
...Budayakan Like sebelum atau setelah Membaca ya aka aka ku tersayang ππ...
Dan tolong tinggalkan jejak komentar nya doong, biar Author lebih semangat nulisnya πππ..
Banyak maunya yaaπ iya emang ππ
eettt satu lagi,, VOTE nya jangan lupaπββ
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
Siang nanti, Daniel berniat akan menjemput Devita, tapi telepon dari seseorang membuat Daniel memilih untuk mengirimkan pesan singkat saja pada Devita agar pulang sendiri, karena Ia ada urusan mendadak.
Tapi siapa yang tahu, pesan singkat Daniel tidak terkirim ke nomor Devita melainkan ke nomor Kemal, kok bisa?? iya karena Daniel habis memberikan pesan singkat juga ke Kemal bahwa Ia ingin bertemu dengan nya.
Dan yang pastinya, jejeran Chat Devita dengan Kemal memang berdekatan, jadi tidak menutup kemungkinan bahwa Daniel salah mengirim pesan, karena terburu waktu.
Di Halte bus, Devita tengah menunggu kedatangan Daniel yang tak kunjung terlihat, sudah hampir Dua jam Ia menunggunya.
Bisa saja Devita menaiki taxi untuk pulang ke Apartemen nya tapi ucapan Daniel sewaktu menghantarkannya, yang bilang untuk menunggu sampai Ia jemput, membuat Devita menunggu nya.
Helaan nafas berat ia keluarkan, beberapa kali Devita mengira mobil yang melaju ke arahnya adalah Daniel, tapi dugaannya selalu salah.
Pada saat ada seseorang yang berhenti tepat di depannya, Devita malah acuh. bukan Ia tak perduli, tapi Ia takut bahwa sang pengendara motor itu bukan untuk nya.
Seorang pria bejaket kulit hitam lengkap dengan Helm bermerk AGV Pista GP R Carbon yang di yakini itu adalah sala satu Helm termahal di dunia, orang itu berjalan ke arahnya.
Devita tidak memperdulikan seseorang itu, karena Ia tengah sibuk dengan dengan Grup Chat para Mahasiswa di kelasnya.
''Asik banget ya, sampai aku datang saja di cuekin.'' Suara berat itu terdengar jelas dan membuat Devita mengangkat kepalanya.
''Kemal, kamu ngapain disini?'' Tanya Devita seraya berdiri dari duduknya.
''Aku mau jemput kamu.'' Jawabnya dengan tangan di masukan ke saku celananya.
''Tapi Daniel,'' ucapan Devita terpotong dengan Kemal.
''Udah nanti aku jelasin, aku yang mendapatkan pesan singkat Daniel.'' Ucapnya dengan santai, dan berlalu ke arah motor sportnya.
Devita menurut untuk menaiki motor Kemal, tanpa ada paksaan maupun pertanyaan lagi, karena yang Ia tahu Kemal sudah mendapatkan pesan singkat dari Daniel, tapi kenapa Daniel tidak mengirimkan pesan singkat padanya?.
Kemal membawa Devita dengan motor sport nya ke sebuah restoran yang tidak jauh dari kampus Devita, Devita sedikit bingung karena Kemal membawanya ke restoran bukan pulang ke apartemen tempat dia tinggal.
''Kemal, kita buat apa kesini?'' tanya Devita.
''Kita disini ingin main golf.'' Jawab Kemal sekenanya, membuat Devita mengerutkan dahinya.
''Di restoran ada lapangan golf?'' tanya Devita dengan polosnya, tawa Kemal pecah mendengar nya.
__ADS_1
''Kamu tuh bagaimana sih Devita, memangnya orang-orang akan kemari untuk apa?'' tanya Kemal dengan tawa yang tak kunjung reda.
''Ya biasanya sih, makan.'' Jawab Devita dengan yakin.
''Nah itu tau kan, segala bertanya.'' Ucapnya dengan wajah yang memerah karena menahan tawa.
''Ooh jadi kau, mengerjai ku.'' Mata Devita memicing ke arah Kemal.
''Tidak. tidak. Aku hanya iseng saja.'' Tawa Kemal yang sudah agak mereda.
''Ya sudah ayo masuk, aku ingin mentraktir mu makan.'' Ucapnya dengan berjalan mendahului Devita.
''Bahkan aku belum mengatakan 'iya.'' Gerutu Devita yang melangkah dengan malas.
Kemal sudah duduk di sudut restoran, dengan di susul Devita. ''Pesanlah yang ingin kau makan.'' Ucap Kemal dengan tangan yang sibuk mengotak-atik ponselnya.
''Heii, disini.'' Teriak Kemal dengan tangan melambai pada seseorang yang membuat Devita menoleh ke arah pandang Kemal.
''Puspa,'' panggil Devita.
''Devi, kalian sudah lama?'' tanya Puspa.
''Lumayan lah.'' Jawab Kemal dengan senyum menawannya.
''Kalian janjian atau bagaimana?'' tanya Devita yang belum mengerti dengan apa yang terjadi. Bermula dari Daniel tidak menjemput nya dan malah Kemal yang datang dan sekarang Kemal membawanya ke restoran dan bertemu Puspa.
''Terus, Puspa bukannya kamu tadi izin pulang duluan?'' tanya Devita lagi.
Flashback.
Kemal yang memang sudah ada janji dengan Puspa untuk bertemu harus tertunda karena mendapatkan pesan singkat dari nomor Daniel, yang di yakini itu adalah pesan salah kirim.
Yang berisi kan.
...Vita, maafkan aku, aku tidak bisa menjemput mu. karena aku ada urusan mendadak, kamu bisa kan pulang sendiri π jaga diri dan hati-hati ya β€β€. sekali lagi Maafπ...
Itu lah pesan singkat nya, yang membuat kemal harus memberi kabar pada Puspa untuk bertemunya di restoran sekalian bersama Devita.
Puspa yang memang urusannya sudah terselesaikan menyetujui ajakan Kemal apa lagi Kemal berucap ada Devita sekalian.
flashback off.
''Memangnya kamu tadi ada urusan apa, Pu?'' tanya Devita yang ingin tahu.
''Biasalah, komunitas Gamer girl harus mengadakan pertemuan seminggu sekali, pas aku mau pulang si Tuan koffie ini menawarkan ku untuk makan bareng.'' Ucap Puspa yang panjang lebar dengan mata yang melirik ke arah Kemal.
Setelah pesanan sampai Devita Puspa dan Kemal makan dengan hening.
__ADS_1
Dari kejauhan ada suara seorang yang memanggil nama Kemal dan menghampiri nya.
''Kemal, kau disini, kenapa tidak ikut menjemput aku.'' Ucap wanita yang diyakini usianya sudah jauh lebih dewasa dari Kemal.
''Ka Dinar, Maaf Kak aku tidak tahu kau akan pulang ke sini.'' Jawab Kemal dengan bangkit dari duduknya dan memeluk tubuh Wanita dewasa itu.
Puspa dan Devita hanya memperhatikan interaksi keduanya yang begitu akrab.
''Kau dengan siapa?'' bisik Wanita yang bernama Dinar itu.
''Ooh iya, perkenalkan, ini Puspa dan ini Devita.'' Ucap Kemal memperkenalkan kedua Wanita yang sedang tersnyum ke arahnya.
''Keduanya pacar mu, Kemal.'' Goda Dinar pada Kemal.
''Bukan Kak, mereka hanya teman ku.'' Ucapan Kemal membuat Puspa tersenyum kelu, ada rasa tak biasa yang menyergap perasaannya, tapi tidak tau itu apa.
''Oh Hai, aku Dinar Kakanya Kemal.'' Ucap Dinar dengan ramah dan tangannya mengulur untuk berkenalan.
''Saya Puspa, Ka.''
''Saya Devita, Ka.''
Ucap keduanya dengan membalas uluran tangan Dinar.
''Kaka Sendiri?'' tanya Kemal.
''Kaka bersama Daniel dan Nadia, tapi entahlah mereka belum masuk juga.'' Ucapan Dinar yang menyebut nama Daniel membuat Devita dan Puspa terkesip.
Kemal membeliak dengan khawatir.
''Nah itu mereka.'' Ucapnya lagi dengan tangan yang menunjuk ke arah pintu masuk dan tertuju ke Dua Orang yang sedang berjalan dengan sesekali obrolannya.
Mata Devita membeliak begitu pula dengan Puspa dan Kemal.
''Daniel, Nadia, disini,'' teriak Dinar.
Mata Daniel dan Devita bertemu Keduanya saling menatap tanpa ada ucapan yang terlontar, sampai Daniel mendekat ke arahnya.
''Daniel, ternyata anak nakal ini sedang berkencan dengan Dua wanita disini.'' Ucap Dinar dengan gurauan.
''Kak Dinar, sudah ku bilang mereka hanya teman ku.'' Ucap Kemal meluruskan ucapan Dinar.
''Ha ha ha, aku bergurau Kemal,'' tawa Dinar pecah.
''Hai Kemal, lama tidak berjumpa.'' Sapa gadis seusia Devita.
''Iy-iya Nad, lama tidak jumpa ya.'' Jawab Kemal dengan kikuk.
__ADS_1
Daniel hanya diam dengan mata yang masih saling tatap dengan Devita.
Ada rasa sesak di hati Devita saat melihat tangan Nadia melingkar di lengan Daniel, sampai Puspa yang menyadari perasaan sahabat nya mengusap pundak Devita memberi ketenangan.