Jangan Panggil Aku Gendut

Jangan Panggil Aku Gendut
Pergi


__ADS_3

Semoga reader semua sehat selalu dan bahagia.


Salam hangat,


Author yang selalu lambat up hehe.


......🌺🌺🌺......


Aku menitikkan air mata.


Sungguh perkataan papa kali ini membuat ku sangat sedih.


Aku akan di anggap orang asing lagi sebagai dahulu.


Tapi putra menguatkan aku. Bahwa sekarang surga ku ada pada suami ku. Aku akan memilih tinggal bersama yugo dari pada papa.


"Maafkan aku pah jika sikap dan kelakuan ku menyusahkan mu, aku pamit, Assalamualaikum" jawab ku akhirnya.


Segera aku naik ke kamar ku dan mengambil ransel dan berkas kuliah ku.


Papa pergi dan tidak menjawab ku sama sekali.


Putra mengantar ku ke luar rumah ,ia pun mengantarkan aku pulang ke rumah yugo. Seperti nya sudah lama sekali aku tidak melihat suami ku.


Aku sangat merindukan nya.


Ku pandangi rumah megah tempat aku di besarkan, aku menangis. Mobil dan semua harta yang papa berikan tidak aku bawa lagi, aku tinggal kan semua nya di rumah itu.


Hati ku sakit bagai di tikam sembilu.


Aku kehilanganmu papa dan semua kenangan di rumah itu.


"Ayo masuk, jangan sedih, mungkin papa hanya sesaat saja marah nya" seru putra.


Aku mengangguk dan masuk ke dalam mobil yang sudah di buka kan pintu nya sama putra. Putra mempersilahkan aku masuk.


Setelah itu ia pun duduk di samping ku membawa mobil itu.


Ku lap air mata ku dengan tangan.


"Sabar yah, kamu wanita kuat, aku tau itu" ujar putra.


"Apa aku anak durhaka?" tanya ku pada putra.


Putra menggeleng.


"Tidak kok, kamu juga masih dengan sopan dan dengan bahasa yang baik menolak permintaan papa kamu. Kamu itu sekarang tanggungan suami mu, durhaka jika kamu melawan suami kamu, apa lagi jika dia tidak ridho dengan kelakuan mu, hidup mu tidak akan berkah dunia dan akhirat" jelas putra.


Aku mengangguk.


"Aku banyak salah dengan nya, tapi ia tetap sabar menghadapi aku" jawab ku.

__ADS_1


Putra tersenyum.


"Ya udah, mulai detik ini jadi lah wanita Solehah yang nurut sama suami, minta maaf jika kamu ada salah dengan nya, dampingi dia susah dan senang, semoga kalian berdua bersama kelak sampai ke Jannah nya Allah. Aamiin" ucap putra.


Aku tersenyum.


"Aamiin" jawab ku singkat.


Sepanjang jalan aku terus bertanya kepada putra.


"Apa aku tidak berhak untuk bahagia?" tanya ku.


"Hust, gak boleh ngomong begitu. Semua orang berhak untuk bahagia, bagaimana pun keadaan nya kita bersyukur lah, dunia memang tempat untuk berlelah-lelah. Ada masa nya juga nanti kita istirahat dari semua hal di dunia ini. Ketika kita di panggil Allah untuk pulang. Banyak bersyukur dan bersabar, Sesungguhnya Allah bersama orang orang yang sabar" jelas putra.


Aku menangis lagi, terlalu banyak nikmat yang Allah kasi ke aku namun aku gak bersyukur dan masih mengeluh. Hamba seperti apa aku ini.


"Udah, gak usah sedih, Allah punya segala nya. Minta sama Allah ketenangan jiwa, kebahagiaan dan segala kebaikan, semoga nanti kamu bisa lekas hamil lagi, Aamiin" ucap putra.


Aku pun dengan semangat meng Aamiin kan ucapan dari putra.


"Nah gitu dong, semangat" seru nya.


Tidak terasa, kami telah sampai di depan rumah, tapi tidak ada yugo. Pintu terkunci dan aku menghilang kan duplikat nya.


"Duh jadi gimana dong" seru ku.


"Kita jalan keliling ajja yuk sekalian nyari Yugo" ajak putra.


Aku pun meng iya kan saja.


"Mau kemana dulu?" tanya putra.


"Apa mungkin yugo pulang ke rumah mertua ku yah?" tanya ku.


"Bisa jadi sih" jawab putra.


"Ya udah kita kesana ajja dulu, ke rumah mertua ku, rumah dimas" seru ku.


"Oh iya iya ,ok" jawab nya.


.......🌺🌺🌺.......


Sesampai nya di sana tidak ada tanda tanda kehidupan. Hening. Tidak ada mobil di pekarangan rumah. Di depan pagar tertulis rumah di jual hubungi 08xxxx


Aku menatap lesu.


"Mereka pindah kemana?" seru ku.


"Telepon saja Yugo di mana" jawab putra.


"Baik lah" aku pun segera mengambil ponsel ku dan menghubungi yugo tapi dia ganti nomer seperti permintaan papa, dia tidak mengijinkan Yugo bertemu dan menghubungi ku.

__ADS_1


"Kenapa? gak jadi di telepon?" tanya putra.


"Nomer nya tidak aktif, seperti nya ganti nomer" jawab ku lesu.


Perjalanan pun kami mulai lagi. Hendak kemana mencari Yugo?


Kami keliling kota menyusuri jalan. Jam makan siang kami singgah ke warung terdekat.


Aku minta temani putra membeli sesuatu di mall.


Setelah apa yang aku butuhkan dapat. Aku melirik ke arah seseorang yang sedang membersihkan lantai mall.


"Yugo?!" pekik ku.


Yugo melirik namun ia menutup wajah nya dengan topi. Padahal ia sudah memakai masker tapi aku bisa mengenali nya.


Ia memakai baju seragam cleaning servis di mall seperti yang lain.


Aku berhamburan ingin memeluk nya. Yugo justru menghindari ku.


Apa aku salah orang?


Tidak.


Putra mengejar ku.


"Yugo, sudah tidak apa apa kamu bertemu lidya, papa tidak akan melarang mu lagi" jelas putra.


Yugo pun membuka masker nya.


Aku sedih melihat penampilan yugo saat ini.


"Maafkan aku lidya, tidak bisa menjadi suami yang baik buat kamu" ucap nya.


Aku menggeleng.


"Gak, kamu suami terbaik buat aku, Aku sudah kembali untuk kamu sayang" jawab ku.


"Kamu gak malu punya suami miskin, aku sudah tidak punya apa apa sekarang" jawab yugo.


"Tidak, kita bisa mulai semua nya dari awal lagi, aku akan temani kamu dari 0 sampai sukses nanti, jadi mana kunci rumah? kunci aku hilang jadi gak bisa masuk" tanya ku.


Yugo menatap ku sedih.


"Maafkan aku sayang, rumah itu sudah aku jual, sekarang aku ngontrak di sekitar tempat kerja ku ini, aku tidak bisa membawa mu ikut padaku, aku tau kamu terbiasa hidup mewah, aku takut gak bisa membahagiakan kamu maka nya aku menurut semua kata papa kamu" jawab Yugo.


"Apa? kenapa di jual? terus mamah papah dan Dimas kemana juga, ku lihat rumah nya juga di jual" tanya ku lagi.


"Aku jual untuk mereka, aku tidak tega melihat mereka tinggal di kontrakan yang sempit, hasil jual rumah aku bagi dua dengan mereka, Sisa nya aku bagi untuk biaya kuliah nya dimas" jelas Yugo.


Aku tersenyum.

__ADS_1


"Gak masalah kok, aku ikut kemana pun kamu berada" jawab ku mantap.


"Sebentar lagi aku pulang kerja, nanti aku tunjukkan di mana rumah kontrakan kita yah, aku harus lanjut kerja nih, entar di marahi bos" jawab yugo sambil celingukan melihat sekeliling takut di lihat pengawas sedang asik ngobrol.


__ADS_2