Jangan Panggil Aku Gendut

Jangan Panggil Aku Gendut
Bagi raport.


__ADS_3

Mana suara nya nih.


Tim putra?


Tim Dimas?


Tim Bimo?


Tim Adit?


Cinta segi lima πŸ˜…


Semua ganteng dan baik. Siapa kah pemenang hati Lidya Wijaya?


Author sih .....


Bakalan banyak yang sad boy nih,hihi.


Selamat hari raya idul Adha 1442 H. 2021.


Mohon maaf lahir dan batin pembaca setia ku ❀️ dari author dan semua peran dalam novel jangan panggil aku gendut. πŸ™


......🌺🌺🌺......


Lanjut.


Keesokan hari nya aku berangkat sekolah membawa mobil sendiri. Sudah cukup manja nya.


Ku parkirkan mobil tepat di ujung.


Berjalan perlahan menuju club' voli.


Clas free jadi kami bebas melakukan kegiatan apa pun sebelum pembagian raport.


Ku lambaikan tangan ke arah Wulan, ia segera menyambut ku.


"Sibuk banget sih artis kita satu ini, sampe gak pernah tengok club' nya" ejek Wulan.


Rara ikut nimbrung.


"Hehe maaf yah" jawab ku singkat.


"Ayo nanti pulang sekolah kita rayakan keberhasilan kita yang tertunda" seru Rara.


Ku tatap anak anak club' yang sedang berlatih.


Jangan kan latihan aku bahkan jarang menginjak kan kaki ku di sini.


"Banyak anak baru yah?" tanya ku saat melihat banyak wajah wajah baru di club' voli.


Anak anak itu berhamburan mendekati ku saat tau aku berkunjung ke tempat latihan.


"Eh ada kak Lily" seru mereka.


Seketika adik kelas ku itu berebut untuk bisa mendekati ku.


"Hey ada apa sih kalian ini?" protes ku saat melihat mereka heboh sendiri.


"Kak Lily kami ngefans banget sama kakak, melihat pertandingan kalian kemarin aku jadi tertarik masuk club' voli" seru nya bersemangat.

__ADS_1


"Tapi kami kan kalah, juara 2?" ujar ku.


"Ih kakak tetap pemenang bagi kami, ajari kami dong, kami akan menjadi penerus kalian nanti nya, kami janji akan bersungguh-sungguh latihan" seru anak yang lain.


Aku duduk. Dan mereka semua duduk rapi di depan ku. Salah satu di antara mereka mengambilkan ku bangku.


Wulan tersenyum melihat ku datang dan berbicara dengan anak anak.


Aku jadi merasa bersalah karena setelah pertandingan selesai aku tidak pernah datang ke club' voli.


"Kak Lily cantik banget deh, aku suka banget liat nya" ujar mereka.


Seketika senyum ku berubah. Mereka memuji atau mengolok ku yah?


Mereka saling sikut karena salah bicara.


Semua orang di sekolah juga sudah tau aku cantik karena hasil operasi plastik , langsing karena sedot lemak dan lain lain.


"Eh maafkan aku kak" ujar nya.


"Gpp kok, jangan pernah meniru keburukan ku, ambil baik nya, buang buruk nya. Aku menyesali semua nya tapi nasi sudah menjadi bubur, ya aku jalani saja, semoga Tuhan mengampuni aku" Tegas.


Aku jadi penasaran siapa yang telah mengungkapkan masa lalu. Hingga saat ini aku belum mengetahui nya.


Aku sudah kehilangan selera mencari tau apa pun itu. Hidup ku rumit semenjak aku sibuk dengan penasaran di otak ku.


Aku butuh istirahat.


"Kak ly, punya pacar gak? penasaran nih?" tanya mereka.


"Eh, gak ada, aku mau fokus belajar karena sebentar lagi kan kami kelas 3, akan sangat sibuk dan gak ada waktu deh buat bucin hehe" jawab ku.


"Kalian mau latihan atau wawancara Lily sih?" seru Wulan. Wulan lah yang menyeleksi mereka dan lolos jadi anggota club'.


Mereka pun bubar seketika. Dan melanjutkan latihan nya.


"Kangen banget deh sama Lo, satu sekolah tapi kita jarang ketemu" seru Wulan.


"Maaf yah teman teman" aku minta maaf untuk ke sekian kali nya.


Kami duduk berjajar dan menonton adik kelas kami yang sedang latihan.


"Sedih banget, sebentar lagi mau tidak mau kita bakal pensiun dari club' voli karena sudah kelas 3" seru Rara.


"Iya maka nya kita nikmati saja tempat ini, kita kan bisa jadi pelatih mereka" seru Wulan.


Kapten berkarisma yang club' voli punya.


Aku merangkul pundak mereka.


"Jangan sedih sedih dong, aku jadi ikut sedih nih. Bagaimana pun juga kita pernah berjuang bersama, kita harus saling mengingatkan kemarin hari ini dan esok" seru ku.


Kami saling merangkul.


"Anggota lain mana" tanya ku.


"Sebagian sibuk sendiri kayak kamu" ujar Rara.


Kami pun tertawa.

__ADS_1


Kami lanjut nonton anak anak yang sedang latihan.


"Lumayan yah anak didik mu" seru ku ke Wulan.


"Ah bisa ajja, mereka memang berbakat, aku kan pandai mencari orang berbakat" puji Wulan pada diri sendiri.


"Haha, iya deh, yang penting kamu bahagia" jawab ku.


......🌺🌺🌺......


Hari pembagian raport akhir nya datang juga.


Untuk pertama kali dalam hidup ku papa mau datang untuk mengambil kan raport ku.


Tante Mona ke sekolah putra, mengambil raport nya putra.


Sungguh kejutan bagi ku saat papa tiba tiba datang ke sekolah. Semua mata tertuju pada nya saat turun dari mobil. Karisma papa terpancar.


Papa mendekati ku dan memeluk ku tiba tiba. Aku terkejut. Papa kenapa? kesurupan? pikir ku.


Semua terkejut melihat adegan itu


Pak Budi mendekati kami.


"Maaf mas, ada keperluan apa di sini? kenapa kamu memeluk murid seperti itu di depan umum seperti ini?" ujar pak Budi selalu wali kelas ku.


"Oh maaf, saya wali murid, saya ayah nya lidya" jawab papa.


"Apa?! anak kamu?" tanya pak Budi tidak percaya.


Papa memang masih sangat muda untuk punya anak sebesar diri ku ini. Jelas saja papa baru berusia 35 tahun.


"Anak kandung?" pak Budi mulai ragu.


"Iya anak kandung" jawab papa.


Pak Budi terbelalak tidak percaya, pun murid murid di sekitar yang mendengar percakapan mereka.


Pak Budi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Eh maaf kalo begitu, saya belum pernah melihat orang tua Lidya sih, ayo silahkan masuk ke dalam, wali murid lain sudah menunggu" ajak pak Budi.


"Eh itu kan Rudi Wijaya , pengusaha terkenal itu, wah gak nyangka dia sudah punya anak sebesar anak kita, perasaan dia kan baru menikah?" seru ibu ibu mulai bergosip saat papa mulai masuk ke dalam kelas.


"Hust nda boleh bergosip" sergah ibu Gita.


"Baru aku tau dia sudah punya anak sebesar ini, oh mungkin anak dari istri nya? ku dengar dia menikahi janda cantik" seru ibu Nana..


"Tampan banget sih, ayah muda ini" seru ibu ibu lain.


Memang mayoritas ibu ibu yang datang untuk mengambil kan raport anak nya.


Hanya 5 bapak bapak yang datang.


Pak Budi mulai menyapa orang tua murid.


Untuk pertama kali nya aku ingin punya peringkat tertinggi di kelas. Tapi gak mungkin jika ada Bimo. Huft. Aku mendengus kesal.


"Assalamualaikum, salam sejahtera semua, pertama tama saya akan memperkenalkan diri, saya pak Budi Santoso, wali kelas 2-2. Saya akan langsung membacakan peringkat 3 besar di kelas.

__ADS_1


Peringkat pertama jatuh pada murid baru di kelas ini bernama ..........


__ADS_2