Jangan Panggil Aku Gendut

Jangan Panggil Aku Gendut
Kabar


__ADS_3

Sumiati dan devan tetap berteman meski sekarang sudah jarang bertemu Devan sekarang menjadi guru biologi. Mereka sibuk masing masing tapi masih tetap bisa bertemu sekedar makan bersama di luar sekali Seminggu.


Putra baru wisuda setahun setelah aku lulus kuliah dan wisuda. Karena sempat sakit jadi menganggur 1 tahun, Ia tidak jadi kuliah kedokterannya. Ia beralih menjadi guru matematika.


Dan sekarang ia sudah bekerja sebagai guru di salah satu SMA swasta di kota ini.


Dimas juga sudah menjadi dokter sekarang dan bekerja di salah satu rumah sakit swasta.


Kabar adit sekarang paling tak di sangka sangka, ia menjadi polisi sekarang.


Maharani Jadi staff di salah satu perusahaan milik om rado.


Sedangkan Roni jadi manager di sana, perusahaan om rado. Jadi Maharani dan Roni jadi lebih sering bertemu.


Ku dengar mereka akan segera menikah.


Bimo. Sahabat lama ku. Aku kurang tau sih kabar nya. Tapi sepertinya dia bekerja di kantor pemerintahan.


Waktu terus berlalu, seperti nya masa remaja kami yang dahulu telah lama pergi.


Sekarang kami sudah dewasa dan melewati banyak hal.


Belum terungkap siapa dulu yang mendonorkan sum sum darah untuk putra saat itu, padahal sudah sekian tahun berlalu. Sudah sekitar lebih 5 tahun yang lalu.


Aku tertarik untuk mengetahui orang itu siapa. Dan mulai mencari tau melalui sumber sumber yang ku percaya. Tidak ada kata terlambat untuk mengetahui informasi.


Aku juga mulai bekerja sebagai pengacara dan menjadi ibu rumah tangga sekaligus.


Sebenarnya aku sudah mengetahui siapa orang nya, cuma aku hanya ingin memastikan lagi ke orang nya langsung meski dia tidak akan pernah mau mengakui nya.


Aku mendatangi rumah orang itu, tidak asing bagi ku.


"Assalamualaikum" ucap ku sembari mengetuk pintu.


Seorang wanita membuka kan pintu.


"Walaikumsalam, eh lidya, silahkan masuk" jawab nya.


Aku pun masuk dalam rumah kontrakan yang sederhana itu.

__ADS_1


Wanita itu membuat kan aku minum dan kami duduk di ruang tamu.


"Ada apa lid, jauh jauh kemari? sendirian lagi" tanya nya.


"Dinda, aku sudah tau semua nya, kamu kan yang mendonorkan sumsum untuk putra saat ia sakit dulu" tanya ku tanpa basa basi.


Dinda diam.


"Maksudnya?" dinda berusaha untuk tidak tau apa apa


"Kamu gak usah menyangkal. Akhirnya sudah tau kok" jawab ku.


"Tapi....


"Makasi banyak yah dinda. Aku gak tau lagi harus membalas nya dengan apa" ucap ku.


"Sst, gak lid, gak perlu, aku ikhlas membantu, tolong jangan beri tahu putra soal ini, aku gak mau dia tau, aku tidak meminta balasan apa pun, kalian sudah sangat baik sama aku dulu, ini tidak sebanding dengan kebaikan kalian, tolong jangan di bahas lagi" seru dinda panik.


Aku menggeleng dan tersenyum.


"Putra sangat ingin bertemu dengan mu, orang yang sudah menyelamatkan hidup nya" seru ku.


"Iya aku tau" jawab ku.


Dinda terlihat tidak enak karena rahasia nya mendonorkan itu terungkap.


"Maaf ya din, aku malah mencari tau, padahal kamu mau merahasiakan nya" ucap ku.


"Gpp kok, aku yang jadi tidak enak" jawab dinda.


"Apa kamu ingin bertemu putra?" tanya ku.


"Eh, gak, makasi, dia sehat sudah lebih dari cukup buat aku" jawab nya.


"Baik lah, hanya itu yang ingin ku tanyakan, makasi suguhan nya, dan maaf datang mendadak, aku pulang dulu yah" seru ku sembari pamit.


......๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ......


Kabar james, aku tidak tau ada masalah apa dia dengan feby ,ku dengar mereka telah berpisah. Bercerai. Dan feby sudah pergi entah kemana.

__ADS_1


Sementara james kabar terakhir yang aku dengar ia sedang sakit sekarang. Aku juga kurang tau dia sakit apa. Inti nya aku sudah berusaha untuk meredam rasa sakit dan benci ku karena nya. Sungguh dia keterlaluan tapi sudah lah, semua sudah berlalu, aku serahkan saja pada sang pencipta.


Allah Subhanahu Wata'ala sungguh telah mengancam orang-orang zalim dengan mendahulukan hukuman mereka di dunia sebelum kembali ke akhirat, karena hinanya kezaliman, dan banyaknya efek buruk bagi masyarakat.


orang yang terzalimi dikabulkan oleh Allah, termasuk jika orang yang terzalimi mendoakan keburukan bagi yang menzaliminya. Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:


ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ู ุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุธู’ู„ููˆู…ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุญูุฌูŽุงุจูŒ


โ€œDan berhati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah.โ€ (HR. Bukhari no.1496, Muslim no.19).


Aku mungkin tidak punya kekuatan untuk menghadapi kedzaliman orang sekitar kepada ku tapi aku yakin Allah maha mengetahui dan aku tidak perlu repot-repot membalas siapapun yang menyakiti aku, aku percaya setiap perbuatan ada balasan nya yang setimpal.


Aku juga tidak pernah berhenti berdoa semoga papa mendapatkan hidayah.


"Sayang? kok di luar sih, gak dingin, masuk yuk, bobo, udah larut malam nih, si kembar juga udah tidur dari tadi" ajak yugo.


Aku berhenti melamun dan ikut bersama nya ke kamar.


......๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ......


"Mas ,kok belum tidur" seru mama mona kepada suami nya yang masih terjaga jam 1 dini hari.


Pak rudi sedang duduk sambil minum kopi hangat di ruang tengah.


"Gak bisa tidur" jawab pak rudi.


Mama mona duduk di samping beliau.


"Ada apa mas, apa ada masalah, cerita lah?" tanya mama.


"Entah lah, tiba tiba saja aku rindu anak ku, dia sudah melahirkan tanpa ada aku mendampingi nya, cucu ku telah lahir tapi sampai saat ini aku belum bisa menggendong nya" seru pak rudi.


"Sebaiknya memang kamu berdamai dengan nya mas, aku tau semua butuh proses tapi apa proses ini tidak terlalu lama? kamu sudah terlalu lama tidak menganggap anak mu, sebenarnya kamu keterlaluan mas" jawab mama mona hati hati. Ia pun takut pak rudi akan marah mendengar pendapat nya.


Pak rudi diam. Harus dari mana ia memulai untuk menyapa anak satu satu darah daging nya yang telah ia campakkan itu.


"Aku bingung, harus bagaimana" seru pak rudi.


"Yakin, semua akan baik baik saja, aku yakin lidya juga pasti memaafkan mu mas, lidya anak baik, ia pasti sangat ingin bertemu dengan mu tapi kamu yang menutupi diri lantaran karena kamu menganggap yugo tidak mampu membahagiakan nya, tapi lihat lah sekarang, dia lebih dari bahagia memiliki yugo. Kita sebagai orang tua harus nya mensuport anak ,apa lagi saat ia terkena musibah itu, bukan malah meninggalkan nya" nasehat mama mona. Ia mulai berani angkat bicara.

__ADS_1


Mama mona dengan lembut dan penuh kehangatan mengelus pundak pak rudi dan menggenggam tangan suami nya.


__ADS_2