Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Kawanan Singa


__ADS_3

Budayakan Like sebelum atau setelah Membaca ya aka aka ku tersayang 😊😊


Dan tolong tinggalkan jejak komentar nya doong, biar Author lebih semangat nulisnya 😊😊😊..


Banyak maunya yaaπŸ˜„ iya emang πŸ˜†πŸ˜†


eettt satu lagi,, VOTE nya jangan lupa😁✌✌


...πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€...


Daniel sedang menunggu seseorang yang di perintahkan untuk datang, dengan tidak sabarnya Daniel terus mondar-mandir tidak karuan


Suara ketukan pintu membuat Ia langsung memerintahkan masuk.


''Ada apa ka?'' tanya seseorang yang ternyata ada Kemal.


''Aku punya misi untuk mu.'' Ucap Daniel dengan to the point.


''Misi, Misi apa?'' tanya Kemal dengan santainya.


Daniel pun mengatakan rencananya pada Kemal, Kemal mendengarkan dengan seksama, Kaka beradik itu sedang berdiskusi untuk merencanakan misi yang harus si adik lakukan.


''Kau mengerti?'' tanya Daniel setelah selesai mengucapkan apa rencananya.


''Siap.'' Jawabnya dengan muka datarnya.


Kemal berlalu dari ruangan Daniel untuk segera menjalani misi yang di perintahkan seorang kakak, walau sang kakak bersikap dingin padanya tapi Kemal tidak mempermasalahkan itu, yang dia mau hanya menuruti kemauan sang kakak.


.


.


Di rumah besar nan mewah, Dua pria tampan sedang bersitegang dengan adu jotos yang semula hanya beradu argumen.


Pria yang bertubuh kekar dan berkulit bersih sudah tidak kuat lagi untuk berdiri, memar di wajahnya serta ada darah di beberapa bagian wajahnya yang keluar membuat Ia sudah tidak kuasa menopang tubuhnya sendiri.


Pria itu tak lain adalah Lucky Matthew. Dan pria yang di ketahui adalah kakaknya masih berdiri tegak dengan muka sangarnya, Ia bernama Fedric Matthew.


''Sebenarnya aku tidak tega untuk menghajar mu Luck, tapi kau yang memaksa ku untuk melakukannya.'' Ucap Fedric.


Sebuah tepukan tangan membuat Fedric menoleh ke arah belakang nya yang terdapat ada seorang gadis cantik sedang tersenyum dengan manisnya.


''Baby, kau apakan adik mu itu.'' Ucap gadis itu dengan manjanya menghampiri Fedric yang tengah tersenyum ke arah nya.


''Tidak sayang, aku hanya menuruti kemauannya.'' Jawab Fedric.


''Baby, Kau tidak lupa dengan janji mu bukan.'' Dengan mata yang menggoda, gadis itu dengen nakalnya menyusuri jari telunjuknya di dada bidang Fedric.

__ADS_1


''Jangan menggoda ku, sayang.'' Ucap Fedric dengan lembut.


''Jawab aku, kau tidak mengingkari janji mu bukan?'' tanyanya lagi.


''Tidak, tapi anak sialan itu telah mengagalkan nya.'' Sungut Fedric melirik Lucky yang sudah tidak berdaya itu.


''Issshh, pokoknya aku tidak mau tau, kau harus menghancurkan Daniel Carroll sampai sehancur-hancurnya.'' Ucap Gadis itu dengan gaya manjanya.


''Iya, apa sih yang tidak untuk gadisku ini.'' Timpal Fedric.


Gadis itu tersenyum penuh makna, ada guratan


licik di wajahnya yang cantik itu, entah dendam apa yang di milikinya pada Daniel tapi memang kemauan gadis itu lah yang di jalani Fedric saat ini.


''Apa kau ingin bersenang-senang.'' Ucap Fedric dengan tatapan nakalnya.


Gadis itu mengangguk cepat, dan Fedric pun segera mengangkat tubuh ramping itu dengan sekali hentakan, Ia pun membawa gadis itu ke luar ruangan fitnes menuju kamar pridanya dengan bibir yang saling terpagut.


Di balik tembok besar ada seseorang yang sedang mengintainya dengan wajah yang menyeringai dan ada sebuah camera kecil di tangannya.


''Sungguh tidak menyangka ternyata kalian bekerja sama. Dan akhirnya Aku sudah mendapatkan apa yang kakak mau.'' Ucap seseorang itu yang ternyata adalah Kemal dengan penyamaran nya.


Dengan langkah yang gesit bak seperti ninja di Film-film Kemal keluar rumah dengan cepat tanpa ada yang melihat nya.


Saat ini Kemal sudah berada di mobilnya yang dia parkir cukup jauh dari rumah kediaman keluarga Matthew.


.


.


.


Di Apartment, Puspa sedang mencoba mengajak ngobrol Devita yang sudah terbangun dari tidurnya, Ia tidak merasa putus asah sedikit pun.


Di tangannya terdapat makanan untuk Devita makan, ya Devita belum juga mau makan, sedari malam Puspa tidak henti-hentinya membujuknya tapi Devita tetap bungkam.


''Devi kamu tahu, Daniel begitu mengkhawatirkan kamu tadi pagi.'' Ucap Puspa yang sengaja untuk mengalihkan perhatian Devita dan usaha Puspa ternyata berhasil.


''Daniel sudah pulang?'' tanya Devita dengan wajah senang nya.


''He'em, Daniel sudah pulang. Terlihat sekali Ia Sangat khawatir padamu, sampai kau tahu, aku iri melihat kalian berdua.'' Cebik Puspa.


''Memang nya apa yang di lakukan Daniel padaku.'' tanya Devita dengan antusias nya.


Puspa pun menceritakan apa yang di lihat nya dengan sedikit menambah-nambahkannya, dan Devita yang mendengarkannya merasa tersipu.


Dengan gerakan tidak sadar, Devita merebutnya mangkuk yang berisikan bubur yang di pegang Puspa dan memakannya sambil mendengarkan celoteh Puspa.

__ADS_1


Suara bel terdengar santer sampai ke kamar Devita, Puspa pun menghentikan celotehnya.


''Aku buka pintu dulu, kau habiskan sarapan mu.'' Ucap Puspa dan di angguki Devita.


Puspa berlalu keluar kamar dan menuju pintu masuk, setelah melihat dari layar interkom alis Puspa mengernyit karena melihat seorang wanita dengan pakaian formal dengan setelan serba putih.


Puspa pun membukakan pintu.


'Klik


''Ya cari siapa?'' tanya Puspa dengan ramah.


''Saya Atikah dari Psikologi.'' wanita itu memperkenalkan dirinya.


Puspa melihat sebuah nametag yang tertera di bagian dada kiri wanita itu yang bertuliskan Prof. Atikah S.Psi.


''Psikologi?'' Ucap Puspa merasa heran.


''Ya saya di perintahkan Tuan Daniel Carroll untuk memeriksa Nona Devita.'' Jawab wanita itu dengan ramah.


''Ah iya baiklah, silakan masuk.'' Ucap puspa mempersilahkan masuk.


''Devita ada di kamarnya, Maaf ka tolong sekali kalau Devita tanya siapa anda, katakan saja anda dokter yang ingin memeriksa keadaan nya saja.'' Ucap Puspa.


''Baik Nona.''.


Deringan telepon rumah yang ada di meja samping sofa ruang tamu menghentikan langkah Puspa, dengan segera Ia mengangkatnya.


''Iya halo.'' ucapnya.


''Puspa, kalau ada yang datang Terima saja dia yang akan memeriksa Keadaan Devita.'' Ucap Daniel di sebrang sana.


''IyanTuan Daniel, wanita yang bernama Atikah sudah datang.'' Ucapnya.


''Tapi saya meminta Nona Atikah untuk mengaku sebagai dokter yang hanya memeriksa keadaannya, saya tidak ingin Devita merasa tersinggung.'' lanjutnya.


''Ah iya kau benar, ya sudah aku tutup dulu. sebentar lagi aku akan pulang melihat Devita.'' Dengan tidak sopannya Daniel memutuskan sambungan telepon itu secara sepihak.


''Dasar tidak sopan.'' Gerutu Puspa.


Saat berbalik badan, Atikah sedang menunggunya dengan senyumnya.


''Eeh, Nona kau masih disini.'' Ucap Puspa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


''Iya Nona, saya menunggu anda.'' Jawabnya..


''Aah iya, oh ya anggap saja tadi kau tidak mendengar apa-apa ya.'' Ucap Puspa yang takut ucapannya di dengar orang karena telah memaki Daniel.

__ADS_1


Atikah hanya terkekeh geli menanggapinya.


__ADS_2