
Welcome to Ramadhan 1442 Hijriah.
Selamat menunaikan ibadah puasa saudara saudari muslim ku di seluruh dunia, 🙏 Semangat yah puasa nya. Semoga senantiasa di beri kesehatan dan segala ibadah kita di terima Allah subhanahu wata'ala Aamiin 🤲
Salam hangat dari Author.
Lanjut.
Sesampai nya di sekolah, aku menatap sekeliling. Semoga semua baik baik saja.
Seseorang menepuk pundak ku, sontak aku terkejut.
"Hey, kok berdiam di sini, ayo masuk" ajak nya.
"Ehh iya" jawab ku singkat.
Aku dan Adit pun jalan bersama ke dalam kelas.
"Yaelah, sama sama Mulu, udah kek orang pacaran ajja" seru Dimas saat melihat aku dan Adit masuk kelas bareng, ia mengejek aku dan Adit.
Aku diam saja tidak menanggapi.
"Pepet teroos" seru yang lain gak kalah heboh nya.
Adit tersenyum ringan lalu menyuruh mereka diam. Aku pun menuju ke bangku ku yang berada di dekat jendela.
Ah, aku lega, setidak nya kelas ini tidak hening seperti dalam mimpi ku.
"Ciee" seru Sumiati teman sekelas yang duduk di belakang ku.
"Apaan sih sum" balas ku.
Aku mengalihkan pandangan ku ke arah luar jendela, angin berhembus masuk melalui celah jendela, langit masih mendung.
Aku menutup mata menikmati hembusan angin di balik jendela itu, karena aku duduk tepat di dinding dekat jendela. Aku merasa beruntung bisa duduk di bangku ini.
"Lagi ngapain?" seru Adit. Adit duduk tepat di depan ku.
"Meditasi" jawab ku ngasal.
"Haha, ada ada saja, udah kerjakan PR biologi belum?" tanya nya, sontak aku terkejut bukan main. Astaga, aku lupa kerjakan PR biologi. Mana guru nya galak lagi. Mampus.
Aku buru buru mengeluarkan buku ku, ku lirik jam dinding, 10 menit lagi guru akan masuk.
Melihat ku kalang kabut seperti orang yang akan ketinggalan pesawat. Adit menawarkan buku nya pada ku.
"Ini, cepat, waktu kamu gak banyak" seru Adit.
Aku tidak punya pilihan selain mencontek pr milik Adit.
*Kalang kabut\= Tergesa-gesa
Tangan ku bergetar saking paniknya. Tulisan ku jadi tidak karuan.
__ADS_1
Seseorang mengganggu ku saat mengerjakan pr di kelas. Ia penasaran dengan apa yang aku tulis.
"Widih, cantik cantik nyontek, hahaha" seru Dimas nyaring sambil merebut buku dari Adit.
Sontak seluruh kelas menatap ku.
Aku berusaha mengambil buku itu dari Dimas. Tapi ia justru menjauh dari ku, aku terpaksa mengejar nya. Melihat ku kesusahan karena Dimas, Adit pun membentak Dimas.
"Kembalikan buku itu" teriak Adit ke Dimas menggema ke seisi kelas.
"Sejak kapan ketua kelas kita yang terhormat ini memberi contekan ke orang lain?" pekik Dimas.
Adit terdiam.
"Mentang mentang anak baru ini cantik, ada pengecualian ternyata, hahaha" tawa Dimas.
Aku sudah tidak berdaya lagi untuk merebut buku itu.
Tidak ku sangka Adit akan menonjok Dimas.
Dimas tersungkur ke ujung kelas. Kelas jadi ramai.
"Anjing!!!" umpat Dimas. Mereka pun berkelahi tepat di depan ku.
Aku bingung harus bagaimana.
Aku berusaha menahan adit untuk menghentikan aksi nya.
"Sudah dit, cukup" seru ku lirih sambil menahan lengan adit. Tidak ada yang berani maju untuk melerai mereka.
Kepala ku terbentur kaki meja, membuat darah sedikit mengalir di kening ku.
Sumiati yang panik lalu membawa ku keluar kelas menuju UKS. Adit menatap ku merasa bersalah. Tapi Dimas terus menyerang nya.
Maisaroh sigap melapor ke guru, guru pun datang membawa penggaris kayu besar.
Dimas dan Adit di bawa keruang guru.
Mereka berdua memar dan luka luka.
Setelah mengetahui penyebab nya, guru mengancam akan memanggil orang tua mereka ke sekolah.
Aku datang ikut ke ruang guru setelah dari UKS.
"Ini salah saya pak, tolong jangan hukum mereka, hukum saya saja" pinta ku ke pak Jono. Guru BK sekaligus wakil kepala sekolah.
Pak Jono lalu menasehati kami ber 3.
Pak Budi selaku wali kelas kami pun akhir nya datang dan membawa kami ke ruangan nya.
Pak Budi menggeleng pelan lalu menasehati kami lagi dan lagi.
"Ya sudah, lain kali jangan di ulangi atau bapak terpaksa memanggil orang tua kalian. Ayo berdamai sebelum kembali ke kelas" kata pak Budi.
__ADS_1
Kami hanya mengangguk.
Dimas berjalan duluan ke kelas, sepanjang jalan aku meminta maaf ke Adit.
"Bukan salah mu, Dimas memang suka membuat onar di kelas sebelum kamu masuk, bagaimana keadaan mu, maaf ya, pasti sakit, lain kali jika ada yang berkelahi jangan mendekati mereka, bahaya" Tegas Adit.
"Iya, tapi aku gpp kok dit, terima kasih ya" seru ku.
"Jangan bawel deh kalo dikasi tau" tegas Adit
"Iya iya, siap boss" seru ku sambil memberi hormat.
Aku menyuruh Adit ke UKS dulu sebelum ke kelas.
Penjaga UKS sedang tidak ada, aku pun membantu nya mengobati luka pada bibir dan sekitar mata nya.
"Lain kali dikit dikit jangan pakai kekerasan, begini deh jadi nya" ujar ku.
"Aduh duh, perih" pekik Adit saat aku memberi obat merah ke luka nya.
"Kamu cantik sih" ujar adit tiba tiba.
Entah kenapa aku tidak suka dengan pujian itu, aku takut, jika ada yang mengetahui masa lalu ku yang jelek.
"Kamu memang beda yah, di mana mana cewe itu biasa nya suka di puji cantik, kelihatan nya kamu malah sebalik nya?" ujar Adit sambil memperhatikan ekspresi wajah ku yang tidak suka dengar pujian nya
"Eh, semua wanita itu cantik kan", kata ku sambil tersenyum tipis.
Adit memegang kening ku yang di tempel plester luka.
"Maaf yah" seru Adit.
Kami saling bertatapan. Aku jadi salah tingkah.
"Udah deh drama nya, yuk kembali ke kelas" ajak ku.
Baru selangkah sampai di depan pintu, Dimas muncul, ia hendak masuk ke dalam UKS. Ia melihat ku lalu menarik ku kembali ke dalam UKS.
"Eh, ada apa dim?" tanya ku bingung.
Adit pun ikut kembali ke uks saat melihat ku di bawa Dimas ke dalam UKS.
"Urusan kita sudah selesai dit, kamu bisa kembali ke kelas, aku cuma mau minta sedikit bantuan ke lili kok, aman bro" seru nya ke Adit.
Dengan berat hati Adit pun kembali ke kelas.
Aku menatap punggung Adit yang semakin menjauh.
"Sampai kapan kau akan memegang tangan ku" seru ku sambil menyentak kuat tangan ku agar pegangan nya terlepas.
"Oh, maaf, tolong dong ambilkan obat p3k, dan sekalian obati aku juga" seru nya.
Aku sebenar nya gak mau, aku gak suka dengan Dimas, ia sudah mempermalukan aku.
__ADS_1
Tapi aku juga tidak tega melihat wajah nya babak belur begitu.