
Reno tidak pernah menyerah mengejar cinta seorang Dinar wanita dewasa bersetatus sebagai singel parent juga sebagai singel mom dari anak yang usianya sudah 8 tahun.
Berbagai cara ia lakukan dan saat dia merasa lelah dia hanya menenangkan diri sebentar dan memulai aksinya lagi, namun tiba saatnya dimana Reno tidak lagi memunculkan batang hidungnya dan tidak lagi mengganggu Dinar di butik maupun di mansion karena suatu hal, Dinar merasa kehadiran Reno sangatlah penting untuk melatih kesabaran nya.
Seperti saat ini, Reno sudah empat hari tidak terlihat, dan Davin pun selalu bertanya, dimana paman baik? itulah panggilan Davin pada Reno.
'' Mom, aku rindu paman baik,'' rengek Davin.
'' Davin, kamu ini jangan tanyakan paman mulu ya, Momy pusing dengarnya,'' omel Dinar.
'' Pusing kenapa ka?'' tanya Daniel yang baru saja tiba.
'' Davin Niel, selalu bertanya dimana Reno, Kaka jadi pusing.''
'' Davin, sebaiknya kau temani adik mu, dia sedang bermain dengan bibi Devita, sepertinya dia juga merindukan kamu.'' Bujuk Daniel agar Davin berhenti merengek pada Momy nya.
'' Benarkah Paman, baiklah aku ke adik David dulu ya, Mom, Paman.'' Izin Davin yang berlalu pergi mencari adik sepupunya.
Perginya Davin, Dinar bernafas dengan panjang, dari pagi sampai siang ini Davin terus saja merengek meminta bertemu dengan Reno, Dinar yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa mendengarkan dengan kesal.
'' Ka, apa kau tidak melihat kedekatan antara Davin dengan pria tengik itu sangat tidak normal,'' ucap Daniel.
'' Siapa yang kau maksud pria tengik?''
'' Haahhh, siapa lagi kalau bukan Reno, aku akan memberi pelajaran kalau dia berani mengganggu mu,'' ucap Daniel dengan tegas.
'' Daniel kau ini apa-apaan, dia pria yang baik, perhatian pada Davin, kenapa kau malah mau menghajarnya,'' ucap Dinar tanpa sadar, mata Daniel memicing menyadari akan sesuatu.
'' Baik, perhatian? lalu?'' tanya Daniel dengan tatapan menyelidik.
Seketika Dinar terdiam menyadari ucapan nya yang terlontar telah memancing banyak tanya dari Daniel nantinya.
__ADS_1
'' Haahh, sudah, sudah. Lebih baik kau pergi menyusul keponakan mu itu, bantu aku mengurus nya,'' ucapnya mengalihkan pembicaraan.
'' Tidak perlu kau mengusir ku, aku hanya ingin mengatakan, kalau sebuah perasaan itu akan muncul secara tiba-tiba karena terbiasa, tapi jika perjuangan tidak lagi di anggap jangan menyesal kalau andaikan nantinya akan kehilangan.'' Ujar Daniel dengan berbahasa teka-teki yang hanya orang dewasa lah yang lebih paham makna dari ucapannya.
Daniel berlalu meninggalkan Dinar yang masih terpaku di tempat duduknya sembari memikirkan ucapan Daniel yang penuh misteri itu.
'' Apa maksud dia?'' gumam Dinar.
Di sebuah perusahaan yang berdiri di bidang perkembangan teknologi informasi, seorang pria dengan lihai nya berbicara di hadapan petinggi-petinggi perusahaan besar memprentasi kan dengan gaya bicaranya yang sangat rapih dan tegas hingga mampu membuat yang duduk mendengarkan merasa bangga serta bisa menerima baik kata demi kata yang di lontarkan pria tampan itu.
Semua bertepuk tangan setelah pria yang sejak tadi berdiri membelakangi white board itu telah selesai berbicara.
'' Selamat Tuan Huang, kami menerima kerja sama ini, saya harap kedepannya akan berjalan dengan semestinya,'' ucapan itu terlontar dari salasatu petinggi perusahaan besar yang ikut bekerja sama dengan Huang industri.
'' Terimakasih Tuan Fei, semoga yang kita harapkan bisa berjalan dengan baik.'' Jawab Reno dengan bijak.
Pertemuan itu berjalan dengan lancar, Reno telah pergi meninggalkan ruangan rapat dan menuju sebuah hotel yang sudah beberapa hari ini di jadikan nya sebagai tempat pulangnya untuk melepaskan rasa lelah nya.
Ya sudah Empat hari Reno berada dalam negeri orang, menjalankan tugas dari ayah nya untuk memperjuangkan kerja sama dan harus memenangkan tender besar ini, dan hasilnya sangat memuaskan, Reno telah berhasil memenangkan nya dan mengalahkan beberapa perusahaan yang tidak kalah besarnya.
'' Empat hari tidak melihat wajah cantik mu, apa kau merindukanku?'' gumamnya lagi dengan mata yang terus memandang wajah cantik seseorang dari layar ponselnya.
Sebuah ketukan pintu membuat Reno berdecak dengan kesal.
'' Permisi Tuan Huang, jamuan makan malam telah tersedia, tuan Fei mengundang anda untuk ikut makan malam bersamanya.'' Ucap ucap seseorang dari pihak hotel.
'' Oh ya Terimakasih, kau duluan saja, saya ingin membersihkan diri terlebih dahulu.'' Ucap Reno.
Reno segera bergegas untuk membersihkan dirinya dan setelah itu langsung pergi untuk jamuan makan malam.
'' Kalau bukan karena tuan Fei aku tidak akan mau makan malam bersama dengan banyak orang seperti itu.'' Gerutu Reno dengan langkahnya yang terpaksa.
__ADS_1
'' Selamat malam Tuan Fei, Nona Lim, maaf membuat kalian menunggu.'' Ucap Reno dengan senyum yang di paksakan nya.
'' Ya tidak apa tuan Huang, pasti anak muda seperti mu membutuhkan waktu lama agar terlihat berwibawa bukan,'' godanya.
'' Hahah, anda bisa saja.''
Makan malam pun berlangsung dengan sesekali berbincang soal bisnis yang mereka jalani, namun percayalah situasi seperti ini bukanlah tipe Reno, Reno yang sangat membenci keramaian terpaksa melakukan itu hanya agar tidak, mempermalukan ayahnya dan perusahaan keluarga.
Di Sebuah kamar, Dinar masih saja termenung dengan terus memikirkan ucapan Daniel siang tadi, dengan melepaskan pikiran penatnya, ia berseluncur di aplikasi media sosial nya namun tiba-tiba matanya terbelalak setelah melihat postingan seseorang yang salasatunya dia sangat kenal.
'' Reno? sedang apa dia di sana,'' gumam Dinar.
Ya Dinar melihat postingan seorang pembisnis wanita yang sering memakai jasanya untuk merancang berbagai pakaian untuk nya di butik miliknya, namun yang di lihatnya membuat hatinya meradang tanpa alasan.
Sebuah potret Reno yang sedang duduk berdampingan dengan orang yang di kenalnya sebagai pembisnis wanita muda itu yang membuat nya meradang tak karuan.
'' Bagaimana bisa dia bersua foto dengan nya,'' Dinar dengan penasaran nya terus mengscroll terus postingan-postingan terbaru orang itu yang semua nya ada Reno di sampingnya.
Terlebih sebuah Caption yang semakin membuat nya meradang adalah '' Bekerja sama dengan pembisnis tampan seperti nya sebuah impian ku sejak lama, Aku mengagumi nya''
Itulah isi caption yang ada di postingan pembisnis wanita itu.
'' Apa-apaan dia ini. Cih mengaguminya, berlebihan sekali,'' gerutu Dinar dengan kesal.
Karena hatinya tidak lagi bisa di ajak kompromi karena postingan yang dilihatnya, Dinar memutuskan untuk keluar dari aplikasi media sosial pribadinya itu dan meletakan ponselnya di sembarang tempat.
'' Mengagumi, apa yang di kagumi dari seorang Reno, memangnya dia siapa bisa menulis caption seperti itu, apa dia tidak berpikir kalau misalkan ada seseorang yang akan marah karena postingan nya.'' Dinar terus menggerutu di sela-sela kegiatannya membersihkan dirinya di kamar mandi.
Setelah selesai membersihkan diri, Dinar berniat untuk segera tidur namun sebuah deringan ponsel yang menandakan ada notifikasi masuk membuat nya membuka kembali kunci ponselnya.
Ucapan selamat malam yang ia terima dari seseorang yang membuat dia terus menggerutu lah yang masuk.
__ADS_1
'' Aku tidak akan membalasnya,'' ketus Dinar yang langsung merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya.
TBC..