
Yugo fokus mengendarai mobil. Sesekali aku melirik ke arah nya.
"Baru sadar yah?" seru yugo.
Aku mengerutkan kening ku.
"Maksud nya? baru sadar apa?" tanya ku.
"Baru sadar kalau aku tampan" ucap nya percaya diri.
"Ah biasa saja" jawab ku.
"Heleh biasa saja tapi ngeliatin terus. Cieh, gengsi banget sih. Padahal kan kalau kamu mengakui ketampanan ku tidak merugikan mu juga, hahaha" celetuk nya.
"Ya ampun ge er banget sih" jawab ku.
Tidak terasa kami telah sampai di villa.
Yugo berlari ke arah pintu mobil di sebelah ku dan membuka kan pintu.
"Ih lebay, aku kan bisa sendiri" protes ku.
"Gpp lah, ih dasar gak tau di sayang" balas nya.
"Hm ya deh, makasih ya mas" jawab ku akhir nya.
"Sama sama sayang" jawab nya sambil tersenyum lebar, memamerkan gigi nya.
Kami pun masuk ke dalam villa.
Yugo balik lagi ke ke mobil , seperti nya ada sesuatu yang tertinggal di dalam mobil.
Aku berganti pakaian dengan pakaian rumahan.
Beberapa saat kemudian yugo datang lagi membawa belanjaan, ada beberapa tas karton yang lumayan besar.
"Ini buat kamu, di pakai yah" seru yugo tiba tiba.
"Apa ini?" tanya ku.
"Di buka deh biar tau" jawab nya.
Aku pun duduk di sofa dan membuat nya.
Ada hijab berbagai warna, gamis, Kemeja lengan panjang, atasan lengan panjang. Celana kulot, rok.
Aku menatap wajah yugo.
Yugo duduk di samping ku.
"Aku ingin kamu pakai hijab jika keluar rumah mulai saat ini, tutup lah aurat mu. Itu wajib bagi semua muslimah yang udah balig" Tegas yugo.
"Tapi.....
__ADS_1
"Belum siap? tidak ada kata belum siap, berhijab lah walau terpaksa, kelak akan terbiasa, aku gak mau kamu pakai dress seksi lagi,tidak ada lagi celana jeans ketat dan semua pakaian kurang bahan mu itu, aku sayang sama kamu lidya wijaya" tegas yugo.
Aku menatap mata nya. Sungguh ini kali pertama aku merasa kehangatan yang berbeda. Laki laki di hadapan ku ini. Yang biasa nya menyebalkan dan masih menyebalkan tapi punya kepribadian yang lain di luar ekspektasi ku selama ini.
Sungguh aku ingin sekali memeluk nya tapi gengsi ku terlalu besar untuk itu.
"Baik lah, aku akan memakai nya, makasih yah" hanya itu kata yang terucap dari bibir ku. Aku bingung harus jawab apa.
"Beneran? serius?" pekik nya kegirangan.
Aku mengangguk.
"Alhamdulillah, aku pikir kamu akan menolak" seru yugo senang.
Aku pun mulai mencoba nya di depan cermin.
"Masya Allah cantik banget istri ku" ucap Yugo saat aku mencoba memakai nya.
Aku menatap ke arah cermin, cantik, ada kedamaian tersendiri setelah memakai nya.
Tiba tiba yugo mengecup pipi ku.
"Eh" seru ku kaget.
"Abis nya kamu gemesin sih" ujar yugo.
"Kamu gak malu punya istri yang cantik nya palsu, tidak alami, pernah operasi plastik, aku tidak bersyukur dengan pemberian Allah, aku merubah bentuk yang telah Allah kasih ke aku, apa Aku pantas untuk di ampuni" tanya ku.
Yugo menggeleng.
Aku menunduk.
"Aku tau kamu orang nya keras kepala, terlahir seperti itu oleh keadaan, tapi berubah lah pelan pelan, turunkan ego mu, lembut kan cara mu berbicara apa lagi pada orang tua dan dengan aku, suami mu, pasti bisa pelan pelan saja, kamu kasar sama aku itu berdosa loh, kamu gak mau kan nabung dosa karena terus menentang ku?" nasehat yugo.
"Maafkan aku yah" jawab ku. Aku memang kasar sama Yugo selama ini.
"Iya, gpp kok" yugo lalu memeluk ku.
Awal nya aku tidak membalas pelukan itu tapi lama kelamaan aku membalas memeluk nya.
Aku terharu dengar semua petuah dari nya.
Yugo memang dewasa.
Yugo mengelus rambut panjang ku.
Nyaman sekali bau tubuh nya. Baru kali ini aku merasakan pelukan hangat dari nya.
Dari sekian banyak sikap penolakan dan kasar ku dia bersabar menghadapi nya hingga tidak terasa usia pernikahan kami ini sudah 3 bulan.
Sabar nya dia mampu meluluhkan ku.
Yugo mengecup kening ku lalu pipi dan bibir ku. Aku tidak lagi berontak. Ku pejamkan mata ku dan menerima nya.
__ADS_1
.......🌺🌺🌺.......
Menjelang malam.
Setelah makan malam dan sholat isya kami nonton tv di ruang tengah sambil ngeteh hangat, saat ini hujan turun lagi dengan deras nya. Seperti nya sedang musim hujan.
Yugo memegang tangan ku.
"Sayang? ibadah bareng yuk" bisik nya.
Aku berpura pura tidak mengerti.
"Kan sudah sholat isya" jawab ku.
"Bukan itu, anu, itu loh ........ " bisik nya.
Sungguh aku geli mendengar nya.
Ia sedikit menarik tangan ku untuk mengikuti nya.
Aku pun menurut ikut masuk ke dalam kamar.
Suasana kamar berbeda, aku merasa manjadi pengantin baru Kembali.
Kamar penuh bunga. Dan wangi. Sejak kapan dia menghias nya?
Yugo menutup pintu kamar kami. Suara hujan di luar sana menambah suasana romantis saat ini. Wajah ku merona karena malu dan gugup. Apa aku bisa melakukan nya?
Yugo menyuruh ku untuk duduk di hadapan nya dan dia membaca doa, dia mengajari ku untuk membaca doa nya juga. Doa sebelum berhubungan suami istri. Sebenarnya aku sangat gugup dan takut tapi yugo menenangkan ku.
Setelah itu kami pun melakukan nya.
Ruang tengah televisi masih menyala, bibi lalu membersihkan meja ruang tengah, mematikan televisi dan lampu yang masih menyala.
Karena malam semakin larut bibi pun ke kamar nya untuk tidur.
Sementara kami sedang menikmati malam pertama kami yang baru kami lakukan setelah kurang lebih 3 bulan pernikahan.
.......🌺🌺🌺.......
Sebelum subuh kami terbangun dan langsung mandi.
Yugo pamit ke masjid.
Selesai sholat aku membereskan tempat tidur kami. Ada sedikit bercak darah perawan ku di sprei.
Ketika aku hendak mengganti nya yugo sudah pulang dari masjid dan langsung memeluk ku.
"Makasih ya sayang yang semalam, terima kasih sudah menjaga kehormatan mu itu. Aku bahagia sekali mendapatkan nya, aku juga pertama kali melakukan nya" bisik yugo membuat ku senang juga mendengar nya.
"Iya iya, aku aku mau ganti sprei dulu" seru ku karena yugo terus memeluk ku sehingga aku tidak bisa melanjutkan pekerjaan ku membersihkan tempat tidur.
"Nanti saja di ganti nya, aku masih mau mengulang yang semalam" bisik yugo genit.
__ADS_1
Padahal bukan kali pertama tapi wajah ku merona lagi, masih malu malu.
Aku menurut sekarang karena aku sudah mulai menyukai nya. Menyukai Yugo, suami ku.