Jangan Panggil Aku Gendut

Jangan Panggil Aku Gendut
Arsip


__ADS_3

"Arsip ini Dari radar ku lah, jangan meremehkan aku hihi" seru sumi bersemangat.


"Apa untungnya sih kalau tau?" protes ku yang mulai tidak tertarik untuk menyelidiki siapa pun.


"Untungnya? ada kesenangan tersendiri ajja ketika rasa penasaran kita itu terjawab" jawab sumi sambil mengedipkan satu mata nya.


"Hm, terserah lo deh sum" jawab ku akhir nya.


"Udah deh, kamu duduk manis ajja nunggu hasil dari penyelidikan ku.


"Emang gpp kamu bawa keluar itu arsip. Buruan balikin gih" seru ku.


"Aman kok, yang jaga dokumen ini teman ku" ucap nya.


"Kerja cerdas dong, kan bisa kamu foto ajja tuh isi arsip, gak harus bawa arsip asli kemana mana, nanti hilang bagaimana?" protes ku.


"Iya juga yah, haha, ini pasti karena saking semangatnya" ujar sumi.


Aku menggeleng kan kepala ku lagi.


Sumi lalu minta temani ke ruang tempat arsip lama tersimpan. Aku terpaksa mengikuti nya.


"Kurang kerjaan banget sih sum, mending kita kerjakan tugas dari dosen, lebih bermanfaat" ucap ku.


Sumi menatap ku sambil tersenyum lebar.


"Tugas dari dosen kan masih lama waktu pengumpulan nya" sergah nya.


Ah dasar Sumiati, ada saja jawaban nya.


Sumi sudah mengabadikan isi arsip di dalam handphone nya.


Sepi sekali di sini. Tiba tiba ada suara pintu di buka.


Kriieet. Ceklek.


Sontak mata kami langsung tertuju pada pintu, karena suasana yang sangat hening.


Ternyata teman Sumiati itu datang.


Kami bernafas lega.


"Eh, sumi, bikin kaget saja, aku mau kunci ruangan nih, kalian masih lama?" tanya Arif penjaga perpustakaan dan ruang ruang arsip lama yang terpisah dari perpustakaan, di kampus ini.


"Eh gak kok, buku nya udah aku balikin yah, makasi ya bro" jawab sumi.


"Ya sama sama" ucap nya.


Kami pun segera berlari ke luar karena Arif akan mengunci pintu ruangan itu.


Saat arif keluar dari ruangan sumi lalu menemui nya lagi.

__ADS_1


"Rif, eh kak arif maksud ku hehe, kamu kan sudah lama kerja di sini, jadi pasti tau dong cerita horor di kampus ini" tanya sumi.


Arif mengerutkan kening.


"Cerita horor? ah ngaco kamu, mana ada cerita horor di sini, cerita horor itu ada nya di film film haha" tawa arif.


"Ih aku serius" tegas sumi. Membuat arif menghentikan tawanya.


"Aku gak ada waktu buat cerita2 begituan, aku sibuk, aku pamit yah, kerjaan ku banyak" ucap arif akhirnya.


Aku tertawa di samping sumi.


"Kenapa lo ketawa, ledekin gue" ucap nya sok pakai bahasa khas ibu kota.


"Udah deh sum, biarkan ajja deh devan mau manusia kek, apa kek, itu urusan nya, selagi dia tidak mengganggu kita yah gak ada masalah kan" ujar ku.


"Tidak, kamu lihat saja nanti, aku akan kupas tuntas siapa devan sebenarnya" seru sumiati.


Aku tidak menghiraukan sumi dan berjalan lebih cepat.


"Eh kok pergi sih" protes nya. Aku melihat devan dari kejauhan. Senyum nya berbeda kali ini tapi aku memilih untuk tidak menghiraukan nya.


Semakin mendekati devan, sumi semakin bersemangat.


"Heh devan, sini lo" ucap nya ke devan.


"Ada apa?" tanya devan bingung.


"Gak usah pura pura deh, gak usah basa basi juga. Cepat lo kasi tau siapa lo sebenarnya" ujar Sumiati.


"Kan aku sudah bilang, aku akan kasi tau siapa aku kalau teman mu ini mau berkenalan dengan ku" seru devan.


"Gila ko yah, kenalan buat apa coba, dia udah nikah, udah deh gak usah sok misterius, buruan" pekik sumi.


"Memang nya kenalan untuk apa, yah untuk berteman lah, gak boleh?" protes devan.


"Kalo sama aku boleh, sama dia gak boleh, dia sedang berusaha menghindari segala interaksi dengan lawan jenis kecuali darurat" jelas sumi.


Deva tersenyum sesaat.


"Ya udah, kalau gitu kalian juga gak perlu tau aku siapa kan, gitu ajja repot" ucap devan sambil melambaikan tangan menjauh.


Sumi hendak mengejar nya tapi aku menahan tangan nya.


"Sudah deh, gak ada guna nya, lagian siapa dia juga bukan urusan kita kan, pliss, gak usah penasaran, aku pernah mengalami hal buruk karena rasa penasaran itu dan aku gak mau terjadi lagi" Tegas ku.


Sumiati menghentikan pergerakan nya untuk mengejar devan.


"Baik lah" ucap nya akhir nya.


Aku mengajak sumi makan es serut di cafe sebelah kampus sambil menunggu jemputan.

__ADS_1


"Hal buruk apa yang terjadi di masa lalu kamu?" tanya sumiati.


"Panjang ceritanya sum, kamu pasti gak nyangka aku sudah melewati banyak hal saat masih SMA dulu" jawab ku.


"Ok aku akan tetap cari tau tanpa melibatkan mu, aman kan , hahahaha" tawa sumi.


Ya ampun kiraen dia sudah menyerah.


"Terserah deh sum, capek ya lama lama ngomong sama kamu" ucap ku.


"Jalan jalan ke rumah ku ya, kapan kapan" ucap sumiati.


Aku mengangguk.


"Iya nih, aku belum tau rumah kamu, kamu juga kapan kapan jalan ke rumah aku yah, tapi jauh banget sih dari sini. Kalau mau liburan ajja, cocok tuh karena rumah ku sebenarnya villa di dekat perkebunan teh" jawabku.


"Wah asik dong, hm tapi gak enak ahh, kamu kamu kan punya suami, entar ganggu, pas kalian mau wik wik hahahaha" tawa Sumiati lagi.


Aku melepaskan tisu ke wajah nya.


"Dasar kamu yah, emang nya orang sudah nikah gak tau waktu kapan begitu an, ya kali pas ada tamu, gak mungkin lah" protes ku.


"Hahaha, becanda neng, kan siapa tau tamu nya mendadak datang pas kalian sedang bercinta hahaha" sumi masih tertawa.


"Jangan mendadak lah kalau mau datang, tapi aman ajja sih, kan ada bibi yang akan menyambut tamu" ucap ku.


"Ah jadi pengen nikah, pasti enak" ucap sumiati.


"Sama ajja sih, beda nya lo tidur gak sendirian" jawab ku.


"Tuh kan ihh ,baper" ucap Sumi.


Tidak terasa es serut kami sudah habis.


Jemput an ku duluan datang.


"Tumben sama supir, biasa nya suami yang jemput" tanya sumi.


"Iya, dia sedang sibuk sama kerjaan nya, aku duluan yah bye bye" seru ku sambil melambaikan tangan.


"Ok, salam yah sama suami mu wkwkwkwk" ucap sumi konyol.


"Hust, gak mau ,gak boleh" balas mu sambil memeletkan lidah ku.


"Becanda neng, hati hati di jalan" seru sumiati.


Aku mengangguk.


Saat aku pergi sumiati lalu asik dengan handphone nya, dia scroll galeri melihat lihat isi arsip yang tadi.


Ia melihat lagi wajah alumni yang mirip dengan devan.

__ADS_1


Kenapa bisa mirip yah? batin sumi.


Sumi di kaget kan oleh klakson motor dari ayah nya. Dan ia pun pulang.


__ADS_2