Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Salah Mengira (Kemal)


__ADS_3

Budayakan Like sebelum atau setelah Membaca ya aka aka ku tersayang 😊😊


Dan tolong tinggalkan jejak komentar nya doong, biar Author lebih semangat nulisnya 😊😊😊..


Banyak maunya yaaπŸ˜„ iya emang πŸ˜†πŸ˜†


eettt satu lagi,, VOTE nya jangan lupa😁✌✌


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...


Mobil yang di bawa Jonathan telah berhenti di sebuah Toko yang memang itu adalah tempat dimana Puspa dan Devita akan membuka usaha bersama.


Kemal dengan stianya terus mengikuti Puspa dan Jonathan sampai Toko, tapi Ia tidak langsung turun dari mobil nya, kenapa? tentu gengsi.


''Apa aku turun saja, tapi alasan apa yang aku pakai nanti.'' Gumam Kemal dengan bimbang, tapi akhirnya Ia memutuskan untuk turun dan memantaunya dengan menyenderkan tubuhnya di badan mobil.



Dengan tangan yang bersedekap di atas perut, Kemal menatap tajam Jonathan yang sedang membantu Puspa menurunkan barang-barang yang Ia beli tadi di minimarket.


''Jo, kau tolong bawakan yang itu ya.'' Pinta Puspa pada Jonathan.


''Iya, kau cerewet sekali.''..


''Ha ha ha, mumpung kau ada, aku akan menyiksa mu, Jo.'' Tawa Puspa dengan jailnya.


''Sudah terbiasa aku di siksa oleh kalian berdua.'' Jawab Jonathan dengan pasrah.


''Resiko kau bersahabat dengan Dua gadis cantik,''..


''Apanya yang cantik, menyebalkan iya,'' dengus Jonathan.


Puspa dan Jonathan masuk ke Toko dan mulai menata barang-barang yang mereka beli tadi.


Kemal melangkah mendekat ke arah toko, memantau dengan menyenderkan tubuhnya di di dinding toko, tapi Puspa maupun Jonathan belum menyadari keberadaan Kemal.



Lama Puspa dan Jonathan menyelesaikan pekerjaan mereka untuk menata barang-barang itu, begitupun dengan Kemal Ia Staycool dengan terus bersender di dinding itu.


Sampai pada akhirnya, Jonathan menyadari keberadaan Kemal yang sedang menatapnya dengan tatapan tidak biasa itu.


''Pu, lihat. Bukannya itu Kemal.'' Bisik Jonathan ke telingan Puspa yang sedang menata bunga Liliy ke vas besar.


Posisi Jonathan yang tengah berbisik di salah artikan oleh Kemal, dia mengira Jonathan tengah mencium Puspa di bagian pipinya.

__ADS_1


''Hei, apa yang kalian lakukan.'' Suara Kemal dengan nada keras mengejutkan Jonathan dan Puspa.


Ya berbarengan Jonathan berbisik begitu juga Kemal yang berteriak.


Puspa berbalik melihat sang pemilik suara yang sudah membuatnya jantungan itu.


''Bisa tidak, tidak perlu berteriak seperti itu.'' Omel Puspa, namun Kemal malah membalasnya dengan tatapan yang menyalang.


''Kalian sedang berbuat mesum kan, untung aku datang.'' Tuduh Kemal, Puspa dan Jonathan saling menatap heran.


''Mesum?'' tanya Puspa dan Jonathan berbarengan.


''Ya, tadi aku melihat nya langsung,'' ucap Kemal lagi.


Mereka diam dan tiga detik kemudian Puspa dan Jonathan tertawa dengan terbahak.


''Apa yang kalian tertawakan.'' Tanya Kemal tidak terima.


''Tentu saja aku mentertawakan mu, Kemal.'' Puspa berucap dengan susah payah karena masih tertawa sampai terlihat ujung matanya berair karena tawa yang tak bisa di kontrol nya.


''Memangnya aku kenapa?'' dengan polosnya Kemal malah bertanya.


''Anda salah paham, kami tidak sedang berbuat mesum seperti apa yang anda pikirkan, lihat.'' Jonatan mempraktekkan lagi cara dia berbisik ke telinga Puspa dengan arah pandang kemal yang berpindah.


Malu, itu yang dirasakan Kemal, tapi bukan Kemal nama nya kalau tidak Staycool.


''Ya, ya. Terserah kau saja.'' Ucap Puspa dengan tawa yang sudah mulai mereda.


''Ya sudah kan sudah ada Tuan Kemal, Aku pamit ya, Pu.'' Ucap Jonathan berpamitan.


''Memangnya kau mau kemana, Jo?'' tanya Puspa.


''Aku ada urusan,'' Jonathan pun berlalu.


''Ya sudah sana urus, urusan mu dulu.'' Ucap Kemal dengan senyum kakunya.


''Aku titip Puspa ya, bung.'' Ucap Jonathan dengan tangan yang menepuk pundak Kemal.


''Dasar bocah,'' gumam Kemal.


''Sedang apa kau disini?'' tanya Puspa dengan cuek.


''Aku tidak sengaja lewat dan melihat ada mobil yang terparkir di depan Toko.'' Alasan yang sangat klasik bagi Kemal.


Puspa hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda percaya dengan ucapan Kemal.

__ADS_1


''Dimana Devita?'' tanya Kemal dengan tangan yang ikut menata bunga Liliy.


''Devita sedang tidak enak badan,'' jawabnya singkat.


Mulut Kemal membentuk hurup O sebagai jawaban nya.


''Kenapa hanya, oh. Tidak ada niatan untuk menjenguknya?'' tanya Puspa, ada alasan nya Puspa bertanya seperti itu. Hanya Ia lah tau alasannya.


''Ada Daniel, sudah cukup bukan.'' Jawab Kemal dengan santai, berbeda dengan Puspa ada rasa yang tak biasa di hatinya dengan jawaban Kemal.


''Bukannya kau menyukai Devita,'' pancing Puspa.


Kemal menoleh ke arahnya, dengan tatapan memicing. ''Kau cemburu?'' tanya Kemal yang dengan sengaja berniat untuk menggodanya.


''Aku, cemburu? untuk apa?'' elak Puspa dengan wajah yang memerah.


''Ya barangkali kau cemburu,'' ucapnya dengan suara pelan.


''Tidak sama sekali.'' Ketus Puspa yang berlalu dari Kemal.


Cukup lama Puspa dan Kemal berada di Toko, Kemal yang membantu untuk menata berbagai macam bunga, dan Puspa menata dekorasi untuk acara yang di selengarakan esok.


Hari sudah mulai gelap, semua pekerjaan sudah terselesaikan.


''Kau pulanglah dulu, dan Terima kasih sudah membantu,'' ucap Puspa dengan dingin.


''Kau tidak pulang?'' tanya Kemal.


''Ini aku ingin memesan taxi.'' Jawab Puspa dengan mata yang tidak berpindah dari layar ponselnya.


''Tidak perlu, biar ku antar.'' Kemal mengambil paksa ponsel Puspa dan langsung menarik tangan Puspa untuk keluar toko dan masuk ke mobilnya.


''Kau selalu saja memaksa,'' sungut Puspa.


''Kau tunggu sini, aku akan menutup Toko terlebih dulu.'' Kemal meninggalkan Puspa di mobilnya dan bergegas mengunci semua pintu akses jalan masuk ke Toko untuk jaga-jaga.


''Ini kuncinya.'' Setelah selesai Ia mengembalikan kunci ke Puspa.


''Terima kasih.'' Ketus Puspa.


Selama di perjalanan keduanya hanya diam, suasana di dalam mobil sangat hening tidak ada suara maupun musik yang mengiringi nya.


Setelah sampai di depan yang di maksud rumah oleh Puspa, Puspa tidak langsung turun dari mobil hingga membuat Kemal harus menoleh ke arahnya.


''Kenapa, kenapa kau menatap ku seperti itu?'' tanya Kemal pada Puspa yang memang sedang menatapnya.

__ADS_1


''Kau tidak perlu mendekati ku hanya untuk mendapatkan Devita, Kemal.'' Ucapan Puspa seperti tamparan keras bagi Kemal, jadi selama ini sikap dingin Puspa, karena mengira bahwa Kemal mendekatinya hanya untuk batu loncatan saja.


__ADS_2