
Aku dan putra menunggu yugo pulang kerja di cafe depan mall.
Satu jam kemudian tidak yugo keluar dari parkiran bawah tanah mall tersebut dengan motor nya.
Aku dan putra segera bertemu dan mengikuti nya.
Sesampai nya di rumah kontrakan putra ikut masuk.
Aku melihat sekeliling.
Banyak hal yang ingin ku tanyakan ke yugo.
Setelah mampir sesaat putra pamit pulang.
Setelah yugo mandi dia sedikit merapikan ruang tamu.
"Sudah lah sayang, nanti saja merapikan nya. Kan baru pulang kerja, emang gak cape?" tanya ku.
Yugo tersenyum tapi tetap melanjutkan merapikan. Aku pun ikut membantu nya.
Setelah itu aku masuk ke kamar.
"Maaf yah sayang rumah nya tidak luas dan mewah" seru yugo.
Aku tersenyum.
"Gpp kok, yang penting bersih, dan ini kontrakan ini juga bagus, aku suka" jawab ku.
Memang benar, rumah kontrakan ini bersih, dinding beton dan lantai nya keramik. Kamar nya 1, ada ruang tamu minimalis, tidak ada ruang tengah, setelah dari ruang tamu kita langsung menemukan dapur dan toilet.
Aku house tur sejenak. Lalu kami ngobrol di kamar.
"Sayang, aku kangen banget" ucap ku.
Aku lalu memeluk nya erat. Lebih 1 bulan kami tidak bertemu pasca aku keguguran.
Yugo mengelus kepala ku yang belum membuka hijab.
Aku pun membuka hijab ku. Memakai daster rumahan.
__ADS_1
"Ya ampun sayang, kamu bawa semua barang barang aku kesini?" seru ku saat ku lihat baju dan segala milik ku ada di sini. Memenuhi kamar kami.
"Iya soal nya itu kan punya kamu, masa aku tinggalkan di rumah lama kita, selama sebulan ini aku juga rindu sama kamu, dengan melihat barang barang kamu di sini setidaknya aku merasa gak sendiri, ada kamu istri ku meski kita berjauhan" jawab yugo.
"Uh ya ampun, maafin aku ya sayang" seru ku seraya kembali berbaring di pelukan nya.
"Sayang, maaf nih sebelumnya, kok kamu bisa kerja jadi cleaning servis sih? kan kamu sarjana, setidaknya bisa cari kerja yang lebih baik, dulu saja kamu pernah jadi dosen?" tanya ku.
Yugo tersenyum.
"Ini kota besar sayang , kamu mungkin gak tau betapa sulit nya mencari kerja, ijasah sarjana tidak menjamin kita akan mendapatkan kerja lebih baik, aku sudah menyebar lamaran pekerjaan di perusahaan2 besar di kota ini tapi tak kunjung ada yang menerima, ini ada lah opsi terakhir yang aku lakukan dari pada menganggur, sementara sambil menunggu panggilan kerja di tempat tempat yang sudah aku masukkan lamaran pekerjaan" jelas yugo.
"Oh. Yang sabar dan semangat yah sayang" seru ku.
"Oh ya kok kamu bisa datang kesini, memang nya papa gak marah?" tanya nya.
"Aku pergi dari rumah, meninggal kan semua fasilitas dan harta yang papa berikan demi kamu sayang, aku memilih untuk hidup bersama mu saja, papa marah? tentu saja, beliau bahkan tidak mengijinkan aku untuk bertemu dengan nya lagi" jawab ku.
Yugo mengelus rambut ku yang sudah melepas kan hijab.
"Terima kasih dan maaf sudah membuat hidup mu susah seperti ini" jawab yugo.
"Makasi istri cantik, seksi dan baik hehe" seru yugo menggoda ku.
"Ih apaan sih" protes ku.
"Lah, serius kok" jawab nya.
......🌺🌺🌺......
Menjelang malam aku masak bahan makanan yang ada.
Aku hanya bisa masak nasi goreng telur dadar. Karena hanya itu yang ada di kulkas.
"Maaf yah, aku gak sempat belanja bahan makanan" seru yugo.
"Apaan sih, minta maaf terus, gak cape apa? gpp kok, lagian aku juga datang mendadak begini kan, jadi makan yang ada saja, aku udah gak punya apa apa sayang, papa berhenti memberikan ku fasilitas jika aku kembali Kepada mu, aku tau papa sayang sama aku, dia gak mau melihat ku hidup susah jika bersama mu, dan tetap hidup mewah di rumah nya, tapi jika dengan cara memisahkan kita aku tidak bisa, aku gak bisa hidup tanpa kamu" jawab ku.
"Uhh, gombal nih" jawab yugo.
__ADS_1
Aku menepuk lengannya.
"Serius, ayo makan dulu" ajak ku.
Setelah makan malam kami duduk duduk di ruang tamu sambil nonton TV sampai lelah dan ngantuk kami pun masuk kamar untuk tidur.
Keesokan hari nya pagi pagi sekali yugo sudah berangkat kerja.
Aku bahkan baru bangun tidur ia sudah pamit berangkat dan mengecup kening ku.
Jam 7 pagi. Cahaya matahari mulai masuk ke dalam kamar menyilaukan pandangan ku.
Ia tidak membangun kan aku? ku lihat di dapur sudah ada nasi goreng, ia masak. Harus nya aku yang masak. Aku tidak sholat subuh karena semenjak keguguran rasa nya aku haid terus dan tidak berhenti, apa kah kalau keguguran ada nifas nya juga aku tidak mengerti.
Malas juga mau periksa ke dokter, biaya lagi. Nanti saja periksa di puskesmas kalau yugo libur kerja nya.
Aku tersenyum melihat ada mesin cuci.
"Ah, syukur Alhamdulillah ada mesin cuci" ucap ku bahagia seperti melihat berlian.
Segera aku mengambil pakaian kotor kami dan mencuci nya memakai mesin cuci.
Sambil menunggu aku sarapan nasi goreng yang di buat oleh Yugo, dia bahkan membawa bekal sendiri.
Selesai sarapan aku cuci piring dan melanjutkan mencuci pakaian, kemudian menjemur nya di samping rumah. Cuaca cerah saat ini.
Jam 8.30 aku berangkat ke kampus. Naik taksi.
Seperti biasa Sumiati dan devan menyambut ku.
"Tumben terlambat?" seru sumiati.
"Banyak kerja rumah tangga hehe" jawab ku.
"Maksudnya? kamu kan sekarang tinggal di rumah papa kamu?" tanya sumi.
Aku menggeleng.
"Aku tinggal sama yugo lagi sekarang" jawab ku.
__ADS_1
"Oh ya? ya ampun, syukur lah kalau begitu, pantesan wajah mu sekarang bersemangat dan berseri seri" seru Sumiati.