Jangan Panggil Aku Gendut

Jangan Panggil Aku Gendut
Rumah baru


__ADS_3

Dengan segala bukti yang ada devan berhasil menangkap pelaku yang telah membunuh kakak nya di kampus itu.


"Bagaimana ceritanya sih?" tanya sumiati.


"Giliran udah kelar gini baru nanya, kemarin kemarin kelian kemana saja? gak ada yang mau bantu aku" protes devan kesal.


"Yee. Moon maaf dah, merajuk nih yee" seru Sumiati.


"Apaan sih" jawab devan.


Sumi mencoba merayu dan menyentuh devan untuk mau bercerita.


"Jangan sentuh aku" ujar devan.


Dan aku hanya menonton drama mereka di hadapan ku.


Tiba tiba ada yang menubruk ku dari belakang.


"Aduh maaf yah, gak sengaja" ujar nya.


Syukur aku tidak jatuh.


"Pakai mata dong kalo jalan!" pekik Sumiati.


Aku menatap gadis itu. Gadis yang sangat gendut. Aku jadi teringat masa lalu ku yang bertubuh gendut.


"Udah sum, aku gpp kok" bela ku.


"Kamu jurusan apa?" tanya Sumiati.


"Aku jurusan teknik, tapi, aku baru masuk lagi karena kemarin cuti 1 semester" jawabnya.


Sumiati mengerutkan kening nya.


"Teknik?" seru sumiati sembari memperlihatkan tubuh besar gadis itu dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Lain kali hati hati yah, orang yang kamu tabrak ini sedang hamil, kalau dia kenapa kenapa kamu mau tanggung jawab?" bentak Sumiati.


"Oh, astaga, ma, maafkan aku" ucap nya.


Dia benar benar mirip dengan aku yang dulu, yang culun, yang gendut dan selalu di tindas dan di bully.


"Sudah sum, gpp kok" jawab ku sembari melindungi gadis gendut itu.


Aku lalu berbalik melihat nya.


"Nama kamu siapa?" tanya ku.


"Nama ku Maria" jawab nya


"Oh, ya sudah, gpp kok maria, kamu boleh pergi sekarang" jawab ku penuh kelembutan.


Sumiati justru memarahi ku.


"Kamu itu harus lebih hati hati, kita kan gak tau perlakuan orang disekitar mu, bisa saja mereka mencelakakan kamu" protes nya.


"Tapi kan dia gak sengaja lagian aku gak kenapa kenapa kan?" jawab ku


Sumiati menggeleng pelan.


"Ah terserah loe deh lid, pokok nya harus hati hati" seru sumi


Aku tersenyum.


"Segitu nya sih, aku ajja selow" jawab ku.

__ADS_1


"Yee gak boleh gitu, entar loe kehilangan baru nangesss" protes sumi.


"Hm, iya deh iyaaa" seru ku.


Sumiati merangkul ku masuk ke dalam kelas.


......🌺🌺🌺......


Hari kepindahan kami ke rumah baru telah tiba. Jika pun tidak di jual rencana kami memang akan tinggal di rumah baru yugo yang di kota, villa untuk sekedar untuk liburan saja.


Semua telah siap. Aku dan yugo menatap terakhir tempat itu. Tempat penuh kenangan, Semoga papa bisa membujuk pemilik nya unyuk menjual tempat ini.


Kami saling merangkul di detik terakhir di sini, kami menatap dari halaman villa. Dari luar tempat ini sudah cukup indah.


"Yuk kita pergi, maaf yah" seru yugo.


Aku mengangguk ,kami berpegangan tangan menuju parkiran. Aku membawa koper dan ransel.


Deru mobil memecah keheningan di Sore itu. Ku buka jendela mobil dan menatap ke arah pemandangan di balik kaca.


Ku keluarkan tangan ku lewat jendela kaca yang terbuka, ku rasakan angin alam menyentuh pergelangan tangan ku, perlahan lembut menyejukkan.


"Alah, gak usah alay deh, seperti di film film, pake tutup mata segala menikmati pemandangan, ih" seru yugo.


"Apaan sih, dasar kadal gurun, merusak imajinasi ku saja" protes ku.


"Apa? kadal gurun?" bantah yugo sedikit menahan tawa.


"Rese sih" seru ku sembari cemberut.


"Iya lah tuh mba kunti , maap deh, lanjut kan gih ber imajinasi nya" jawab yugo akhir nya.


Aku kembali menikmati alam tapi lagi lagi yugo mengganggu ku. Huft.


Tidak terasa kami telah sampai di rumah baru. Rasa nya lelah sekali.


Adzan Maghrib telah berkumandang sejak tadi. Kami Segera melaksanakan sholat Maghrib berjamaah berdua. Yugo kali ini tidak ke masjid karena terlambat. Kami sampai di rumah baru setelah adzan Maghrib.


Berbenah besok saja sekarang kami akan mengurus sisa persiapan syukuran rumah baru untuk besok. Kebetulan besok hari minggu dan aku libur.


"Ah lelah nya" ujar ku sembari merebahkan diri di atas spring bed baru kami.


Ku tatap langit langit kamar yang berwarna putih dan dinding yang berwarna hijau muda


"Kasian sekali bumil ini, sini mas yugo pijet" seru yugo yang membuat ku sedikit geli mendengar nya.


Ia pun mulai memijat telapak kaki ku.


Ah enak nya.


Ku pejamkan mata ku, rasa nya ngantuk sekali.


Yugo mengecup pipi ku.


Aku pun terbangun.


"Cuci kaki dulu, wudhu. Biasa nya juga skincare an dulu sebelum tidur" seru yugo.


"Uh mager nya" jawab ku.


"Mau di gendong?" tawar yugo.


Aku mengangguk.


Ku lingkarkan tangan ku di leher nya dari depan. Ia benar-benar menggendong ku masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Kami sikat gigi bersama.


Setelah itu cuci muka dengan facial wash. Setelah itu berwudhu.


Kemudian aku di gendong lagu ke depan meja rias, untuk skincare an rutin sebelum tidur.


"Mau skincare an juga?" tawar ku.


Yugo menggeleng. Kata nya cukup cuci muka saja.


"Udah belom, eh tunggu2, skincare nya aman gak buat bumil?" tanya nya.


"Ya ampun, nungguin yah. Sorry. Aman kok, skincare sultan ini mah, jangan di ragukan lagi khasiat dan keamanan nya" seru ku seolah penjual yang sedang iklan, mempromosikan suatu produk.


"Cocok tuh jadi spg, hahaha" tawa yugo.


"Haha, ada ada saja deh, tapi sepertinya seru tuh kerja jadi spg" ujar ku.


Yugo menggeleng.


"Becanda sayang, aku tidak akan membiarkan mu kerja keras" jawab nya.


"Ih so sweet....' itu kan kata kata yang kamu harap kan" seru ku.


"Gak kok, lama amat skincare doang" seru yugo tidak sabar.


"Sabar napa om" canda ku.


"Lama banget sih dek, om sudah gak tahan nih" balas yugo


"Gak tahan apa nih om, haha?" jawab ku.


"Gak tahan mau jenguk dede di dalem situ" tunjuk nya pada perut ku.


"Haha. Ih takut ahk om. Nanti dede nya kenapa kenapa gimana?" jawab ku.


Candaan kami terhenti saat aku selesai skincarean. Yugo menggendong ku lagi ke tempat tidur. Padahal jarak tempat tidur dan meja rias tidak lah jauh.


"Manja sekali adek bumil ini yah" ujar yugo.


Tangan ku masih melingkar di leher nya yugo.


Ia meletakkan ku ke atas ranjang dengan hati hati.


"Aku berat yah?" tanya ku.


Yugo menggeleng dan mengecup bibir ku.


Aku melepaskan ciuman itu.


"Nanti skincare nya luntur" protes ku.


"Pakai lagi kalau luntur" jawab yugo.


Huft....


.......🌺🌺🌺.......


Menjelang pagi.


Aku sudah mengudang keluarga dan teman-teman kuliah ku sejak kemarin, untuk datang ke acara syukuran rumah baru ku sekaligus syukuran kehamilan ku. Siapa lagi kalau bukan papa yang men sponsori acara ini hehe.


Kami juga mengundang ustadz untuk memimpin doa.


Tamu berdatangan siang itu.

__ADS_1


__ADS_2