
"Kamu kenapa senyum senyum sendiri? keliatan nya bahagia banget" seru yugo yang baru datang dari ruang tengah.
"Ada deh" Jawab ku sembari meletakkan piring di atas meja makan.
"Ih kenapa, bikin penasaran ajja" seru yugo.
"Kepo deh, udah ahk yuk makan malam dulu" ajak ku.
Aku berdendang ria sambil menyiapkan makanan. Ini pertama kali aku masak sendiri. Kemarin kemarin di bantu yugo.
"Lusa kita pindahan yah, siap siap" seru yugo.
"Siap bos ku, gimana makanan nya?" tanya ku.
Yugo pun mulai mencicipi masakan ku.
"Hm. Enak banget" seru nya.
Aku tersenyum senang. Tapi aku tidak tau dia jujur atau gak.
Aku pun mencoba nya, hm ini mah keasinan.
"Duh maaf yah, ketumpahan garam nih. Asin banget, kok di bilang enak sih" protes ku.
"Gpp sayang, asin, jadi makan lauk nya dikit ajja udah berasa" solusi dari yugo.
"Bagaimana dong, bisa tekanan darah tinggi nih" seru ku.
"Maka nya, jangan berlebihan nanti ambil lauk nya, gak bakal tekanan kok" ujar yugo.
"Hmm baik lah" seru ku.
Selepas makan malam, aku membersihkan meja makan. Hmm begini ternyata jadi bi minah. Lumayan melelahkan. Ini pertama kali aku nyentuh dapur untuk masak dam cuci piring selama 19 tahun ini semua nya di layani oleh bibi, kerjaan ku tinggal makan. Semua nya serba di layani.
Itu semua berkat papa. Dan aku selalu melawan beliau. Ya Allah, betapa tidak bersyukur nya aku ini.
"Sayang? kok melamun?" seru yugo.
Aku menatap piring di tangan ku dan meletakkan nya di pencurian piring.
Yugo lalu menggeser tubuh ku.
"Kasian sekali bumil ini banyak kerjaan, kamu duduk ajja yah, biar aku yang beresin sisa nya, maaf membuat mu harus melakukan semua ini" ujar Yugo tidak enak. Karena dia tau sendiri seperti apa aku di perlakukan di rumah ku dulu.
Dia tidak berniat membuat ku menjadi pembantu, aku yang menawarkan diri dengan senang hati belajar jadi ibu rumah tangga.
Setelah itu kami mulai packing barang. Sebenarnya sudah dari seminggu yang lalu sebagian barang-barang kami pindah kan ke rumah baru. Tinggal sedikit saja lagi.
Seperti biasa aku nempel lagi kayak perangko ke tubuh yugo. Ah bawaan hamil ini membuat gengsi ku hilang total. Kemana Yugo pergi aku ngikut.
"Sayang aku mau pipis, mau ikut juga?" tanya Yugo risih karena aku selalu mengekor di belakang nya.
__ADS_1
"Iya ikut" jawab ku.
Yugo tertawa mendengar jawaban ku.
"Astaga, kamu beneran lidya kan? istri ku?" tanya nya.
"Ihh apaan sih, bukan, kuntilanak penunggu pohon beringin" jawab ku ngasal.
"Hust, malam jumat ini sayang, jangan bicara sembarang" protes nya.
"Ah biarin, habis nya kamu nyebelin sih" jawab ku.
"Utuk utuk, ayo deh kalo mau ikut ke toilet" jawab yugo akhirnya , pasrah.
"Enda jadi ah" jawab ku.
Yugo menggeleng melihat tingkah ku yang semakin menjadi jadi manja nya.
......🌺🌺🌺......
"Pak, pemilik perkebunan teh dan villa itu bernama Patricia. Kami sudah berusaha menghubungi nya tapi sepertinya ia tidak tertarik menjual lahan itu. Kita harus bagaimana?" tanya Pak hendra, sekertaris pak rudi.
"Atur jadwal, bawa aku untuk menemui nya secara langsung" seru pak rudi.
"Baik pak" jawab pak hendra.
Setelah di atur sedemikian rupa akhir nya pak rudi bisa bertemu langsung dengan patricia seorang gadis bule. Ia bahkan masih kesulitan untuk berbahasa Indonesia, ia datang bersama pasangan nya yang orang Indonesia asli., entah suami atau hanya pacar.
"Yugo! apa yang kau lakukan di sini?" pekik pak rudi marah.
"Kamu siapa?" aku bukan yugo" bantah james.
Pak rudi menatap lekat sosok di hadapan nya.
"Nama saya james, mungkin anda mengira saya mirip seseorang yang anda kenal" seru james.
James pun memperlihatkan tanda pengenal nya. Bahkan james memperlihatkan pasport nya.
Pak rudi heran.
"Kau tidak mempermainkan aku kan?" ujar pak rudi.
"Tentu saja" Jawab james. Bahkan suara nya sangat mirip dengan yugo.
Pak rudi lalu video call yugo melalui WhatsApp.
Ia pun percaya jika yang di hadapan nya ini bukan menantu nya.
"Ada perlu apa dengan tunangan ku? dia belum pasih berbahasa Indonesia, bukan kan tunangan ku sudah menolak menjual villa dan kebun teh itu?" seru james.
"Aku akan membayar dengan harga tertinggi, siapa tau tunangan kamu ini tertarik menjual nya" seru pak rudi.
__ADS_1
"Menarik sekali, jadi penasaran dengan siapa anda sebenarnya? aku lah pemilik kebun teh dan villa itu saat ini. Aku sengaja' memakai nama tunangan ku" seru james.
"Aku rudi wijaya, ceo PT Wijaya. Perusahaan furniture terbesar di negara ini" jawab rudi wijaya memperkenalkan diri.
James bertepuk tangan.
"Wah wajar sekali anda sedikit sombong dengan berani bayar mahal lahan ku ini" seru james.
"Maat aku tidak bisa berlama lama di sini, jadi, segera putuskan harga lahan mu, aku jamin kau tidak rugi menjual nya" jawab pak rudi.
"Motivasi apa anda mau membeli lahan yang jauh dari kota itu? seorang rudi wijaya bisa membeli banyak lahan di kota besar bukan?" seru james.
"Ini untuk anak ku, dia merengek minta di belikan lahan ini, jika bukan karena anak ku itu tentu aku tidak tertarik sama sekali dengan lahan itu" seru pak rudi.
James tertawa.
"Wah beruntung sekali menjadi anak anda yah pak rudi wijaya" jawab james.
"Baik lah tapi dengan satu syarat" jawab james akhir nya.
"Apa lagi, Masih kurang penawaran ku?" protes pak rudi.
"Oh tidak, sudah lebih dari cukup kok, Syarat nya aku ingin bertemu langsung dengan anak pak rudi yang terhormat ini, aku penasaran kenapa dia tertarik dengan tempat itu" jawab james.
"Untuk apa kamu tau kenapa dia tertarik, itu urusan nya, urusan kita hanya kesepakatan jual beli lahan" tolak pak rudi.
"Kalau tidak mau juga tidak apa apa, aku tidak perlu menjual lahan itu, silahkan putuskan sendiri, biarkan aku bertemu anak anda tau aku tidak akan pernah menjual lahan ku, deal?" seru james.
Pak rudi terlihat kesal dan melangkah pergi.
Pak rudi menoleh sesaat.
"Aku akan bicara dengan anak ku, jadi tunggu saja nanti" seru pak rudi, di dampingi sekertaris dan beberapa body guard nya.
"Ok" jawab james sambil tersenyum puas.
......🌺🌺🌺......
"Lidya?!" pekik Sumiati.
"Ada apa?" tanya ku.
"Pak Samuel di tangkap polisi" seru sumi.
"Maksud nya? kok bisa?" jawab ku.
"Duh panjang ceritanya nya, entar tanya devan ajja yah kalau ketemu, dia sibuk menggugat pelaku pembunuh kakak nya" seru sumiati.
"Jadi maksud mu pembunuh kakak nya sudah ketemu? jangan bilang pak samuel pelaku nya?" bisik ku.
Sumiati mengangguk.
__ADS_1
Aku menutup mulut ku tidak percaya.