Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Bertamu di Pagi hari


__ADS_3

Rupanya Devita menurut apa yang di katakan suaminya, saat ini Reno kembali menghubungi nya lagi dan benar dua menghubungi Devita hanya untuk bertanya soal Dinar.


'' Kak, kakak kenapa selalu ingin tau soal ka Dinar?'' tanya Devita tanpa basa-basi.


Reno terdiam sejenak di sebrang telpon sana, ia tidak langsung menjawab pertanyaan Devita karena dia juga tidak tau kenapa, dirinya selalu ingin mendengar kabar tentang wanita yang usianya bahkan lebih tua dari nya.


'' Dev, kakak juga tidak tau kenapa, tapi apa kamu tau bila seseorang ingin sekali mengetahui perihal lawan jenisnya itu tandanya apa?'' tanya Reno balik pada Devita.


'' Kakak bertanya padaku? aku saja tidak mengerti,''


'' Hissshh, percuma berarti kakak tanya kamu, jadi apa kamu tidak ingin ke butik kakak ipar mu lagi,''


'' Emmmm, ka Dinar sedang tidak baik-baik saja kak,'' ucap Devita dengan ragu, ia tidak terbiasa untuk berbohong namun saran dari suami nya patut di dengar agar dia juga tau maksud dari ucapan Daniel.


'' Hah? tidak baik-baik saja bagaimana!'' ucap Reno dengan khawatir.


'' Entahlah, tapi sepertinya kak Dinar sedang tidak enak badan.'' Jawab Devita semakin mendalami kebohongan nya.


'' Apa perlu kakak ke sana, tapi memang nya sekarang dia sedang ada di mana?''


'' Di Mansion ayah mertua, hari ini dia tidak ke butik, mungkin karena kelelahan,'' ucap Devita yang belum selesai berbicara tapi tanggapan Reno yang langsung memutuskan sambungan telepon tanpa permisi tentu menyisakan banyak tanya di benak Devita.


'' Lho kok terputus, apa ponsel nya kehabisan baterai,'' gumam Devita.


Di Mansion Carroll.


Dinar yang memang tidak pergi ke butik karena satu alasan sedang berada di kamarnya masih dengan menggunakan piyama tidurnya.


'' Kenapa bisa sesakit ini,'' lirih Dinar yang terus menekan bagian perut nya.


Secara kebetulan ucapan Devita yang di sampaikan ke Reno memang benar adanya namun tidak enak badannya tidak tau pastinya apa, tapi yang jelas Dinar memang sedang tidak baik-baik saja.


Wajah putihnya berubah pucat kemerahan, dan sesekali keluar rintihan dari mulut mungilnya.


'' Cici!!'' panggil Dinar sedikit berteriak.


Seorang wanita ketua pelayan pengganti Linda berlarian menuju kamar Dinar, nona mudanya yang tidak biasanya memanggilnya dengan cara seperti itu tentu membuat nya merasa takut, takut melakukan kesalahan.


'' Nona muda, nona memanggil saya?''

__ADS_1


'' Maaf Ci. Saya sedikit berteriak, tolong buatkan saya air jahe hangat ya, dan tambahkan sedikit madu di dalamnya.'' Ucap Dinar dengan lembut.


'' Baik nona, akan saya buatkan,'' jawab wanita yang bernama Cici itu.


'' Ya terimakasih,'' ketua pelayan itu pun berlalu untuk membuatkan pesanan nona mudanya.


'' Ah tidak biasanya seperti ini, apa aku salah makan atau salah minum sesuatu,'' gumam Dinar setelah ketua pelayan itu pergi.


Setelah rasa sakit yang di rasanya kian mereda, Dinar berniat ingin keluar kamar dan menyusul Cici ke dapur.


Tapi sebelum langkahnya sampai ke bagian dapur, suara bel rumah terdengar dan tidak ada yang membukakannya karena para pekerja sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing.


'' Biar saya saja, lanjutkan saja pekerjaan mu,'' ucap Dinar mencegah pekerja yang Ingin membukakan pintu dan menunda pekerjaannya.


Sebelum membukakan pintu, Dinar terlebih dulu melihat siapa yang datang dari layar interkom yang ada di samping pintu utama.


Alisnya menyatu merasa tidak asing melihat tubuh bagian belakang seorang pria yang posisinya membelakangi daun pintu.


'' Siapa dia,'' gumam Dinar, karena penasaran akhirnya Dinar pun membukakan pintunya untuk tau siapa yang datang di jam sepagi ini.


'' Anda cari siapa?'' tanya Dinar pada seseorang yang membelakangi nya.


Dengan segera pria itu membalikan tubuhnya menghadap ke arah Dinar, lagi-lagi Dinar di buat heran karena yang datang ke Mansion nya sepagi ini adalah Reno.


Reno terdiam dengan mata menyelitik wajah pucat Dinar. '' Kau sakit? sakit apa? apa perlu ku antar ke rumah sakit?'' bukan menjawab pertanyaan Dinar, Reno malah memberikan pertanyaan-pertanyaan yang membuat Dinar semakin bingung.


'' Sakit? aku tidak apa-apa'' jawab Dinar.


'' Jangan berbohong, wajah pucat seperti itu kau bilang tidak apa-apa,''


'' Ooh, aku hanya nyeri perut saja, lagipu..'' ucapan Dinar langsung terpotong oleh Reno.


'' Nyeri perut, ga sudah lebih baik kita kerumah sakit sekarang,'' potong Reno.


'' Tidak apa-apa Reno, ini hanya nyeri biasa yang di alami semua wanita,''


'' Tapi wajah mu pucat,''


'' Tunggu, kamu tau dari mana kalau aku ada di mansion dan sedang tidak enak badan.'' 'Degh, pertanyaan Dinar tentu membuat Reno salah tingkah, pasalnya ia tidak ingin Dinar tau kalau dia selalu menghubungi Devita hanya untuk tah kabar Dinar.

__ADS_1


'' Emmm, itu. Aku tau dari story mu di akun media sosial mu,'' jawab Reno dengan ragu namun secara kebetulan juga memang Dinar juga tadi sempat meng-upload story di akun medsos nya.


'' Aiisshhh, manisnya adik ku,'' puji Dinar dengan sedikit mencubit pipi Reno.


Wajah Reno memerah karena salah tingkah dengan apa yang di lakukan Dinar padanya.


'' Rupanya kau benar-benar perhatian padaku ya, ya sudah sekarang kau resmi menjadi adik laki-laki ku,'' ucap Dinar dengan tawa nya yang tentunya membuat Reno tercengang kaget mendengarnya.


'' Adik?'' lirih Reno, sungguh estentik sekali ucapan Dinar ini.


'' Nona ini air jahenya,'' ucap Cici yang menghampiri Dinar yang masih di ambang pintu.


'' Oh iya Ci letakan di meja ruang tamu saja, dan sekalian buatkan minuman untuk Reno ya, dia sekarang resmi menjadi adik ku juga,'' ucap Dinar dengan gurauan di akhir kalimatnya.


'' Reno masuklah,'' ucap Dinar mempersilahkan Reno masuk ke dalam Mansion nya.


Reno hanya membuntut dari belakang tanpa mengucapkan apapun, perasaan nya masih aneh, karena ucapan Dinar.


'' Adik? jadi aku adiknya begitu, astaga kenapa perasaan ku seperti di tolak seorang kekasih,'' gumam Reno dalam hati.


'' Sepagi ini kau ke rumah ku apa tidak memiliki kesibukan atau pekerjaan,'' ucap Dinar yang sudah mendudukkan bokongnya di sofa empuknya.


'' Emmm, tidak,'' jawab Reno yang merasa tidak enak dengan ucapan Dinar.


''Iya juga kenapa aku nekat kesini,'' gumam Reno lagi dalam hati.


'' Oh pasti kau juga sekalian ingin bertemu Devita ya,'' tebak Dinar dan langsung di benarkan Reno.


'' Ah iya, benar,''


'' Tapi sayang sekali, Devita tidak ada di sini, dia di apartemen milik Daniel, kalau begitu kau temani aku saja, setuju?'' ucapan Dinar tentu yang di harapkan Reno.


'' Ya baiklah mumpung aku sedang tidak ada pekerjaan,'' jawab Reno dengan hati yang bahagia.


Air yang di buatkan untuk Reno telah siap dan merekapun berbincang dengan serunya.


Entahlah hari ini membuat hati Reno sangat bahagia, begitu juga Dinar yang merasa senang karena mendapatkan teman baru yang menurutnya menyenangkan.


__ADS_1


Reno/Dinar/Chloe


TBC...


__ADS_2