Jangan Panggil Aku Gendut

Jangan Panggil Aku Gendut
Pindah lagi.


__ADS_3

Aku gak ngerti kenapa episode "rumah mertua" bisa hilang tiba tiba, maaf ya ada sistem eror. yang terlambat baca mungkin bingung dan jadi gak nyambung cerita nya, semoga pihak noveltoon bisa segera memperbaiki ini.


Inti nya aku jadi bingung mau up, takut hilang lagi episode yang lain nya. πŸ˜©πŸ˜«πŸ˜–πŸ˜”


Tolong.


Author.


......🌺🌺🌺......


Selesai makan malam di luar aku dan yugo sempatin untuk keliling kota. Sekarang yugo yang menyetir.


Ku tatap pemandangan di luar jendela mobil. Malam ini cerah.


"Kita pulang yah, besok kita pindah ke villa, Gak lama kok, masalah jauh nanti aku janji akan antar jemput, kalo berat bawa mobil sendiri, aku juga akan pekerja kan supir jika perlu."seru yugo.


"Terserah" jawab ku singkat.


Sesampai nya di rumah. Aku langsung ke kamar yugo, orang tua mereka belum pulang. Setelah menikah aku merasa kehilangan teman dan saudara ku sekaligus. Bagaimana tidak, mereka menghindari ku. Apa salah ku? pernikahan ini juga bukan keinginan ku.


"Lidya" sapa yugo membuyarkan lamunanku.


"Ada apa lagi" balas ku.


"Kamu gak tidur" tanya nya.


Aku menggeleng.

__ADS_1


"Sudah jam 12 loh" seru yugo yang sedari tadi sudah menguap karena ngantuk.


"Tidur lah duluan, masih banyak ritual ku sebelum tidur yang belum ku lakukan" jawab ku.


"Ya udah aku tunggu in yah" seru nya.


"Gak usah" jawab ku Sembari berlari ke kamar mandi. Mencuci muka dan skincare an rutin sebelum tidur.


Ku lihat yugo sudah tertidur pulas. Ah syukur lah.


Aku pun menyusul nya tidur.


......🌺🌺🌺......


Keesokan hari nya aku dan yugo berkemas untuk pindah lagi.


"Mau pindah ke villa mah untuk sementara, sekalian juga jaga dan mengawasi kebun teh di sana" jawab Yugo.


Keluarga yugo punya perusahaan teh terbesar di kota ini. Mereka punya kebun dan pabrik sendiri untuk mengolah teh nya menjadi minuman botol, teh celup dan lain lain. Ada ribuan karyawan yang bekerja di sana. Aku juga baru tau teh favorit yang sering aku minum adalah produksi teh keluarga nya yugo.


Warisan turun temurun dari kakek nya yugo.


Yugo sering membantu papah nya mengawasi kebun dan pabrik teh mereka. Bahkan saat kuliah Yugo masih sempat untuk membantu papah nya.


Berbeda dengan dimas yang punya cita cita sendiri. Dimas masih terlalu dini untuk membantu perusahaan papa mereka. Dimas memang tidak berniat sama sekali untuk terjun ke perusahaan yang telah membesarkan nama keluarga mereka.


Om eric tau tentang mama dan aku sejak dulu, hanya saja papa dan om eric baru terpikir kan untuk menjodohkan kami. Om eric lebih tua dari papa.

__ADS_1


Sementara perusahaan papa di bidang properti. Ia juga hanya meneruskan opa. Karena opa memilih pensiun dan menikmati hari tua di kota kelahiran nya di ibu kota Jakarta.


"Kasihan Lidya kamu bawa kesana kemari padahal kalian bisa tinggal di sini" protes mama pada yugo.


"Dimas mah, masalah nya ada di anak itu, dia tidak suka kami tinggal di sini, aku gak mau buat lidya gak nyaman" jawab Yugo.


"Sejak kapan kamu kalah dengan adik kamu itu, mungkin dia hanya cari perhatian seperti biasa nya" jawab mama mertua ku.


"Ini masalah hati ma, yugo ngerti kenapa dia bersikap seperti itu" seru yugo.


"Ya sudah, kalau begitu, jaga diri baik baik yah, jaga lidya juga, kapan pun kalian butuh sesuatu hubungi mama atau papa" jawab mama akhir nya.


Aku tersenyum ringan. Dimas keluar dari kamar nya dan langsung menarik tangan ku menjauh dari Yugo dan mama.


"Ada apa lagi sih dim?!" bentak ku.


"Kamu serius mau pergi?" tanya nya.


Aku menatap dimas heran.


"Maksud mu? bukan kah kamu yang mengusir ku dari sini?" balas ku.


"Ya ampun aku cuma emosi , maaf yah, jangan pergi" ujar dimas.


Aku menggeleng kan kepala ku tidak menjawab dimas dan pergi kembali ke tempat yugo dan mama.


"Ayo kita pergi" ajak ku. Aku dan yugo lalu pamit, bersalaman dengan mama dan mencium tangan beliau.

__ADS_1


Aku tidak menoleh sedikit pun ke arah dimas dan berlalu pergi bersama yugo keluar rumah.


__ADS_2