Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant
Roda Berputar


__ADS_3

Hari ini, Devita sudah kembali ke kampusnya, waktu cutinya sudah berakhir. Saat ingin sampai ke kampus nya Devita melihat Chloe dengan perut buncitnya sedang berjalan menuju kampus.


'' Kenapa sayang?'' tanya Daniel.


'' Sepertinya aku melihat Chloe,'' jawabnya yang terus menoleh memastikan orang yang di lihatnya sepupunya atau bukan.


'' Kamu salah lihat mungkin,''


'' Tidak, itu memang Chloe, Daniel turunkan aku disini ya, kau berangkat saja ke kantor,'' pinta Devita, awalnya Daniel tidak menyetujui nya tapi akhirnya dengan Devita memasang wajah memohon nya mau tidak mau Daniel menyetujui permintaan Devita.


'' Tapi nanti kalau sudah tidak ada kelas, kabari aku ya, biar aku jemput.''


'' Jemput?''


'' Iya, kita makan siang bersama,''


'' Kalau begitu aku naik taxi saja ke kantor mu,''


'' Apa kau yakin, sayang?'' tanya Daniel, Devita mengagguk dengan yakin.


Akhirnya Devita turun di pinggir jalan karena permintaan nya sendiri, setelah berpamitan dan melakukan ritual kecupan manjanya Daniel berlalu melajukan mobilnya.


Devita menoleh ke arah tadi dia melihat Chloe.


'' Itu dia,'' gumamnya setelah melihat Chloe yang sedang mengistirahatkan kakinya di suatu kursi di tepi jalan.


Devita melangkah dengan sedikit berlari menuju dimana Chloe sedang duduk.


'' Chloe,'' panggil Devita setelah sampai dan berdiri di samping kursi tempat Chloe duduki.


Chloe mengangkat kepalanya dan ia tersenyum dengan lembut setelah melihat siapa yang telah memanggilnya.


'' Devi,''


'' Kau sedang apa?'' tanya Devita.


'' Aku sedang beristirahat sejenak,''


'' Kau ingin ke kampus?'' tanya Devita dan Chloe hanya menganggukan kepalanya.

__ADS_1


'' Ya sudah, kita jalan bersama ya,'' ucapan Devita membuat Chloe mengingat saat dahulu yang dia selalu berbuat jahat pada Devita, serta tidak mau mengakui nya sebagai saudara.


'' Apa kau tidak merasa malu untuk berjalan berdampingan dengan ku,'' ucap Chloe dengan pelan.


'' Malu kenapa?''


'' Kau lihat keadaan ku sekarang, kita sudah berbeda jauh, Dev.'' Lirihnya.


'' Chloe, bagaimanapun kamu, kamu tetap saudari ku, ayo,'' ajak Devita dengan mengulurkan tangannya, ucapan Devita sungguh membuat Chloe sangat merasa bersalah.


Hatinya terenyuh dengan hati tulus saudari nya itu, orang yang bertahun-tahun di siksanya sekarang berbuat baik padanya.


Akhirnya mereka berjalan dengan berdampingan, Chloe menoleh melihat langsung wajah Devita yang berseri-seri menceritakan kehidupan nya saat ini.


'' Dev, benar kata pepatah ya, kehidupan itu bagai roda yang terus berputar, contohnya kita, dulu aku hidup dengan seenaknya, dan kamu yang terus tersiksa, dan sekarang aku sudah menerima ganjarannya,'' ucap Chloe panjang lebar sampai tidak terasa mereka sampai di gedung fakultas nya.


'' Sudahlah Chloe, jangan bahas masalalu lagi, ya sudah ayo kita masuk kelas,'' ajak Devita yang ingin menarik tangan Chloe, namun Chloe menariknya kemabli.


'' Kenapa?''


'' Aku kesini bukan untuk mengikuti kelas,''


'' Aku ingin mengambil Sertifikat ku,''


'' Kau tidak melanjutkan kuliah mu?'' tanya Devita yang terkejut, dan Chloe hanya mengangguk lemah.


Devita terdiam, ia bertanya apa Chloe tidak sanggup lagi membayar biaya kuliah nya, namun Chloe menggelengkan kepalanya.


'' Bukan, aku hanya malu pergi ke kampus dengan keadaan ku saat ini, mungkin nanti jika setelah melahirkan aku akan melanjutkan kembali pendidikan ku,'' jawab Chloe.


Di tengah-tengah pembicaraan mereka, seorang wanita berteriak memanggil nama Devita yang ternyata ia adalah Puspa yang berlari ke arahnya dan langsung memeluk Devita dengan eratnya.


'' Dev, aku kangen kamu,'' ucap Puspa dengan riangnya.


'' Puspa kamu apa-apaan sih, tidak lihat apa, kita menjadi pusat perhatian,'' omel Devita, Puspa terkekeh setelah melihat sekeliling nya.


'' Bagaimana bulan madu mu?'' tanya Puspa, Devita tersenyum malu mendengar pertanyaan dari Sahabat nya itu.


'' Jangan bertanya seperti itu aku mali,'' bisik Devita.

__ADS_1


'' Dev, Puspa, aku pergi dulu,'' ucap Chloe, Puspa menoleh, dia baru menyadari kalau wanita yang ada di dekat Devita adalah Chloe.


Chloe berlalu begiti saja, setelah berpamitan, Puspa menatapnya dengan aneh karena fostur tubuh Chloe yang berbeda.


'' Dia benar-benar hamil?'' tanya Puspa dan Devita hanya mengangguk sedih karena ia benar-benar merasa iba dengan keadaan sepupunya itu.


Puspa dan Devita masuk ke kelasnya dan ternyata di sana sudah ada Jonathan yang sedang berbincang dengan seorang wanita yang Puspa sangat tahu dia siapa.


'' Hai Jo,'' sapa Devita.


'' Hai,'' balasnya.


Mereka saling menyapa namun ada yang berbeda, Puspa. Ya Puspa bersikap cuek dengan Jonathan dan itu membuat Devita berpikir aneh karena tidak biasanya mereka seperti itu.


Devita duduk dan di susul Puspa, mata Devita memicing melihat Jonathan yang berbincang akrab dengan seorang gadis, yang Devita sangat tahu kalau Jonathan tipe pria yang tidak suka sembarangan mengobrol jika tidak terlalu kenal.


''Jo, siapa?'' bisik Devita.


'' Oh, kenalkan dia Amaira, dan Mai kenalkan dia Devita, sahabat ku,'' ucap Jonathan yang memperkenalkan satu sama lain.


Acara kenalannya terputus karena dosen sudah memasuki kelas.


Setelah selesai dengan mata kuliah mereka, Devita, Puspa dan Jonathan serta Amaira keluar kelas dan menuju parkiran.


Sebuah mobil yang sangat di kenal Puspa sudah terparkir apik dengan seorang pria yang sedang berdiri dengan menyenderkan tubuhnya dan tersenyum lembut ke arahnya.


Kemal, ya dia Kemal yang sudah di beri kesempatan kedua oleh Puspa. Puspa yang memang mencintai Kemal tidak bisa marah dengan berlarut-larut.


'' Hai,'' sapa Kemal pada Puspa dan lainnya.


'' Kakak ipar,'' sapa Kemal, Devita hanya terkekeh geli mendengar Kemal memanggilnya kakak ipar.


Puspa tertawa, karena melihat wajah Devita yang memerah, semua tertawa terkecuali Amaira yang belum juga menerima kenyataan Kemal yang memiliki hubungan dengan wanita lain.


'' Jo apa bisa kita pulang sekarang,'' bisik Amaira, dan Jonathan sangat mengerti kenapa Amaira meminta pulang saat itu juga.


Jonathan pun berpamitan dengan beralasan kalau sedang ada urusan mendadak, namun saat Jonathan dan Amaira ingin masuk ke mobil seseorang datang dengan tiba-tiba menyerang Jonathan dengan bertubi-tubi.


Tbc..

__ADS_1


__ADS_2