Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Akhir dari Sebuah Cerita


__ADS_3

Berbeda dari Devita, proses persalinan Puspa bahkan lebih mudah dan lancar karena begitu mereka sampai di rumah sakit dan Puspa memasuki ruang persalinan tanpa menunggu lama suara tangisan bayi terdengar dari luar.


Dan tentunya membuat para keluarga yang menunggu di luar ruangan bernafas lega dan banyak mengucap syukur.


Bukan hanya Puspa yang proses persalinan mudah yang tentunya sangat berbeda dengan Devita, Kemal yang bahkan tidak di ijinkan masuk oleh Puspa untuk menemani nya di dalam yang tentunya berbeda dengan Daniel yang selalu siap di samping istrinya.


Kemal segera masuk setelah dokter menyuruh nya. '' Sayang, kau tidak apa-apa? kenapa aku tidak di perbolehkan masuk?'' tanya Kemal pemasaran.


'' Issshhh kenapa malah bertanya hal lain, apa kau tidak ingin bertanya tentang anak kita?'' jawab Puspa.


'' Ah iya kau benar, bagaimana anak kita?''


'' Dia sehat dan sangat mirip dengan mu,''


'' Benarkah, apa dia laki-laki?''


'' Dia wanita,''


'' Wanita? mirip dengan ku?''


Puspa hanya mengangguk karena memang Puspa melahirkan bayi perempuan yang sangat mirip dengan ayah nya.


Seorang perawat memberikan bayi pada sang ibu yang si bayi sudah di bersihkan dan sudah dipakaikan kain berwarna merah muda yang menandakan bahwa bayi itu perempuan.


'' Anak Ibu,'' ucap Puspa yang gemas pada anaknya.


Kemal melihat bayi yang berada di gendongan sang istri dengan tatapan harunya karena dia tidak lah menyangka kalau dirinya sudah menjadi seorang Ayah.


'' Suami ku, apa kau tidak ingin menggendong putri kita?'' tanya Puspa menyadarkan lamunan Kemal.


Perlahan Kemal melangkah dan mengulurkan lengannya untuk menyambut anaknya yang di berikan Puspa untuk membantu menggendongnya.


'' Anak Ayah, Hay. Selamat datang, semoga kau kelak menjadi seperti ibu mu,'' bisik Kemal ke telinga sang anak.


Air mata sudah tidak bisa lagi terbendung di mata mereka yang ikut menyaksikan ayah dan anak sedang berinteraksi dengan caranya sendiri.


'' Selamat Kem, kau sudah menjadi seorang ayah, dan semoga kau semakin dewasa,'' ucap Daniel yang menghampiri adik laki-laki nya itu.


'' Terimakasih ka,''


'' Pu, selamat ya,'' ucap Devita.


'' Terima kasih Dev, oh ya David dimana? apa dia tidak ingin melihat adik nya,'' ucap Puspa.


'' David aku titipkan pada ayah dan ka Reno, dia masih kecil tidak boleh ke ruangan ini,'' jawab Devita.


'' Aah iya kau benar,'' timpal Puspa.

__ADS_1


'' Suami ku, akan kau beri nama apa pada putri kita?'' tanya Puspa pada Kemal yang masih betah menggendong anaknya.


'' Emily Arrabela Carroll,'' cetus Kemal menyebutkan nama yang akan menjadi nama anaknya.


'' Aku suka,'' ucap Puspa.


'' Ka, apa boleh aku memakai nama Carroll di nama anak ku,'' lirih Kemal berbicara pada Daniel.


'' Kenapa kau berpikir seperti itu, apa kau berpikir kalau aku melarang atau keberatan, begitu?''


'' Bukan begitu ka,''


'' Kem, kau pun sama memiliki nama Carroll di belakang nama mu, lantas kenapa kau malah bertanya terlebih dulu untuk menggunakan nama untuk menaruhnya di belakang nama anak mu,''


'' Aku takut kau keberatan,''


'' Bodoh!! bayi ini juga keponakan ku, cucu dari Frans Carroll. Akan ku hajar kau jika berpikiran seperti itu lagi,''


'' Maaf ka,''


Puspa sudah di pindahkan di ruang pemulihan yang lebih steril dari ruangan tadi, dan lebih nyaman untuk keluarga yang akan mengunjungi nya.


'' Nak' kau sudah memiliki anak, dan tiba saat nya kau harus ikut mengurus perusahaan Ayah bersama kakak mu.'' Ucap Frans.


'' Ayah benar, anak nakal ini sudah saatnya di didik,'' timpal Daniel.


'' Tapi Yah, Kak. Bagaimana dengan restoran ku,''


'' Biar ku pikirkan lagi ka,''


'' Kalau kau tidak mau, lebih baik jangan kau panggil aku, Kakak!'' tegas Daniel mengancam ala-ala dirinya, ciri khasnya.


Kemal terperangah mendengar ancaman Daniel, bagaimana bisa Daniel berkata seperti itu, bahkan untuk di akui dan dapat memanggil Daniel dengan sebutan Kakak saja butuh perjuangan selama bertahun-tahun dan hanya karena ini dia terancam kehilangan hak untuk memanggil kakaknya sendiri dengan sebutan kakak.


Tentu membuat Kemal merasa takut kalau andaikan itu benar terjadi.


'' Daniel kau membuat dia takut,'' bisik Devita.


'' Benar Daniel, kau jangan keterlaluan,'' bisik Dinar.


Tapi Daniel tetaplah Daniel, dia tidak ingin menarik kata-kata nya lagi terkecuali Kemal berkata setuju untuk ikut mengurus perusahaan nya.


Dengan menghela nafasnya dengan panjang, Kemal berucap dengan gugup. '' Ba-baik ka, aku Setuju ikut bekerja di perusahaan,'' ucapnya setelah terdiam sejenak.


'' Bukan bekerja, karena kau bukan karyawan, tapi mengurus perusahaan dan mengurus para karyawan, itu baru benar,'' ucap Daniel mengkoreksi ucapan Kemal.


'' Ya kak, itu maksud ku,'' sahut Kemal, semua tersenyum bahagia mendengar Kemal menyetujui ucapan Daniel.

__ADS_1


Kehidupan mereka berjalan dengan banyak rintangan, tapi sekarang mereka dapat memetiknya dengan rasa bahagia.


Zen dan Linda yang masih mengikuti program hamil, menunggu hari dimana kabar baik itu hadir di dalam hidup mereka.


Dan Dinar yang bahkan belum juga siap untuk membuka hatinya kembali karena terpokus untuk mengurus anaknya yang akan pulang ke negara nya.


Dua bulan berlalu, penantian Zen dan juga Linda tidaklah sia-sia yang akhirnya Linda memberikan kabar baik pada keluarga bahwa dirinya tengah mengandung dengan usia kandungan empat minggu.


Zen yang memang sudah menuggu lama menanti kabar itu, tentulah merasa bahagia begitu juga semua anggota keluarga Carroll yang ikut bahagia mendengar kabar itu.


Terasa lengkap kebahagiaan mereka, Devita dan Daniel yang sudah menjadi orang tua dari seorang putra.


Kemal dan Puspa yang juga sudah menjadi orang tua dari putri mereka. Dan sekarang Pasangan kutub yang kita kenal sangat lah fenomenal yang memang tidak ada yang menyangka kalau mereka akan menjadi pasangan suami istri bahkan saat ini akan menjadi orang tua juga, siapa lagi kalau bukan Linda dan Zen.


Linda yang saat ini sedang mengandung bahkan tidak boleh kemanapun oleh suaminya, Zen yang memang sangat menanti kabar Linda hamil sangat lah menjaga nya bahkan terkesan sangat posesif melebihi Daniel yang terkenal suami posesif.


Seorang pria paruh baya terduduk menghadap jendela kamar, dia memikirkan kehidupan anak sulungnya yang bahkan belum kembali merasakan kebahagiaan di dalam hidupnya sendiri.


'' Dinar, anak ayah. Sungguh malang nasib mu nak' sebelum ayah pergi hanya satu keinginan ayah, ayah dapat melihat dan mengantarkan mu ke altar pernikahan mu,'' gumam Frans dengan sebuah album keluarga di tangannya.


'' Ayah tenang saja, ada seorang pria yang sangat tulus mencintai kakak, aku yakin dia akan berjuang demi cintanya sendiri.'' Ucap Daniel yang tidak sengaja mendengar keluhan sang ayah.


'' Daniel,''


'' Iya yah, lebih baik ayah bantu doa saja, dan jangan berpikiran macam-macam, kakak pasti dapat menemukan kebahagiaan nya sendiri.'' Ucap Daniel lagi.


'' Siapa yang kau maksud dengan pria itu?''


'' Ada yah, dia laki-laki yang baik, aku juga sudah mencari tau tentangnya, dan aku juga tau dia sangat menyayangi ka Dinar dengan tulus.''


'' Semoga saja apa yang kau katakan itu benar,''


...TAMAT...


Terima kasih pada para pembaca novel


CINTA CEO ARROGANT yang sudah setia membaca.


Saya Nurmay selaku author novel ini sangat-sangat berterima kasih atas dukungan kalian semua, karena kalian saya dapat menyelesaikan Cerita ini dari eps 1 sampai ke eps 221.


Semoga tamatnya cerita cinta Daniel dan juga Devita, Kemal dan Puspa, juga Zen yang bersama Linda bisa kalian terima dengan baik, yang insyaallah akan ada season berikut nya dari novel ini.


MARHABAN YA RAMADHAN SEMUA ๐Ÿ™โ˜บ๏ธ


SEASON BERIKUTNYA DI LANJUT, SETELAH LEBARAN ๐Ÿ™๐Ÿฅฐ


Mohon maaf lahir batin jika ada salah yang di sengaja ataupun tidak๐Ÿ™๐Ÿ‘‹ See u ๐Ÿ˜˜

__ADS_1


BACA JUGA CERITA NOVEL KU YANG LAIN YA.


HANYA ISTRI PURA-PURA ๐Ÿฅฐ


__ADS_2