
"Berani loe yah lawan gue. Gue di sini senior, yang sopan loe sama gue! Sini lo??" bentak Sarah sembari menarik tangan ku keras dan akan melakukan kekerasan pada wajah ku.
Aku menepis tangan nya dan segera membalik kan posisi, sekarang dia berada di posisi yang tidak menguntungkan untuk nya. Separuh tubuh Sarah terhempas ke lantai , sebagian lagi tersandar di depan meja kasir.
Aksi bela diri ini menjadi tontonan pengunjung. Syukur tidak banyak pengunjung ,hanya 3 orang saja, ada yang sedang duduk ngopi di sudut ruangan dan yang lain sepasang kekasih tengah duduk santai ngobrol sambil ngopi.
Tatapan mereka pun beralih menatap kami.
Ku arahkan kaki ku ke dada sarah. Ku angkat kembali kaki ku dan menghentikan aksi ku.
"Maaf senior, kamu salah pilih lawan" ujar ku sembari melangkah menjauh dari sarah yang terkejut melihat perlawanan dari ku.
Raka terdiam sesaat. Dia tidak menyangka aku bisa melakukan itu, mereka mengira aku gadis yang lemah dan ramah.
Sarah di bantu berdiri oleh aldi, Sarah membersihkan bekas pasir dari sepatu ku di kemeja nya.
Seorang pria yang sedang duduk di sudut ruangan bertepuk tangan.
"Pertunjukan yang menarik" seru pria itu.
"Maaf , mengganggu kenyamanan anda" ucap raka.
"Tidak kok, saya tidak terganggu, justru saya terhibur, berada nonton film aksi deh, haha" tawa pria itu.
Kami ber empat menatapnya datar.
"Eh, maaf, lanjutkan, saya mau lanjut ngopi dulu" ujar nya.
Aldi dan raka melerai ku. Menjauh kan aku dan Sarah.
Sementara Sarah masih syok dan kembali ke meja kasir.
Aku raka dan aldi mulai kerja seperti biasa.
"Aku gak nyangka kamu bisa bela diri begitu" ucap raka.
"Kenapa gak nyangka? apa aku terlihat lemah?" tanya ku.
__ADS_1
"Enggak sih, cuma kamu kelihatan feminim gitu jadi aku mengira kamu seperti gadis biasa lain nya" jawab raka tidak enak.
Aku tersenyum.
"Aku sengaja' dulu belajar bela diri karena aku sering di bully" ujar ku.
"Di bully? gadis secantik kamu di bully?" ucap raka tidak percaya.
Aku menggeleng.
"Ada hal yang tidak bisa aku ceritakan, tapi Alhamdulillah sekarang aku bisa bela diri dari orang orang yang berniat jahat pada ku.
Raka tertegun. Ia lalu bertepuk tangan.
"Keren banget sih, kagum gue" ucap raka.
"Ah B ajja" jawab ku.
"Apaan tu B?" tanya raka polos.
"B itu Biasa ajja" jawab ku.
"Ehem, ngobrol mulu, kerja kerja!" ujar aldi.
"Ya ampun rese banget nih orang, lagi sepi juga kedai ini, mau ngapain coba" jawab raka kesal.
"Haha santai dong, jangan ngegas gitu" jawab aldi.
Tidak terasa sudah jam 10 malam aku pun pamit pulang karena yugo sudah menunggu seperti biasa.
"Ya udah aku pulang duluan yah". pamit ku pada mereka. Sarah terlihat diam saja sejak kejadian itu. Dia sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Sialan" umpat Sarah.
Aku pun pulang bersama suami ku tercinta.
Seminggu kemudian aku baru ingat kalau ada tawaran untuk jadi model sebuah produk.
__ADS_1
Aku lalu menceritakan ke Yugo.
"Jadi bagaimana menurut mu?" tanya mu saat kami tengah berbaring manja di kamar.
"Hmm, coba jja, siapa tau rejeki" jawab yugo mendukung.
"Hmm baik lah, nanti aku pikirkan" seru ku.
.......🌺🌺🌺.......
Aku sampai di kampus lebih cepat dari biasa nya dan aku tidak melihat sumi dan devan.
"Tumben, Mereka kemana yah?hmm apa sedang bertengkar?" batin ku.
Aku melangkah masuk, dari koridor aku menatap ke taman, disitu sedang ada Sumiati sedang duduk sendirian.
Aku mendekati nya, ia terlihat sangat murung.
"Hey, kamu kenapa?" tanya ku khawatir, tidak biasanya Sumiati seperti ini. Apa dia kesurupan lagi?
"Ah, gpp kok sedang duduk-duduk ajja nih, sejak kapan kamu datang?" tanya sumi.
"Gak biasa nya deh kamu begini sum, biasa nya kamu selaluu ceria dan selalu bersama devan di mana pun, Devan mana?" tanya ku.
Sumiati menatap ku tajam.
"Entah" jawab nya singkat.
"Kalian bertengkar?" tanya ku hati hati.
"Gak, ngapain bertengkar, emang nya kami punya hubungan spesial" sanggah nya.
"Spesial dong, kan sahabat" jawab ku.
"Sahabat? omong kosong, bulsyiit" umpat sumi.
"Tuh kan bertengkar, duh, comel banget deh kalo lagi kesal begini"
__ADS_1
ujar ku sambil mencubit pipi Sumiati.