
Sesampainya di villa ,hari sudah sore.
Selepas Ashar aku dan yugo berjalan jalan ke kebun teh yang sepi karena sudah tidak ada lagi pekerja yang sering lalu lalang di sana.
Tatapan yugo kosong, ia banyak diam.
"Sedih ya, kebun teh ini mau di jual?" tanya ku.
"Ah, tentu saja, banyak kenangan di sini, yah termasuk pertemuan pertama kita" seru yugo.
Aku semakin erat memeluk lengan nya.
"Aku juga sedih, kenapa harus di jual sih" seru ku.
"Itu sudah keputusan papah, maaf yah" jawab yugo.
"Kenapa minta maaf, aku baik baik saja" seru ku masih bergelayut manja di lengan yugo.
Setelah puas berkeliling kami berjalan ke belakang. Ke danau.
Indah nya pemandangan sore dengan orang yang kita sayangi. Kami duduk di kayu bekas pohon tumbang.
Memandang ke arah danau yang sepi. Suara gemericik air menambah keindahan alam ini.
Ku sandarkan kepala ku di bahu yugo.
Terlihat bahu yugo bergetar.
"Sayang, kamu nangis?" tanya ku khawatir.
Yugo menggeleng.
"Gak kok" jawab nya sembari memalingkan wajah nya dari ku.
"Wajar Kamu sedih sayang, kebun teh ini sudah bagian dari hidup mu kan, dulu waktu masih aktif kuliah kamu bela belain ke sini padahal kampus kamu sangat lah jauh" seru ku.
"Yah, mau di apa, sudah jalan nya seperti ini, sama saat berjodoh dengan mu, aku gak menyangka sama sekali, tidak pernah terlintas di pikiran ku akan menikahi orang yang baru aku kenal" jawab Yugo.
"Nama nya jodoh kita gak tau kan bagaimana cara Terbaik Tuhan mempertemukan nya" seru ku.
Yugo lalu memeluk ku.
"Terus bagaimana kabar saudara kembar mu itu sayang. Dia tinggal di mana?" tanya ku.
Yugo lalu menceritakan semua nya pada ku.
"Oh, jadi kedatangan nya ke sini bukan membantu justru sebaliknya?" tanya ku lagi.
Yugo mengangguk.
"Astaga, jadi kalian keluarga tapi asing?" ujar ku.
"Yah begitulah" jawab yugo lesu.
Kami kembali memandangi danau dan langit senja itu.
"Balik yuk, sebentar lagi magrib" ajak yugo mengingat kan.
"Yuk, hm tapi gendong" balas ku.
"Duh bumil ini makin manja ajja, gemes deh, siap bos" jawab yugo sambil jongkok membelakangi ku.
__ADS_1
Aku pun segera naik ke pundak nya.
"Aku berat yah?" tanya ku.
"Lumayan" jawab yugo jujur.
"Ih, tapi wajar sih berat kan kamu lagi gendong 2 orang hihi" seru ku.
"Yee, si dede masih kecil kali, belum berat" protes yugo.
"Ih jadi maksudnya aku nih yang gendut, ya udah turunin deh" ujar ku.
"Ya elah, gitu ajja udah ngambek, gak kok sayang ,aman ajja" seru yugo.
Yugo benar benar menggendong ku sepanjang jalan. Berat ku saat ini 55 kg, biasa nya sebelum hamil 46/47 ,ini ajja naik nya udah drastis banget.
Nyaman nya berada di dekat yugo.
......🌺🌺🌺......
Karena kampus di libur kan sementara aku minta di ajak jalan jalan sama yugo.
"Mau kemana sayang?" Tanya yugo.
"Kemana ajja deh yang penting sama kamu" balas ku.
Kami ke supermarket karena bahan bahan makanan udah mulai menipis. Dan bibi yang menjaga juga sudah berhenti kerja. Jadi nya mulai sekarang aku belajar masak. Syukur nya yugo pandai masak jadi dua bisa mengajarkan ku memasak.
"Eh aku mau beli buah itu, bentar yah" ucap ku. Yugo mendorong troli melihat lihat snack.
Tidak sengaja aku menjatuhkan buah yang akan ku masuk kan ke dalam kantong plastik.
Seseorang membantu ku memungut buah itu.
"Sayang, udah belum?" panggil yugo dari belakang ku.
Aku menoleh ke Belakang. Yugo ada 2.
James tersenyum sinis melihat yugo.
"Wah, seperti nya kita ditakdirkan untuk selalu bertemu." seru james.
Ohh jadi ini saudara kembar Yugo. Ya ampun sama banget. Rambut doang, yugo lebih pendek sedikit.
Yugo mendekati ku dan menyuruh ku untuk mundur dan menjauh dari james. Sekarang Yugo berdiri di depan ku. Ia menghadap james.
"Aku udah gak ada urusan sama kamu, bukan kah sebaiknya kita tidak saling menyapa lagi" balas yugo.
"Haha, ya ya ya, kau benar sekali, hmm itu siapa?" tanya james.
"Kenapa nanya nanya, dia istri ku" jawab yugo.
"Wah sudah menikah ternyata, hmm, lumayan lah , Cantik" balas nya.
Yugo tidak menggubris james dan menarik tangan ku untuk menjauh.
"Eh, buah nya bagaimana?" protes ku.
"Kita cari di tempat lain saja" ujar yugo. Ia tidak nyaman bertemu dengan james.
"Tapi aku pengen buah yang ada di sini, harus di sini" seru ku. Seperti nya aku ngidam.
__ADS_1
Dengan kesal yugo menemani ku lagi memilih buah.
James masih di sana.
Setelah itu kami ke kasir untuk transaksi.
Baru saja ingin membayar james lalu menyodorkan kartu atm nya untuk membayar kan belanjaan kami.
Yugo pun marah, ia tersinggung.
Yugo merebut atm itu dan melemparkan nya. Membuat tontonan di kasir supermarket tempat kami belanja.
"Gak usah sok baik!" pekik yugo dan menyodorkan uang cas ke kasir.
James tertawa.
Aku dan yugo berjalan cepat ke luar.
Tak di sangka james mengikuti kami.
"Hey, ada yang jatuh nih!" seru james sembari menunjukkan menunjukkan kunci mobil yugo.
Dengan kesal yugo terpaksa mendekati nya untuk mengambil kunci mobil itu.
James mempermainkan yugo dengan melempar kunci itu ke tanah sebelum yugo mengambil dari tangan nya.
Ku letakkan belanjaan kami di samping mobil dan mendekati james.
Tak sadar ku tampar james.
"Bener bener yah, kamu memang brengsek, keterlaluan!" pekik ku.
Yugo menunduk ke lantai untuk mengambil kunci nya.
"Berani beraninya kau menampar ku!!! kau tidak tau aku siapa?!" bentak james ingin membalas tamparan ku tapi yugo langsung melindungi ku. Ia mencengkram keras tangan james.
"Jangan sentuh istri ku dengan tangan kotor mu itu, berani menyentuh nya berarti cari kau mati!!" bentak yugo.
"Hahaha, kau mengancam ku?!" tawa james.
"Aku tidak bercanda, kau bisa hancurkan seluruh harta ku tapi tidak dengan istri ku. Aku tidak akan membiarkan mu menyentuh nya??!" ancam yugo.
"Hmm menarik!" jawab james.
Yugo berbalik membuka kunci mobil. Yugo menyuruh ku masuk duluan, ia lalu mengangkat belanjaan kami menaruh nya di belakang.
Dari kejauhan james tersenyum licik.
"Sebaik nya kamu hindari orang itu, dia memang sangat meresahkan" seru yugo.
"Iya iya, tapi kalian mirip banget, aku sampai hampir salah orang tadi" jawab ku.
"Ya beda lah sayang, aku kan mencintai mu " seru yugo.
"Idih, maksud nya fisik nya sayang bukan hati nya" jawab ku.
"Haha iya deh iyaa, kita mau kemana? langsung pulang atau ada lagi yang mau di singgah" tanya yugo.
"Hmm aku mau liat liat rumah baru kita, kan tidak lama lagi kita pindah. Jadi aku bisa liat apa apa saja perabotan yang di butuhkan" jawab ku.
"Ok bos ku, eh tapi kita ke dokter kandungan dulu yah, cek kehamilan mu sayang, biar jelas udah berapa bulan dan kita lihat perkembangan nya" seru yugo bersemangat.
__ADS_1
"Baik lah, aku sampai lupa loh mau cek kandungan, makasih yah sayang" jawab ku.