Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Perasaan Gelisah


__ADS_3

Langkah Linda juga Zen terhenti kala pria tadi memanggil salasatu di antara mereka.


'' Siapa dia?'' tanya nya dengan nyalang menatap langsung ke arah Linda.


'' Kau siapa?'' tanya Zen yang menjawab pertanyaan yang diperuntukkan ke Linda.


'' Aku kekasih Linda,'' ucap orang itu yang mengaku kekasih nya Linda.


'' Kekasih??'' cetus Linda.


'' Linda, jawab aku, dia siapa!!'' tanya orang itu dengan menaikan nada bicaranya.


'' Turunkan nada bicara mu, atau kau akan kehilangan pita suara mu,'' ancam Zen yang maju selangkah kedepan Linda dengan Linda yang posisi nya di belakang Zen.


'' Jangan ikut campur masalah orang lain,'' jawab pria itu yang tidak terima.


'' Dan jangan mencari keributan disini, atau aku akan memanggil keamanan untuk menyeret mu dan menendang mu keluar Bandara,'' Zen yang memang tipekal pria yang tenang namun berancun tak mau kalah.


'' Sayang, ayo.'' Cetus wanita yang tadi menabrak Linda.


Zen menoleh ke arah wanita yang ada di belakang pria yang mengaku kekasih Linda itu. '' Jadi siapa yang sebenarnya kekasih mu?'' tanya Zen dengan nada meledek.


'' Linda aku akan menuntut penjelasan nanti,'' ucap Pria itu yang sudah berlalu meninggalkan Zen dan Linda.


Zen melirik Linda yang terdiam menatap kepergian kekasihnya bersama wanita lain itu. '' Bagaimana? apa kau akan ikut dengan ku atau mengejar pria brengsek itu?'' tanya Zen membuyarkan lamunan Linda.


'' Ck, diamlah, ayo kita sudah hampir terlambat,'' ucap Linda dengan melangkah berjalan meninggalkan Zen.


Ada senyum tipis di wajah Zen dan diapun menyusul langkah Linda.


Di negara lain, Daniel dan Devita juga Dinar sedang berbincang di pendopo belakang mansion.


'' Bagaimana Daniel?'' tanya Devita.


'' Kau tau kan, Zen tidak akan menolak perintahkan ku,'' jawab Daniel mereka pun tertawa lagi.


'' Daniel kenapa kau baru cerita kalau Zen menyukai ka Linda,'' cetus Devita.


'' Selama ini aku hanya memperhatikannya, dan akupun mencari tau dan ternyata ya memang begitu adanya, tapi aku berpura-pura tidak mengetahui nya,'' ujar Daniel.


'' Haaahh, semoga saja mereka bisa lebi dekat,'' timpal Dinar.


'' Tapi sepertinya dengan sifat Linda yang cuek akan sulit menyatukan dua manusia es itu,'' ucap Daniel lagi dan di iyakan kedua wanita itu.


'' Semoga saja tidak sesulit itu,'' ucap Devita.


'' Tapi Daniel, kau jahat sekali menjadikan istrimu sebagai alasannya,'' ucap Dinar dengan kekehannya.


'' Tidak apa ka, kali ini aku tidak mempermasalahkan nya,'' jawab Devita.

__ADS_1


Di sela obrolan mereka Daniel mendapatkan telpon dan diapun izin untuk menjawabnya.


'' Emm,'' dehem Daniel setelah menekan ikon hijau di ponselnya.


'' Bos, kita sedang menahan sala satu di antara mereka yang baru saja akan menyelinap ke Mansion keluarga Bos,'' ucap seseorang ri sebrang sana.


'' Bagus, kau bawa ke markas, urus dia, aku sedang sibuk saat ini,'' jawab Daniel dan diniyalan anak buahnya, Daniel pun menutup sambungan itu.


'' Ooh si cecunguk ini sudah sampai disini, mereka benar-benar tidak tau aku siapa rupanya,'' gumam Daniel dengan senyum devilnya.


Di suatu Mall, Kemal dan Puspa sedang berjalan-jalan mengelilingi Mall dan ada satu objek yang membuat Kemal ingin sekali ke sana dan membeli sesuatu.


'' Sayang, kau tunggu di sini ya,'' ucap Kemal menyuruh Puspa duduk di sebuah kursi.


'' Kau mau kemana Kemal?'' tanya Puspa.


'' Nanti kau akan tahu, pokonya kau tunggu di sini aku akan segera kembali,'' ucap Kemal yang berlari ke arah utara, Puspa hanya menurut dan duduk sesuai perintah Kemal.


'' Apa yang akan dia lakukan sih,'' gerutu Puspa.


Kemal masuk ke sebuah toko perhiasan dia mengingat kalau Daniel pernah menanyakan kelanjutan hubungan nya dengan Puspa.


'' Perlihatkan aku cincin wanita yang bagus,'' ucap Kemal pada salasatu karyawan di sana.


'' Siap tuan, saya akan carikan,'' jawabnya, dan karyawan itu mengeluarkan beberapa jenis cincin yang berbagai bentuk dan motif.


'' Silahkan tuan Tuan di lihat,''


'' Aku rasa ini, bungkus sekarang juga,'' ucap Kemal dengan yakin.


'' Pilihan yang bagus Tuan, ini cincin buatan dari Amerika, dan hanya ada satu di dunia,'' ucap karyawan iti.


'' Ya ya, bungkus saja, cepat.'' Ketus Kemal dan karyawan itu pun langsung bergegas membungkus cincin pilihan Kemal dan setelah menerima cincin itu Kemal memberikan kartu yang berwarna hitam ke kasir untuk melakukan pembayaran.


Kemal pun kembali ke tempat di mana dia meninggalkan Puspa. '' Sayang,'' panggil Kemal dan Puspa pun menoleh ke asal suara.


'' Kemal kau lama sekali,'' omel Puspa.


'' Maaf ya, aku habis ada urusan sebentar, kau mau kemana lagi, hem?'' tanya Kemal dengan lembut.


'' Mamah menelpon ku dan menyuruh ku pulang karena keluarga ku sedang berkumpul di rumah,'' ucap Puspa.


'' Emmm, baiklah ayo kita pulang,'' Kemal menyetujui nya.


Merekapun pergi dari mall itu, sepanjang perjalanan Kemal kebanyakan diam dan membuat Puspa merasa aneh, karena tidak biasanya Kemal yang memang pria banyak bicara diam seperti itu.


Sesampainya di rumah Puspa, Kemal tetap diam, namun dia tidak lupa membukakan pintu mobil untuk Puspa.


'' Kemal kau sakit?'' tanya Puspa.

__ADS_1


'' Tidak, memangnya kenapa?''


'' Aku perhatikan kau selama di perjalanan diam terus,''


'' Aku hanya sedih karena akan berpisah dengan mu,'' jawab Kemal.


'' Berpisah?''


'' Ya padahal aku masih ingin bersama dirimu hari ini, tapi tidak apa, ibu mertua ku sendiri yang meminta mu untuk pulang jadi aku harus mengantarkan mu sampai selamat,'' ucap Kemal dengan candanya.


'' Kau ini ada ada saja, ya sudah apa kau tidak ingin masuk dulu,''


'' Tidak, lain kali saja, masuklah,'' ucap Kemal.


Puspa pun mengangguk dan berbalik untuk masuk ke rumahnya, saat ingin membuka pintu rumah Puspa berbalik ungin melihat Kemal dan ternyata Kemal masih berdiri dan menatapnya dengan senyuman manisnya.


Setelah Puspa masuk Kemal pun masuj juga ke dalam mobilnya. '' Nanti saja aku berikan cincin ini,'' gamam Kemal.


Kemal pun melajukan mobilnya dengan kecepatan normal membelah jalanan yang terlihat senggang itu. Tiba-tiba ponselnya berdering dan itu dari restoran miliknya.


'' Ada apa Reska menghubungi ku,'' gumam Kemal, tapi saat dia ingin memasang earphone ke telinga nya ada mobil yang menabrak bagian belakang mobil Kemal dan membuat ponsel nya terjatuh.


Kemal berusaha ingin mengambil ponselnya tapi sangat sulit karena ponsel nya terjatuh di antara pedal gas dan rem.


Mobil yang menabrak dari belakang itu menabrakkan nya lagi, Kemal yang merasa heran langsung melihat dari spion yang ada di atas kepalanya.


'' Sepertinya dia sengaja,'' gumam Kemal, Kemal berusaha menghindari tapi mobil mesterius itu seakan mengejarnya dan terus menabrak kan ke mobil Kemal.


Kemal berusaha menginjak pedal remmya tapi dorongan mobil yang ada di belakang nya sangatlah kuat dan membuat Kemal kesulitan untuk menghentikan mobilnya.


Bemper belakang Kemal dan bemper depan mobil mesterius itu sudah tersangkut dan Kemal yang berusaha untuk berhenti ataupun menghindari tidak bisa lagi.


Mobil Kemal terus terdorong sampai pada akhirnya '' BRAAAAKKKKK''


Mobil Kemal menabrak tiang jalan dengan kuatnya, setelah mobil Kemal menabrak tiang jalan, mobil yang mendorong itu berlalu meninggalkan Kemal dengan mobil nya yang sudah ringsek itu.


''Prannnkkk


Gelas di tangan Daniel tiba tiba-tiba terjatuh begitu saja dan membuat Devita berteriak kaget. '' Daniel kau tidak apa-apa?'' tanya Devita khawatir.


'' Tidak honey, kau tenang saja, tadi tangan ku licin karena keringat,'' ucap Daniel menenangkan istrinya.


'' Kenapa perasaan ku tiba-tiba merasa gelisah seperti ini,'' gumam Daniel dalam hati.


Di kediaman Puspa, Puspa pun sama merasakan gelisah yang tidak tahu alasannya.


'' Perasaan ku tidak enak sekali,'' gumam nya.


Ponsel Puspa berdering namun Puspa tidak mengetahui nya karena letak ponselnya yang ada di kamar tidurnya dan dia yang sedang berada di ruang tamu bersama keluarganya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2