu,'' ucap Daniel membangun kan Devita dengan kelembutannya.


Devita bergumam dan mengerjapkan matanya menyesuaikan sinar lampu yang membuat silau matanya.


'' Apa itu, Daniel?'' tanya Devita dengan suara khas orang bangun tidur.


'' Bersihkan dirimu dulu ya, lepas itu kita makan bersama,'' ucap Daniel yang membantu Devita bangun dari tempat tidurnya.


Devita pun berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu lalu setelah itu dia makan bersama dengan suaminya yang telah membuatkan makanan favoritnya.


'' Ini sangat lezat, Daniel,'' ucap Devita.


'' Pelan-pelan honey, tidak akan ada yang merebut nya,'' kekeh Daniel yang gemas melihat tingkah istri nya.


Makanan yang di buat Daniel pun kandas tak terpisah, setelah merasa kenyang, akhirnya mereka memutuskan untuk tidur karena memang sudah menjelang tengah malam.


Berbeda dari mereka yang sudah pulas dengan memeluk satu sama lain. Seorang pria yang masih terjaga karena tidak dapat memejamkan matanya itu sedang merasa gelisah, siapa lagi kalau bukan Zen.


Zen yang masih kepikiran dengan kejadian sore tadi bersama Linda saat ini bahkan sangat sulit untuk dirinya tertidur.


'' Aku hanya membantu saja kan,'' gumam Zen.


Reflek senyum itu terlukis lagi, bagaikan anak gadis baru saja merasakan jatuh cinta itulah yang saat ini Zen rasakan, bingung, senang tapi rasa gelisah itu yang membuat nya berdebar tidak karuan.


'' Ada apa dengan diri ku,'' gumam Zen yang kembali bangun dari ranjang empuknya dan menuju sebuah balkon untuk menikmati angin malam yang dia yakini akan membuat dirinya bisa lebih tenang.


Pemandangan malam yang sangat indah karena lampu yang menyala berasal dari gedung-gedung yang ada di sekitarnya.


'' Bagaimana kalau rasa itu benar-benar ada, apa berarti aku sudah menjilat ludah ku sendiri.'' Gumam Zen dengan mata yang terus menatap langit yang berbintang.


'' Aku sudah benar-benar gila,'' ucapnya dengan mengacak rambutnya kesal.


Sudah menjelang pagi seorang wanita baru saja keluar dari dalam kamarnya yang sudah rapih dengan pakaian kantornya, ya ia adalah Merlinda, gadis dengan nama akrabnya Linda.

__ADS_1


Linda menuju meja makan dan hanya mengambil satu lembar roti yang di oleskan slai srikaya kesukaan nya dan pergi kekantor nya dengan menggunakan mobilnya kesayangannya.


Dengan kacamata hitam yang bertengkar manis di hidung bangirnya penampilan Linda hari ini sangat lah elegan, di tambah kemeja berwarna krem dan blazer yang di taruh di lengan berbarengan dengan tas nya.


Linda melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena dia tidak ingin melewati segarnya udara di pagi hari ini.


Kaca mobil yang di bukanya sedikit sehingga membuat mata yang melihat pemandangan seorang wanita yang membawa mobil putih itu menatapnya dengan rasa kagum akan kecantikan yang terpancar di wajah Linda.


Mobil yang hampir memasuki kawasan kantor miliknya terpaksa harus berhenti karena ada mobil yang berhenti menghalangi mobilnya.


'' Siapa dia,'' gumam Linda yang kesal dan keluar dari mobilnya untuk menegur orang yang telah menghalangi jalannya.


Tapi saat dia akan melangkah maju ke arah mobil yang ada di depannya, pintu mobil itu terbuka dan keluar lah seorang pria yang selama ini dia hindari nya.


Ya dia adalah mantan kekasih Linda, yang terus saja mengganggu Linda yang bahkan tidak ingin lagi berhubungan dengan pria itu.


'' Kau mau apa lagi, Friz?'' ucap Linda yang sudah jengah karena pria yang bernama Frizi itu terus saja mengganggu nya.


'' Linda, apa kau masih merajuk,'' ucapnya tanpa tau rasa malu.


'' Merajuk? maksud mu?'' tanya Linda yang bingung dengan ucapan Frizi yang mengatakan kalau dirinya tengah merajuk.


'' Iya kau saat ini hanya sedang merajuk, maka dari itu aku membiarkan mu menenangkan diri mu dulu,'' ucap Frizi


'' Friz, apa kau tidak mengingat dengan apa yang telah kau lakukan pada ku,'' ucap Linda dengan dingin.


'' Lin, kau kan mengenal ku bukan hanya sehari ataupun sebulan kan, kita berhubungan sudah bertahun-tahun, tidak mungkin kau tidak mengenal ku kan,'' ucap Frizi dengan lembut.


Tanpa mengucapkan apapun Linda berlalu dan masuk ke mobilnya dan melajukan nya melewati Frizi yang terus memanggilnya.


'' Sial, kenapa Linda bersikap acuh seperti itu,'' geram Frizi.


TBC..

__ADS_1


**Mampir juga ke karya baru ku ya, yang berjudul. '' HANYA ISTRI PURA-PURA''


MOHON DUKUNGAN NYA🙏🙏🙏**


__ADS_2