
Puas belanja kami ke taman hiburan.
Kenapa punya suami tapi seperti tidak punya ya. Batin ku.
"Lidya, liat deh. Itu yugo bukan?!" pekik Sumiati.
Aku menyipitkan mata ku untuk memastikan itu benar yugo atau bukan. Dia ngapain yah di sini.
Sama cewek lagi.
Deg, perasaan ku sungguh tidak enak saat ini.
"Dia sama siapa? apa kau mengenal nya?" tanya sumi.
"Aku gak tau sum" jawab ku.
"Wah gak bisa di biarin ini, kurang ajar banget, kata nya sedang sibuk kerja, istri hamil bahkan tidak tau. Dia malah asik sama cewek. Brengsek!" umpat Sumiati marah.
"Udah deh sum, biarin ajja, yang kita liat belum tentu benar kan" jawab ku berusaha tidak berburuk sangka.
"Gak!" tepis sumi sembari berjalan ke arah yugo hendak melabrak nya.
Aku sedikit berlari untuk mengejar Sumiati untuk jangan melakukan itu.
Ku tarik lengan Sumiati agar berhenti. Aku bahkan melewati dan memasang badan untuk jangan melakukan apa pun.
Hati ku bergetar hebat. Sakit sekali rasa nya tapi aku gak mau Sumiati melabrak nya di depan umum. Ku pegang dada ku menahan rasa cemburu yang begitu hebat nya.
"Tolong sum, bantu aku. Tenangkan aku. Bukan malah menjadi kompor untuk membuat semakin panas" pinta ku.
Sumiati menggeleng keras.
"Kok bisa sih se sabar ini, aku gak habis pikir, itu bodoh nama nya" pekik sumiati.
"Aku hanya melindungi diri dari sakit hati, ini tidak seperti yang kita lihat, bisa saja itu keluarga nya kan. Sepupu nya mungkin" jawab ku.
Sumiati tersenyum sinis.
"Telpon yugo sekarang" pekik sumi.
"Tapi....
"Sekarang atau aku labrak dia!" tegas sumiati.
Aku lalu mengambil ponsel ku dan segera menelpon Yugo tapi tidak di angkat.
"Tuh kan, gila yah tuh orang!" pekik Sumiati.
Aku tidak bisa menahan Sumiati lagi ia sudah berlari ke arah yugo dan langsung menampar nya tanpa bertanya.
Cewek di samping nya pun terkejut.
"Heh bangsat, hebat kamu yah, istri mu setengah mati mencari kabar mu ,kamu malah asik sama cewek lain, brengsek!" umpat Sumiati.
"Kamu siapa sih, istri? aku belum menikah, jangan sembarang kamu yah" jawab nya.
Sumi tersenyum kecut.
"Belum nikah kau bilang? hebat sekali, kamu bahkan menyangkal sudah menikah" pekik sumiati geram.
__ADS_1
Aku hanya melihat mereka dari kejauhan. Aku tidak ingin membuat keributan.
"Kamu beneran sudah menikah mas? kok aku tidak tau, jahat kamu mas!" bentak wanita bule di samping nya.
"Loh gak kok honey, ini pasti salah paham" ucap nya.
"Salah paham bagaimana, sudah jelas jelas kamu selingkuh, Liat saja nanti, tamat riwayat lo" ancam Sumiati.
Wanita itu keturunan bule, terlihat aksen bicara nya juga berbeda. Rambut nya cokelat. Mata nya juga coklat.
Sumiati berlari ke arah ku dan hendak mempertemukan kami tapi aku tidak mau.
Kami melihat kedua nya jadi bertengkar dari kejauhan.
"Capek gue sama lo lid, geram, lemah banget sih lo!" pekik Sumiati.
"Sudah lah Sumiati, mending kita pulang ajja yuk, udah puas kan jalan jalan nya" jawab ku.
"Iya puas , puas nampar si brengsek itu" jawab Sumiati.
"Ya udah, yuk pulang yuk" seru ku.
.......🌺🌺🌺......
Menjelang malam yugo mengabari sudah bisa pulang malam ini ke villa, ia juga menjemput ku di rumah papa.
Sepanjang jalan aku hanya diam.
"Kamu kenapa sayang, maaf banget yah, aku susah di hubungi, aku sangat sibuk bahkan untuk pegang ponsel sulit" jelas yugo.
Aku tidak percaya.
"Kamu kemana saja hari ini?" tanya ku.
"Oh, kamu gak selingkuh kan?" seru ku tanpa basa basi.
Yugo memarkir mobil nya di halaman villa.
Kami telah sampai.
"Maksud nya?" tanya yugo bingung.
"Aku melihat mu di taman hiburan sama cewek" jawab ku.
"Aku gak ke taman hiburan sayang, aku di rumah, selingkuh? mana sempat aku memikirkan itu, aku terlalu sibuk. Aku udah punya kamu ngapain lagi aku memikirkan wanita lain" jawab yugo.
"Jadi yang di taman itu siapa?" tanya ku.
"Yah mana ku tau, mungkin kamu salah orang, kalau tidak percaya hubungi papah deh" jawab nya.
Aku diam. Bisa kah yugo di percaya?
Jadi yang di labrak Sumiati itu siapa? tapi masa Sumiati salah orang?
Kami pun masuk dan mandi.
Selesai isya aku lihat yugo langsung berbaring, mungkin dia sangat lelah.
Ini kesempatan bagus untuk memberi tahu kalau aku hamil.
__ADS_1
Aku mengambil kotak isi testpack yang ada di dalam ransel ku.
Aku mendekati nya
Karena terlalu lelah yugo terlihat mulai terpejam.
"Mas" ujar ku.
Yugo membuka mata.
"Kenapa sayang" jawab nya.
Aku duduk di samping nya.
"Nih, hadiah buat kamu" jawab ku sembari memberikan kotak itu.
"Apa ini?" tanya nya.
"Di buka ajja" jawab ku.
Yugo membuka pita kecil pengikat kotak. Dan membuka nya.
Awal nya dia diam saja, dia mengambil testpack itu dan mengucek mata nya untuk memastikan kebenaran nya. Ia juga mencubit pipi nya memastikan ini bukan lah mimpi.
"Sayang, ini beneran? kamu hamil?" tanya yugo terharu.
Aku tersenyum dan mengangguk.
"Alhamdulillah" ucap nya, yugo lalu bangkit dan sujud syukur.
Mata nya berkaca kaca hendak menangis haru.
Ia lalu memeluk ku.
"Makasih banyak yah udah hadir dan memberi kebahagiaan di kala susah seperti ini, aku akan kerja keras untuk keluarga kecil kita, untuk anak kita" jawab nya.
Yugo lalu mencium perut ku yang masih kecil.
"Jangan nakal yah sayang di perut mama" seru yugo.
"Masih kecil, aku bahkan tidak tau berapa usia nya" jawab ku.
"Astagfirullah, jadi belum periksa ke dokter kandungan?" tanya yugo.
"Ya belum lah, kamu ajja susah di hubungi, sedih banget kalau ke dokter kandungan sendiri" protes ku.
"Ya ampun, maafin aku yah sayang" seru yugo sambil menggenggam erat tangan ku.
"Apa kamu bisa di percaya?" tanya ku tiba tiba.
"Kok kamu tiba tiba ngomong begitu sih sayang, aku tidak pernah dan tidak akan mengkhianati mu, udah ya, jangan pikir yang aneh aneh, fokus ajja jaga kesehatan, jaga anak kita." tegas yugo.
Aku diam saja. Wajah ku masih bad mood.
Yugo mengangkat dagu ku dan mencium bibir ku.
"Ah rindu nya" ujar nya sembari mengajak ku untuk bermain.
"Apa aman?" tanya ku.
__ADS_1
"Pelan pelan ajja insyaallah gpp, hihi" jawab yugo.
Aku tidak yakin tapi yugo memaksa jadi aku menurut saja apa kata suami.