Jangan Panggil Aku Gendut

Jangan Panggil Aku Gendut
Pindah part2


__ADS_3

Begini ternyata kehidupan setelah menikah, di rumah sendiri seperti tamu apa lagi di rumah mertua.


Aku hanya berpamitan pada mertua ku, melambaikan tangan pada beliau.


Yugo mulai tancap gas menuju villa di dekat perkebunan teh. Tempat pertama kali kami bertemu. Siapa sangka orang menyebalkan ini jodoh ku? , hidup ku memang selalu penuh dengan kejutan.


Perjalanan yang lumayan jauh membuat ku mengantuk. Gerimis pun mulai turun di luar sana. Aku mulai tertidur.


"Kasihan sekali bocil ini" batin yugo.


......🌺🌺🌺......


Aku membuka mata dan sudah berada di tempat tidur. Sudah sampai?


Pasti yugo menggendong ku lagi. Gak mungkin aku pindah tempat dengan sendirinya.


Kok bisa ya aku tidur pulas seperti itu sampai gak sadar di angkat oleh nya.


"Sudah bangun? ayo makan siang dulu" seru Yugo.


Aku pun bangkit dan mengikuti nya ke ruang makan. Perut ku lapar sekali.


Aku duduk di hadapan yugo.


"Kamu yang masak ini?" tanya ku ragu.


Yugo mengangguk.


"Ya iya lah, emang nya kamu, masih bocil yang gak tau masak" jawab nya.


"Aku tuan putri di rumah ku, semua tersedia, wajar saja jika aku tidak tau masak, lagian kenapa mau nikah sama bocil" protes ku.


"Haha gitu ajja ngambek, ayo makan dulu baru nanti lanjut ngoceh nya" ajak yugo.


Aku mengambil sendok dan mulai mencicipi makanan yang kata nya dia yang masak sendiri.


Enak?


"Bagaimana? enak?" tanya yugo minta pendapat.


"Hm, biasa ajja sih tapi bisa lah di makan" jawab ku.


"Helehh, gengsi ya mengakui kehebatan ku" protes yugo.


"Jadi kamu mau aku jawab apa?" tanya ku.


"Ya sudah terserah deh, abisin tuh makanan nya, awas gak habis" ujar yugo.


"Kalau gak abis awas kenapa?" balas ku.


"Awas ajja nanti aku bikin kamu muntah" jawab nya.


"Ngancam terus. Pemaksaan deh, kamu mau buat aku makan sampai muntah kekenyangan gitu!" balas ku.


"Gak, muntah karena hal lain" seru nya dengan senyum licik.


Aku mengerutkan kening ku.

__ADS_1


Ku lempar tisu ke arah nya.


"Jangan ngadi ngadi deh" ujar ku.


"Kalau aku mau ngadi ngadi kenapa? di sini tinggal kita berdua loh" ujar yugo.


Aku memundurkan wajah ku menjauh dari nya.


"Ih apaan sih, gak usah dekat dekat" protes ku.


"Ya sudah abisin makanan nya, gak usah sok gengsi, sok kalem, sok cantik" ujar nya.


"Memang aku cantik kok" jawab ku.


Kami pun mulai melanjutkan makan siang kami yang terlambat karena ini sudah jam 2 siang.


Diam diam makanan ku habis tak tersisa. Yugo tersenyum senang melihat nya. Aku masih memasang wajah datar.


Setelah itu Yugo turun ke kebun teh melihat lihat keadaan.


"Kamu gak cape? gak istirahat?"tanya ku ketika melihat nya langsung kerja padahal baru sampai dari perjalanan jauh.


"Cieh perhatian nya" ejek Yugo.


"Ge er banget sih, baru di tanya begitu doang" protes ku.


"Haha, ya sudah, aku mau turun dulu yah, gak kerja kok, cuma lihat lihat saja, mau ikut?" ajak nya.


Aku berpikir sejenak. Bosan sih sendirian di sini.


"Gak usah banyak mikir , aku tinggal nih" ujar nya.


Aku berlari ke dalam mengambil jaket.


Ku tutup kepala ku dengan penutup kepala dari jaket yang ku pakai.


Langkah ku mengikuti yugo, pekerja di kebun yang sudah mengambil jam istirahat mulai kembali melanjutkan kerjaan nya.


"Hay pak tono, apa kabar" sapa nya pada kepala penjaga kebun teh nya.


"Alhamdulillah baik pak, saya dengar pak Yugo pindah kesini yah untuk sementara waktu" jawab pak tono.


Yugo tersenyum.


"Sementara? bagaimana kalau aku tinggal di sini selama nya, apa kalian keberatan?" tanya yugo.


"Eh gak kok pak, dengan senang' hati kami menyambut dan melayani pak yugo dan istri di sini" jawab pak tono.


"Bagus" jawab yugo sambil bejalan lagi ke arah lain.


"Emang kamu niat tinggal di sini selama nya?" tanya ku.


"Ya gak lah" jawab yugo.


Setelah puas berkeliling aku dan yugo kembali ke villa.


Yugo mempekerjakan seorang wanita paruh bawa untuk melayani kami di villa itu.

__ADS_1


"Mungkin aku akan sangat sibuk, kerja membantu perusahaan papa sambil melanjutkan studi S2 ku, aku juga akan segera mengundurkan diri jadi dosen pengganti di kampus mu, kamu gpp kan " jelas Yugo.


"Ya gpp lah, kok tanya aku, itu kan urusan mu" jawab ku.


"Baik lah, jangan protes kalau kesepian nanti" seru yugo.


"Gak bakal, dulu juga gak ada kamu hidup ku baik baik saja" jawab ku.


"Ok, fine" seru nya sembari pamit ke luar membawa mobil dan dia tidak bilang akan kemana.


Terserah lah.


Aku ngapain yah? lusa sudah mulai masuk kuliah, lebih baik aku merapikan baju baju ku deh di lemari.


Saat aku masuk koper ku sudah tidak ada isi nya, semua sudah tersusun rapi di lemari. Siapa yang ngerjain? ah pasti bibi asisten rumah tangga baru.


Ku ponsel ku, lalu mematikan nya lagi.


Ah bosan sekali. Aku berjalan ke arah lantai 2 villa ini. Luas, bersih. Aku menemukan sebuah kotak kecil berisi album foto, terlihat foto foto lama Yugo saat masih SD SMP dan SMA. Lucu sekali wajah nya.


Di lembar selanjutnya aku melihat foto yugo saat masih SMA bersama seorang gadis kecil.


Siapa gadis kecil ini?


Tiba tiba suara sesuatu terjatuh dari balik rak buku di sudut ruangan.


Aku memberanikan diri melihat ke arah sumber suara.


Ku langkah kan kaki ku ke arah sana.


Sebuah buku jatuh dari rak. Bagaimana bisa jatuh? tidak ada angin, tidak ada orang di sini.


Seketika aku merinding tapi aku menepis nya. Sinar matahari sore itu masuk melalui jendela.


Ngapain takut sih.


Buku lama.


Ku baca sampul buku itu.


"Milik Naira" ucap ku.


Naira? siapa?


Ku buka lembaran pertama buku itu, hanya sketsa gambar anak kecil. Naira menggambar pemandangan , di lembar selanjutnya ia menggambar kan keluarga nya.


Seorang bapak, ibu dan ketiga anak nya.


Apa ini keluarga yugo? atau dari kakek nya yugo, mengingat ini buku sudah sangat lama dan usang.


Ku buka lembaran selanjutnya. Naira menggambar kan diri nya menjauh dari gambar keluarga nya , lembar an selanjutnya semakin menjauh dan menghilang.


Maksud dari gambar ini apa ya?


Ah hanya sebuah buku gambar masa lalu. Tidak penting buat ku. Aku meletakkan kembali buku usang itu ke rak.


Langkah ku menuju album foto lama nya yugo.

__ADS_1


Masih ada foto yugo dan Feby saat mereka masih pacaran dulu. Kasihan feby. Batin ku.


__ADS_2