
Jam sekolah pun berakhir siang itu.
Aku berkemas, bergegas pulang untuk mempersiapkan camping besok.
Baru menuju parkiran Adit lagi lagi menghentikan ku.
"Li tunggu" seru nya.
"Ada apa dit?"tanya ku bingung. Sejak tadi pagi Adit ingin mengatakan apa ya?
"Aku, aku...." kalimat Adit tidak dia lanjutkan karena ada Roni Lewat menuju motor nya yang ada di parkiran.
"Hey Lily cantik, lagi apa berduaan di parkiran? ciehh" goda nya.
"Apaan sih Ron, gak lucu" ujar ku.
"Hehe sory, ya udah, gua pulang duluan yah, bye" seru Roni sembari menyalakan mesin sepeda motor sport nya.
Setelah Roni pergi tinggal lah kami berdua.
"Sebenar nya kamu mau ngomong apa sih dit, harus sekarang yah?" tanya ku.
"Em, iya harus sekarang, aku, sebenarnya, suka sama kamu Li" kata Adit jujur.
What?! Adit suka sama aku? apa aku sedang di tembak sekarang? ini kali pertama dalam hidup ku ada yang menyatakan cinta. Tapi eh tapi aku gak suka sama Adit, gimana dong.
"Eh, terus?" aku bingung harus jawab apa.
"Kamu mau gak jadi pacar aku?" tanya nya.
Aku diam, aku sebenarnya senang, tapi bukan karena aku juga suka sama Adit tapi karena akhir nya ada juga orang yang mengungkapkan perasaan nya pada ku.
"Kok malah melamun?" tanya nya lagi.
"Em, maaf, aku butuh waktu untuk memikirkan nya" jawab ku pada akhir nya.
Adit seperti tidak puas dengan jawaban ku.
"Baik lah, ku harap jawaban nya secepatnya" seru Adit.
"Ok" jawab ku singkat sambil menyalakan kunci untuk membuka mobil ku.
"Ya udah, aku pulang duluan yah" pamit ku.
"Iya hati hati" jawab nya.
Aku masuk ke dalam mobil ku, mulai berjalan jauh. Ku lihat Adit masih berdiri mematung memandangi ku yang kian menjauh.
Maafkan aku Adit.
Aku tidak langsung pulang ke rumah, aku singgah membeli perlengkapan dan bekal untuk besok camping.
Sedang asik memilih cemilan tiba tiba ada seseorang menutup mata ku dengan telapak tangan nya dari belakang ku.
"Ih, siapa sih, jahil banget" seru ku.
"Tebak dong siapa"? ujar seseorang.
__ADS_1
Aku lalu berbalik dan melihat Dimas.
"Dimas, rese yah, di mana mana ada loe" protes ku
"Hahaha, jodoh kali" canda Dimas.
Aku memasang wajah ngambek dan bagi Dimas itu imut banget. Dia lalu mencubit pipi ku.
"Ih sakit tau, bisa gak sih, sehari ajja gak gangguin aku" bentak ku.
Pipi ku benar benar merah, Dimas terlalu kuat mencubit nya.
"Aduh maaf, habis nya gregetan sih liat ekspresi kamu begitu" jawab nya
"Ya udah, sebagai permintaan maaf aku traktir kamu deh, Mau makan apa?" tanya nya.
"Aku diet" jawab ku.
"Hah, diet?! hahaha, masih jaman diet?" tawa dimas.
Aku pukul Dimas karena bicara dan tertawa terlalu nyaring mengundang banyak pasang mata pengunjung memandang kami.
Kami segera melanjutkan belanja dan melakukan transaksi di kasir.
Setelah itu Dimas mengajak ku makan meski aku sudah menolak nya.
Aku memesan cemilan saja, sedang tidak ingin makan berat. Dan minuman.
"Mau es cream?" tawar nya.
Aku menggeleng.
"Astaga Dimas, aku kan bilang gak mau" pekik ku ketika melihat es cream jumbo Yang ada di hadapan ku.
Dimas hanya tersenyum.
"Gpp, sekali sekali" ujar nya. Aku jadi teringat putra. Karena kalimat Dimas saat ini mirip kata kata putra waktu itu.
Aku pun mulai makan es cream itu sedikit demi sedikit, kenapa orang sekitar ku tidak mendukung aku diet sih. Jika begini terus aku bisa kembali bengkak. .
"Bantuin yah, aku gak mungkin bisa menghabiskan semua nya" protes ku.
Dimas mengedipkan mata genit nya.
"Ok honey" Jawab nya. Ia lalu mengambil sendok dan mulai makan es cream nya.
Aku hanya geleng geleng kepala melihat ke genit an nya itu.
Setelah selesai bersantai kami pun pulang. Hari sudah menjelang sore.
Putra yang kebingungan melihat barang barang yang aku bawa.
"Wih, abis shopping atau mau pindahan neng" celoteh putra.
"Dari pada bacot, mending Lo bantuin bawain semua ini ke kamar aku wahai kakak ku tersayang" Jawab ku.
Putra tertawa geli mendengar jawaban ku.
__ADS_1
Ia lalu membantu ku membawa barang barang ku.
Sesampai nya di kamar, aku langsung ke kamar mandi. Putra langsung kembali ke kamar nya.
Setelah bersih bersih aku membongkar belanjaan ku. Memasukkan nya ke dalam tas ransel yang cukup besar. Aku tidak suka kegiatan seperti ini, pasti melelahkan.
Putra tiba tiba masuk ke dalam kamar ku.
"Kamu mau kemana? minggat?" tanya putra.
Ku lempar dia salah satu Snack yang akan aku masukkan dalam tas.
"Sembarang am, besok kami ada kegiatan sekolah setahun sekali, tour keluar, camping gitu di puncak" jawab ku.
"Yah, sepi dong ni rumah, aku boleh ikut? " tanya ku.
"Jangan Ngadi Ngadi deh putra, ini kegiatan khusus untuk murid di sekolah ku, bukan untuk sekolah lain" protes ku.
*Ngadi Ngadi\= mengada Ngada.
"Yah gpp dong, kan aku kakak nya Lidya Wijaya yang bersekolah di sana, hahahaha" tawa putra.
"Ih gak mau" jawab ku.
"Hem, mencurigakan deh, biasa nya kamu selalu ingin dekat dengan ku, jangan jangan kamu naksir seseorang di sekolah mu yah, hayo ngaku" tebak putra.
"Gak kok, aku kan suka nya cuma sama putra" jawab ku. Ups, seperti nya aku salah bicara. Dan kenapa juga aku bilang begitu. Apa iya aku suka sama saudara ku sendiri. Ah tidak tidak.
Putra menatap ku aneh.
"Maksud nya?" tanya nya.
"Maksud ku aku gak naksir siapa pun" ujar ku panik. Sembari berpura pura sibuk.
Putra tertawa lagi.
"Hahaha, aku juga suka kok sama adik ku yang bawel ini, sebagai saudara kita memang harus saling menyukai kan" seru nya sambil mengelus rambut pendek ku dan mengacak acak nya.
Aku pun ngomel karena rambut ku terhambur.
Aku menggigit bibir bawahku.
Apa aku benar menyukai putra. Ini gak boleh terjadi. Ayo Lidya, kendalikan hati mu.
Malam semakin larut, putra kembali ke kamar nya. Syukur tadi sudah memberi tahu papa dan Tante Mona untuk pamit besok camping selama 3 hari di puncak.
Aku pun tertidur pulas.
Keesokan hari nya aku terbangun jam 05.30 dan bersiap siap. Mandi, sarapan dan lain lain. Bi Minah membantu tu ku mempersiapkan nya.
Jam 7.30 putra mengantar ku ke sekolah. Di sekolah nanti kami akan naik bus menuju puncak yang memakan waktu cukup lama karena di luar dari kota tempat kami tinggal. Sekitar 8 jam perjalanan.
Ini lah yang membuat ku malas ikut kegiatan seperti ini.
Sudah ramai teman teman berkumpul di lapangan sekolah.
"Kamu yakin gak ajak aku nih?" goda putra.
__ADS_1
"Gak boleh, biarkan adik mu ini bebas bereksperimen di luar sana haha" jawab ku.