Jangan Panggil Aku Gendut

Jangan Panggil Aku Gendut
Bab11


__ADS_3

Bimo terpaksa menerima tawaran ku karena aku terus merengek dan merayu nya.


Reno pun datang ke rumah Bimo.


Aku senang sekali bisa belajar bareng dia.


"Wah, ada kawan baru Bimo yah, ganteng sekali" seru ayah Bimo.


"Hay om, saya Reno, kakak kelas mereka" sapa Reno ke ayah Bimo saat pertama kali bertemu.


Setelah itu kami pun belajar bareng. Aku tidak suka belajar. Tapi jika ada Reno tak mengapa lah berjuang.


Beberapa hari kemudian ulangan berjalan lancar yah meskipun nilai ku tetap pas pas an. Setidak nya tidak di bawah standar.


Ulangan semester sudah berlalu, kini kami classmeting seperti biasa seusai ulangan. Banyak perlombaan sebelum menerima hasil rapot ulangan semester.


Tentu saja aku tidak pernah ikut lomba.


Apa yang bisa di lakukan oleh orang seperti ku yang tidak berbakat di bidang apa pun.

__ADS_1


Aku berkeliling koridor sekolah untuk mencari Reno, aku sangat merindukan nya.


Langkah ku terhenti saat aku melihat Reno bersama teman teman basket nya berkumpul dan membicarakan sesuatu.


Aku di balik tembok pun tak sengaja mendengar nya.


"Ren, gue kenal loe udah lama, loe pasti ada sesuatu dengan si gendut lidya,, apa sih yang loe incar dari si gendut itu, jauh banget dari tipe loe yang sesungguh nya, loe gak beneran cinta kan sama dia" ujar raja teman basket Reno.


Reno tersenyum sinis.


Reno menatap sekeliling memastikan tidak ada yang mendengar percakapan mereka.


Raja masih tidak mengerti.


"Maksud loe, manfaatkan bagaimana, dia bahkan bukan orang kaya yang bisa di peras, body nya juga amit amit banget buat di pake, mending loe sama Siska tuh keliatan banget dia naksir sama loe, body nya juga ok" ujar raja.


Reno menutup mulut raja.


"Kalian tidak tau apa yang aku ketahui, ini untuk rahasia kita saja. Aku tau latar belakang keluarga nya, dia anak orang yang sangat kaya, entah kenapa dia menyembunyikan identitas keluarga nya, untuk memeras nya tidak harus dengan kejahatan, kita bisa melakukan nya dengan kelembutan, penuh cinta. Perlahan tapi pasti, baru permulaan saja ia sudah membelikan aku sesuatu, dengan Siska mungkin aku bisa bersenang senang dengan tubuh nya, tapi Siska tidak sekaya Lidya, aku ingin kan wanita yang sangat kaya seperti ya, untuk kita bisa bersenang senang, jadi bersabar lah" ucap Reno penuh kemenangan.

__ADS_1


Mereka tertawa bersama mendengar penjelasan Reno.


Aku mengepalkan tangan ku, wajah yang sangat aku kagumi selama ini, yang aku sukai, perlahan menjijikkan.


Aku menangis di dalam toilet sekolah.


Aku menahan amarah yang meledak ledak di dada.


Seburuk itu kah wajah dan badan ku hingga di perlakukan seperti ini.


Aku bangkit dan berlari keluar toilet dengan mata yang masih sembab.


Tidak sengaja menabrak putra yang asik dengan handphone nya. Handphone nya pun terjatuh.


Putra menatap ku.


"Kau punya mata!!! lekas ambilkan handphone ku, jika rusak kau harus mengganti nya!!!" pekik putra marah kepada ku.


Aku mengambilnya handphone nya dan menyerahkan ke putra.

__ADS_1


"maaf" hanya itu kalimat yang keluar dari bibir ku.


__ADS_2